Praveen/Debby Ingin Ulang Kenangan di All England - Kompas.com

Praveen/Debby Ingin Ulang Kenangan di All England

Kompas.com - 15/03/2018, 07:32 WIB
Debby Susanto/Praveen Jordanbadmintonindonesia Debby Susanto/Praveen Jordan

BIRMINGHAM, Kompas.com -  Momen indah di All England 2016 ternyata masih membekas di ingatan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/ Debby Susanto. Saat itu keduanya naik podium juara di kejuaraan tertua di dunia ini.

Sekarang meskipun keduanya sudah dicerai sejak awal 2018, namun mereka mengaku masih klop di lapangan. Di babak pertama All England 2018 BWF World Tour Super 1000, Praveen/Debby mengalahkan Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan), dengan skor 21-12, 21-19.

“Pertandingan tadi mengingatkan kenangan indah, banyak kenangan. Kami beberapa kali main di sini, sempat juara di sini, teringat lagi ke 2016, semoga bisa keulang lagi,” kata Praveen yang disambut tawa Debby.  

“Saya juga sama, sudah beberapa bulan nggak partneran, dan sekarang partneran langsung di turnamen All England pula. Kami mau dapat hasil yang terbaik dan pasti ada rasa excited sih, ha ha ha” tambah Debby.

“Nggak mungkin lupa, mau dipisahin setahun pun gak akan lupa sama cik Debby, apalagi cuma beberapa bulan saja,” jawab Praveen ketika ditanya soal kekompakannya dan Debby.

Bicara soal permainan, Praveen/Debby mengaku mampu menjalankan strategi permainan dengan baik, meskipun mereka masih meraba-raba permainan lawan yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

“Memang sih kami baru berpasangan lagi, tapi tetap mau memberi yang terbaik. Siapa sih yang nggak mau juara di sini? Apalagi kami sudah tahu bagaimana rasanya juara di sini, masa nggak mau ulangi lagi, kami kan juga punya target pribadi,” sebut Praveen.

Di babak kedua, Praveen/Debby masih menanti calon lawan mereka, antara Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) atau Mikkel Mikkelsen/Mai Surrow (Denmark).

“Menghadapi pemain Eropa ya sebenarnya nggak kepancing ke permainan sih, tetapi kadang mengganggu saja. Misalnya bola belum out sudah teriak duluan, kalau servis kami nggak difault, mereka protes. Ya harus lebih sabar lagi,” kata Praveen.

“Kami harus waspada, tidak boleh lengah. Pemain Eropa ini main pola, mengikuti instruksi banget,” ucap Debby.


Komentar
Close Ads X