Spanyol Tetap Bangga meski Disingkirkan Indonesia - Kompas.com

Spanyol Tetap Bangga meski Disingkirkan Indonesia

Kompas.com - 11/10/2017, 17:25 WIB
Pelatih tim Spanyol, Oscar Martinez (kanan), berbicara kepada awak media pada konferensi persi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017 di media center GOR Among Rogo, Yogyakarta, Selasa (10/10/2017).SUSI LESTARI/BOLASPORT.COM Pelatih tim Spanyol, Oscar Martinez (kanan), berbicara kepada awak media pada konferensi persi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017 di media center GOR Among Rogo, Yogyakarta, Selasa (10/10/2017).

KOMPAS.com - Tim Spanyol harus menyudahi perjuangan untuk memperebutkan Piala Suhandinata pada kategori beregu Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2017. Langkah mereka terhenti setelah dikalahkan Indonesia 0-3.

Pada pertandingan play-off Grup H yang digelar di lapangan 6, GOR Among Rogo, Yogyakarta, Rabu (11/10/2017), Indonesia hanya membutuhkan waktu 80 menit untuk mengalahkan Spanyol. Pasukan Merah-putih merebut angka itu dari sektor ganda campuran, tunggal putri dan tunggal putra.

Pelatih tim junior Spanyol, Oscar Martinez, mengatakan meski kalah dari Indonesia mereka tetap merasa puas dengan hasil yang telah dicapai oleh atletnya.

"Kami mengucapkan selamat kepada Indonesia karena berhasil lolos ke babak perempat final. Indonesia adalah tim yang kuat dan kami mendoakan agar Indonesia bisa mendapat hasil terbaik di kejuaraan ini," kata Martinez.

Martinez menyampaikan pula kebanggaannya kepada para atletnya sendiri.

"Terlepas dari hasil yang didapat, kami tetap bangga dan puas dengan penampilan atlet-atlet kami tadi," ujar Martinez.

Martinez mengakui bahwa anak asuhnya mengalami kesulitan saat menghadapi Indonesia.

"Indonesia adalah tim yang sangat kuat dan sejak awal kami sudah menduga pertandingan akan sangat sulit untuk kami. Namun, kami sudah memberikan perjuangan dan perlawanan terbaik dan kami tetap merasa puas," tutur Martinez.

Martinez mengatakan bahwa tunggal putri, Sara Penalver Pereira semula menjadi andalan tim untuk mendulang poin.

"Sara tidak mampu menyumbang poin kemenangan untuk tim karena sedikit mengalami luka di bagian engkel-nya. Di sektor ganda putra, yang menjadi unggulan kami pun tidak bisa berbuat banyak," ujar Martinez.

Kategori beregu sudah digelar sejak 9- 14 Oktober untuk memperebutkan Piala Suhandinata. Sementara itu, nomor perorangan akan mulai digelar 16-22 Oktober mendatang untuk memperebutkan Piala Eye Level.


EditorAloysius Gonsaga AE
SumberBolaSport
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X