Harryadin Mahardika
Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Pengamat ekonomi pop yang sehari-hari mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Dia pernah menjadi Direktur Magister Manajemen FEB UI. Dia juga pernah aktif mengelola sebuah tim futsal bernama Moonwalk FC. Kini dia aktif menulis dan meneliti untuk topik-topik ekonomi digital dan industri kreatif.

Membangun Prestasi Olahraga via Industri

Kompas.com - 25/09/2017, 08:36 WIB
Indonesia meraih medali emas beregu putera bulu tangkis SEA Games XXIX/2017 PBSIIndonesia meraih medali emas beregu putera bulu tangkis SEA Games XXIX/2017
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com -  Benarkah ada hubungan positif antara pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan prestasi olahraganya? Untuk konteks Indonesia 20 tahun terakhir, jawabannya 'tidak ada'.

Pertumbuhan ekonomi kita yang mengesankan sejak berakhirnya krisis ternyata berbanding terbalik dengan prestasi olahraga, terutama terlihat di ajang multievent kawasan seperti SEA Games.

Tidak hanya peringkat kita yang terus melorot, tetapi juga dalam urusan pemecahan rekor atlet-atlet kita sangat berkurang kemampuannya.

Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta tertransmisi menjadi prestasi?

Benarkah alasannya karena kita belum mampu memanfaatkan transformasi demokrasi serta momentum booming ekonomi untuk membangun industri olahraga yang kuat?

Desentralisasi dan industri olahraga

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada perubahan struktural yang terjadi di sektor olahraga tanah air akibat transformasi demokrasi, dari negara yang sentralistik menjadi desentralistik.

Perubahan ini berimplikasi pada skema anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang terkait dengan pembinaan olahraga.

Desentralisasi memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah untuk membangun sarana dan prasarana olahraga, termasuk untuk melakukan pembinaan berbagai cabang olahraga.

Hasilnya terlihat nyata, pemerintah daerah aktif membangun berbagai sarana dan prasarana olahraga di daerah.

Kita kini punya puluhan stadion sepak bola modern dengan kapasitas puluhan ribu penonton.

Cabang olahraga lain juga dibangunkan prasarana yang modern oleh pemerintah daerahnya masing-masing.

Berapa uang yang dikeluarkan untuk membangun itu semua? Saya menghitung anggaran infrastruktur olahraga yang dibelanjakan pemerintah daerah dan pusat antara tahun 2004-2016 mencapai sekitar Rp 100 triliun!

Memang tidak ada salahnya membelanjakan uang untuk membangun sarana dan prasarana, karena tkh ini menjadi modal awal untuk proses industrialisasi olahraga.

Yang penting, kita sadar bahwa tahap industrialisasi selanjutnya mesti kita lakukan, yaitu mentrasmisikan anggaran olahaga untuk membangun kompetisi yang komersial dan berkelanjutan.

Kompetisi semacam itulah yang akan menjadi pilar dari industrialisasi olahraga. Di situ akan bertemu kepentingan pemerintah untuk melakukan pembinaan dengan kepentingan korporasi untuk mendapatkan laba.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Pangkas Jarak dengan Madrid

Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Pangkas Jarak dengan Madrid

Liga Spanyol
Final Indonesia Open, Greysia/Apriyani Unggul Head to Head atas Wakil Jepang

Final Indonesia Open, Greysia/Apriyani Unggul Head to Head atas Wakil Jepang

Badminton
Hasil ONE: Nextgen III, Debutan Jarred Brooks Taklukkan Lito Adiwang

Hasil ONE: Nextgen III, Debutan Jarred Brooks Taklukkan Lito Adiwang

Sports
Drama Insiden Mobil Sean Gelael dan Bamsoet di Rally Meikarta

Drama Insiden Mobil Sean Gelael dan Bamsoet di Rally Meikarta

Sports
Persib Bandung Vs Arema FC, Singo Edan Fokus Terkam Maung Bandung

Persib Bandung Vs Arema FC, Singo Edan Fokus Terkam Maung Bandung

Liga Indonesia
Jadwal Siaran Langsung Liga 1, Big Match Persib Vs Arema FC

Jadwal Siaran Langsung Liga 1, Big Match Persib Vs Arema FC

Liga Indonesia
Kapan Terakhir Ganda Putri Merah Putih Juara Indonesia Open?

Kapan Terakhir Ganda Putri Merah Putih Juara Indonesia Open?

Sports
Venezia Vs Inter Milan 0-2, Kala Calhanoglu Dibicarakan bersama Messi…

Venezia Vs Inter Milan 0-2, Kala Calhanoglu Dibicarakan bersama Messi…

Liga Italia
Persib Vs Arema - Meski 10 Pemain Absen, Kualitas Laga Diyakini Tetap Terjaga

Persib Vs Arema - Meski 10 Pemain Absen, Kualitas Laga Diyakini Tetap Terjaga

Liga Indonesia
Ketika Bintang Bulu Tangkis Ramai Cedera, Mundur, dan Kelelahan...

Ketika Bintang Bulu Tangkis Ramai Cedera, Mundur, dan Kelelahan...

Badminton
Ketika Ganjar Pranowo 'Menggoda' Peserta Borobudur Marathon 2021

Ketika Ganjar Pranowo "Menggoda" Peserta Borobudur Marathon 2021

Sports
Lawan Marcus/Kevin di Final Indonesia Open, Apa Modal Utama Hoki/Kobayashi?

Lawan Marcus/Kevin di Final Indonesia Open, Apa Modal Utama Hoki/Kobayashi?

Badminton
Jadwal Liga Inggris: Chelsea Vs Man United, Man City Tantang West Ham

Jadwal Liga Inggris: Chelsea Vs Man United, Man City Tantang West Ham

Liga Inggris
Jadwal Siaran Langsung Indonesia Open, Laga Final Greysia/Apriyani-Marcus/Kevin

Jadwal Siaran Langsung Indonesia Open, Laga Final Greysia/Apriyani-Marcus/Kevin

Badminton
Tilik Candi Borobudur Marathon 2021: Pelari Asal Pontianak Jadi 'Raja'

Tilik Candi Borobudur Marathon 2021: Pelari Asal Pontianak Jadi "Raja"

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.