Tour de Siak–Malaka, Rencana Besar Lomba Balap Sepeda Negara Serumpun

Kompas.com - 20/10/2016, 13:29 WIB
Sebanyak 2.676 murid sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas di Kabupaten Siak menabuh kompang Irebana) secara massal untuk memecahkan rekor MURI. Acara itu dilakukan disela-sela pembukaan Tour de Siak, pada Selasa (18/10/2016). Lomba Tour de Siak sendiri baru dimulai hari Rabu (19/10/2016). Kompang adalah alat musik wajib yang dipakai dalam segenap adat istiadat Melayu. sahSebanyak 2.676 murid sekolah dasar sampai sekolah lanjutan atas di Kabupaten Siak menabuh kompang Irebana) secara massal untuk memecahkan rekor MURI. Acara itu dilakukan disela-sela pembukaan Tour de Siak, pada Selasa (18/10/2016). Lomba Tour de Siak sendiri baru dimulai hari Rabu (19/10/2016). Kompang adalah alat musik wajib yang dipakai dalam segenap adat istiadat Melayu.
|
EditorHeru Margianto

“Setiap pekan wisatawan Malaysia banyak yang datang ke Siak, Mereka mengagumi istana dan Masjid Sultan yang ada di Siak. Kalau saja Kementerian Pariwisata dan Pemprov Riau bersedia membantu pembangunan wisata di Siak, niscaya kunjungan wisatawan akan bertambah besar. Hanya Siak yang merupakan ikon nyata wisata Riau,” kata Syamsuar.

Tidak semata-mata olahraga

TdS juga tidak semata-mata ajang olahraga. Selama acara itu berlangsung secara regular, tradisi lokal masa lalu menjadi lebih hidup.

Permainan peninggalan masa lampau seperti gasing kembali dihidupkan dan dimunculkan di sela-sela acara. Banyak anak-anak Siak mampu memainkan gasing dengan baik.

Anak-anak sekolah di Siak juga memiliki mata pelajaran ekstra kurikuler menabuh kompang (rebana). Kompang merupakan alat musik wajib yang mengiringi segenap kegiatan pesta adat ataupun budaya Melayu.

Pada pembukaan TdS hari Selasa kemarin, sebanyak 2.676 murid sekolah dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas, ikut bermain kompang untuk memecahkan rekor MURI.

Direktur MURI, Awan Rahargo yang menyaksikan langsung acara tabuh kompang massal itu dengan senang hati memberikan piagam MURI kepada Syamsuar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, ajang TdS sudah mulai dilirik. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berencana membawa TdS melintasi lebih banyak kabupaten dan kota di Riau. Bahkan rencananya TdS akan dibawa menyeberangi Selat Malaka.

Andi, demikian panggilan Arsyadjuliandi sudah mengutus Kepala Dinas Pariwisata Riau, Zulfahmi menemui Menteri Besar Malaka, Malaysia, untuk membicarakan kolaborasi negara serumpun lewat olahraga.

Bila pembicaraan Fahmizal berhasil, tahun 2017 mendatang, TdS dipastikan akan berubah nama menjadi Tour de Siak – Malaka.

Niatnya adalah untuk mendatangkan wisatawan lebih besar sekaligus menyaingi Tour de Singkarak atau bahkan mengalahkannya.

Apakah hal itu bakal terwujud? Kita lihat saja nanti. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.