Juara Grup, Indonesia Jumpa Spanyol - Kompas.com

Juara Grup, Indonesia Jumpa Spanyol

Kompas.com - 10/10/2017, 16:58 WIB
Choirunissa Choirunissa

YOGYAKARTA, Kompas.com - Sukses menduduki posisi teratas grup H1, Indonesia masih harus berjuang untuk memperebutkan tiket perempat final Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 dengan menghadapi juara grup H2, Spanyol yang mengantongi dua kemenangan atas El Savador dan Finlandia.

Berhadapan dengan Spanyol, manajer tim junior Indonesia, Susy Susanti, mengaku optimis namun tetap waspada, meski di atas kertas, Indonesia jauh lebih diunggulkan untuk menang.

“Kami harus optimis. Kalau melihat peringkat dan kualitas permainan harusnya bisa. Tapi tetap harus serius dan tidak lengah. Situasi lapangan, untuk angin dan shuttlecock, juga tetap harus diwaspadai,” ujar Susy Susanti, manajer tim Indonesia.

“Untuk besok sudah bukan ajang pemanasan lagi. Para atlet harus betul-betul konsentrasi, mudah-mudahan besok menang. Tanpa maksud mendahului, tapi kans kita lebih besar. Kita berharap atlet bisa tampil maksimal dan mengeluarkan semua kemampuan mereka. Hingga mereka tidak kaget lagi di pertandingan selanjutnya,” sambung Susy.

Laga Indonesia kontra Spanyol akan berlangsung besok (11/10) mulai pukul 08.30 WIB di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Dikatakan Susy, Indonesia akan menurunkan pemain terbaiknya untuk memastikan kemenangan.

“Susunan pemain akan kami pilih yang terbaik. Yang pasti kami sudah memprediksi siapa yang harus menang. Selain itu juga tergantung dengan kesiapan atlet. Nanti pelatih akan melihat siapa-siapa yang bisa diturunkan. Atlet-atlet harus betul-betul konsentrasi, mudah-mudahan besok menang. Tanpa maksud mendahului, tapi kans Indonesia lebih besar. Kami berharap mereka bisa tampil maksimal dan mengeluarkan semua kemampuan mereka. Hingga mereka tidak kaget lagi di pertandingan selanjutnya,” kata Susy lagi.

Sektor tunggal putri menjadi salah satu nomor yang akan diwaspadai oleh Susy. Ia berharap, siapa pun atlet yang akan diturunkan nanti, bisa tampil maksimal di lapangan.

“Nomor yang patut diwaspadai dari Spanyol yaitu tunggal putri. Modelnya mirip Carolina Marin meski belum matang. Tapi tetap harus tetap waspada dan jangan lengah. Sebagai tambahan informasi, di dua hari pertama ini, atlet-atlet kita tetap latihan juga untuk menjaga kondisi dan mempersiapkan diri untuk babak berikutnya,” ungkap Susy.


EditorTjahjo Sasongko
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X