Kompas.com - 28/10/2017, 00:21 WIB
Pebulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, mengembalikan kok dalam laga final partai ganda campuran di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017, di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia, Minggu (27/8/2017). Mereka berhasil mengalahkan pasangan ganda campuran asal China Zheng Siwei/Chen Qingchen. AFP PHOTO / ANDY BUCHANANPebulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, mengembalikan kok dalam laga final partai ganda campuran di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017, di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia, Minggu (27/8/2017). Mereka berhasil mengalahkan pasangan ganda campuran asal China Zheng Siwei/Chen Qingchen.
EditorTjahjo Sasongko

PARIS, Kompas.com - Ganda campuran utama, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir maju ke semi final French Open Super Series dengan menyingkirkan ganda Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, Jumat (27/10/20170.

Dalam pertandingan di Stade Pierre de Coubertin, Paris ini, Tontowi/Liliyana tampil meyakinkan untuk menang rubber game 19-21, 21-14, 21-12. Pertandingan kedua ganda ini berjalan alot selama 1 jam 03 menit.

Tontowi/Liliyana yang merupakan juara Olimpiade dan juara dunia sempat mengalami  kesulitan di gim pertama. Pasangan Malaysia mampu menekan Owi/Butet dan merebut gim pertama 21-19.

Namun belajar dari kesalahan di gim pertama, Owi Butet tampil lebih cerdik pada gim kedua. Menghindari pukulan Kian Meng yang keras, pasangan Indoensia memaksa mengembalikan bola-bola rendah yang sulit untuk diantisipasi pasangan Malaysia. Metreka merebut gim kedua 21-14.

Di gim ketiga, Liliyana Natsir menunjukkan kematangan sebagai pemain senior yang berpengalaman. Sempat saling mengejar hingga 12-12, pasangan Indonesia mengakhiri gim ketiga lewat servis satu tangan Liliyana. Butet memainkan servis dengan variatif yang membingungkan pemain Malaysia untuk menang 21-12.

Sayang di nomor ganda putera, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui keunggulan Lee Jhe-Huei/Lee Yang di laga perebutan tiket semifinal ganda putra French Open Super Series 2017. Pada laga straight game tersebut, Fajar/Rian dikalahkan dengan skor 11-21, 19-21.

Di gim pertama, Fajar/Rian nyaris sama sekali tak dapat mengembangkan permainan mereka. Pukulan-pukulan kencang dan cepat yang menjadi senjata utama pasangan Taiwan tersebut sulit diantisipasi oleh Fajar/Rian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami bingung di gim pertama, tipe main lawan kan keras, kami kurang mengantisipasi dan kurang siap. Mainnya malah lebih banyak no lob pendek, dan kami salah strategi,” tutur Fajar usai laga.

“Kami belum puas dengan penampilan kami hari ini. Walaupun kami ketinggalan dan menyusul, tetapi di poin kritis seharusnya bola-bola gampang malah nyangkut. Sebetulnya kami bermain lepas dan tidak ada beban,” jelas Rian.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.