Kompas.com - 24/08/2014, 13:14 WIB
EditorSandro Gatra

Ali Sobri (25) jarang melewatkan kegiatan lari massal yang sering diselenggarakan di kota dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pria yang akrab dipanggil Sobri itu merasa jalanan Jakarta sudah makin sumpek dan tidak lagi nyaman untuk berlari.

"Lari di Jakarta ujungnya stres, misalnya mencari parkir. Lagipula meski ada Car Free Day masih banyak kendaraan. Belum lagi bejubel karena semua orang jadi suka lari," tutur dia.

Lari lintas alam yang biasanya digelar di luar kota menjadi olahraga alternatif yang membantu dia melepas penat, membuat dia berlari tanpa harus berdesakan dengan banyak pelari lain.

"Peserta trail run paling ratusan, itu karena peserta memang niat banget dan usaha ke lokasi juga gede. Larinya pun butuh usaha lebih dari biasanya," jelas pria yang semasa kuliah gemar mendaki gunung itu.

"Banyak sambilannya, sambil refreshing lihat trek di dalam hutan, lewati sungai, bukit, kebun dan bebatuan," ujar Sobri.

Sobri mengaku baru sekali mengikuti lari lintas alam, yaitu Garuda Finisher Trail Run 12K di Bandung bulan Mei lalu. Ketika itu, dengan sepatu larinya, Sobri bertualang melewati jalan aspal, tanah, rerumputan, bebatuan hingga aliran air sungai. Dia harus melewati jembatan dari kayu, sebatang pohon, dan rumpun bambu. Tanah becek berlumpur hingga tanah lapang pun dia lalui.

"Yang paling berkesan di hutan dan sungai, pemandangan dan suasana larinya pasti tidak bisa diciptakan kalau kita ada di kota," kata Sobri.

Sementara Muhammad Afif Gunung (24), berkenalan dengan kegiatan lari lintas alam karena ingin mendaki gunung dalam waktu singkat.

"Ada yang mengajak ke gunung Gede..., langsung tek tok sehari, ternyata memang fun karena enggak repot dan makan waktu," katanya.

Bagi para penyuka lari lintas alam, rasa letih karena berlari melintasi beragam medan terbayar dengan kenyamanan menyatu dengan alam, menikmati keindahan pemandangan dan merasakan kesegaran udara bersih masuk ke paru-paru.

"Kita ditantang dan menikmati alam dalam waktu bersamaan. Ini bentuk refreshment yang berbeda," kata Afif, yang pernah berlari menempuh lintasan di Gunung Gede selama delapan jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Sejarah Atlet Indonesia di SEA Games 2021

5 Sejarah Atlet Indonesia di SEA Games 2021

Sports
Final Liga Champions Liverpool Vs Real Madrid, Pesan Pahlawan Istanbul untuk The Reds

Final Liga Champions Liverpool Vs Real Madrid, Pesan Pahlawan Istanbul untuk The Reds

Sports
Jadwal Final Liga Champions, Liverpool Vs Real Madrid Akhir Pekan Ini

Jadwal Final Liga Champions, Liverpool Vs Real Madrid Akhir Pekan Ini

Liga Champions
Dikaitkan dengan Inter hingga Man United, ke Mana Dybala Bakal Berlabuh?

Dikaitkan dengan Inter hingga Man United, ke Mana Dybala Bakal Berlabuh?

Sports
Tiba di Tanah Air, Timnas Indonesia Disambut Puluhan Suporter

Tiba di Tanah Air, Timnas Indonesia Disambut Puluhan Suporter

Liga Indonesia
SEA Games Batu Loncatan untuk Atlet: Kibarkan Merah Putih di Tiang Tertinggi, Pahlawan!

SEA Games Batu Loncatan untuk Atlet: Kibarkan Merah Putih di Tiang Tertinggi, Pahlawan!

Sports
Kapan Kualifikasi Piala Asia 2023?

Kapan Kualifikasi Piala Asia 2023?

Sports
Ibrahimovic Guncang Ruang Ganti AC Milan: Pidato Juara Membara hingga Balik Meja!

Ibrahimovic Guncang Ruang Ganti AC Milan: Pidato Juara Membara hingga Balik Meja!

Liga Italia
Thomas Doll Tak Pasang Target Persija Juara Liga 1 2022 tapi Bersaing di Papan Atas

Thomas Doll Tak Pasang Target Persija Juara Liga 1 2022 tapi Bersaing di Papan Atas

Liga Indonesia
Tolak Real Madrid dan Bertahan di PSG, Mbappe Harus Bayar Rp 4 Triliun?

Tolak Real Madrid dan Bertahan di PSG, Mbappe Harus Bayar Rp 4 Triliun?

Liga Lain
Erik ten Hag Jamin Gol Ronaldo dan Bicara Ban Kapten Man United

Erik ten Hag Jamin Gol Ronaldo dan Bicara Ban Kapten Man United

Liga Inggris
Tiba di Jakarta, Thomas Doll Menolak ke Hotel dan Langsung Pimpin Latihan Persija

Tiba di Jakarta, Thomas Doll Menolak ke Hotel dan Langsung Pimpin Latihan Persija

Liga Indonesia
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Real Madrid dan Perpanjang Kontrak bersama PSG

Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Real Madrid dan Perpanjang Kontrak bersama PSG

Liga Lain
Piala Dunia 2022, Israel Presentasikan Proposal Ini ke Qatar

Piala Dunia 2022, Israel Presentasikan Proposal Ini ke Qatar

Sports
Sebelum SEA Games Vietnam 2021, Pemerintah Malaysia Potong Dana Olahraga

Sebelum SEA Games Vietnam 2021, Pemerintah Malaysia Potong Dana Olahraga

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.