Kompas.com - 17/12/2016, 01:25 WIB
Ketua Umum KONI DKI, Raja Sapta Ervian Tjahjo Sasongko/Kompas.comKetua Umum KONI DKI, Raja Sapta Ervian
|
EditorTjahjo Sasongko

Namun, adanya janji bonus yang cukup bombastis dari Gubenur Basuki Tjahaja Purnama untuk memberi Rp 1 miliar kepada peraih medali emas membuat mereka  mencoba melupakan pengabaian janji mengenai uang saku bulanan tersebut.

Semangat pun tetap dipertahankan, meski kemudian ada revisi mengenai persebaran uang senilai Rp 1 miliar tersebut kepada peraih medali emas, perak, perunggu, serta perkumpulan olahraga asal peraih medali emas. Disebutkan, peraih emas akan mendapatkan Rp 350 juta.

Bonus sebenarnya telah dijanjikan akan diberikan saat Basuki masih menjadi gubernur aktif, yaitu pada 19 dan 27 Okrtober. Namun, ketika janji tersebut belum dipenuhi, para atlet dikecewakan dengan adanya berita bahwa jumlah yang diberikan akan menyusut karena berbenturan dengan kebijakan Kemenpora bahwa uang bonus daerah tidak boleh melebihi bonus yang diberikan negara, yaitu minimal Rp 200 juta.

Dalam pembubaran kontingen DKI ke PON di Kelapa Gading, Sabtu (10/12/2016), disebutkan bahwa bonus akan dicairkan pada Rabu (14/12/2016). Meski demikian, saat itu pejabat Disorda yang bersangkutan tidak menyebutkan jumlah yang akan diterimakan.

Bonus akhirnya memang disalurkan langsung ke rekening atlet dan pelatih pada Jumat (16/12/2016). Namun, besarannya membuat amarah para atlet dan pembina mereka. Satu medali emas dihargai Rp 200 juta, medali perak Rp 75 juta, dan perunggu Rp 30 juta. 

Untuk pertandingan beregu, jumlahnya menjadi lebih kecil. Sementara itu, pos-pos untuk pemain cadangan di nomor individual dihilangkan.

Besaran ini jelas menimbulkan kekecewaan para atlet dan pembina. Seorang asisten pelatih cabang olahraga mengaku kecewa "hanya" mendapatkan Rp 30 juta setelah selama 4 tahun mempersiapkan timnya meraih dua medali emas PON.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kekecewaan itu menjadi terakumulasi karena uang saku kontingen DKI terhitung paling kecil di PON, ditambah lagi sejak September usai berlangsungnya PON, para atlet pelatda tak lagi mendapat uang saku bulanan.

Ketua Umum KONI DKI Raja Sapta Ervian mengaku tidak menyangka akan ada gerakan unjuk rasa seperti yang dilakukan para atlet dan pembina olahraga ini. Ia menyebut, memang yang berhak menentukan besaran bonus adalah pihak Pemprov DKI.

"Pihak kami tidak bisa menentukan karena dana itu memang tidak ada pada kami."

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang sebagai Runner-up, Malaysia Siap Bikin Kejutan di Piala AFF 2020

Datang sebagai Runner-up, Malaysia Siap Bikin Kejutan di Piala AFF 2020

Liga Indonesia
Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Masih Yakin Egy Maulana Vikri Bisa Main di Fase Grup

Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Masih Yakin Egy Maulana Vikri Bisa Main di Fase Grup

Liga Indonesia
BWF World Tour Finals, Menanti Akhir Trilogi Marcus/Kevin Vs Hoki/Kobayashi di Pulau Dewata

BWF World Tour Finals, Menanti Akhir Trilogi Marcus/Kevin Vs Hoki/Kobayashi di Pulau Dewata

Sports
Cocoklogi Dahsyat Nan Receh di Serie A dan Premier League Pekan Ini

Cocoklogi Dahsyat Nan Receh di Serie A dan Premier League Pekan Ini

Sports
Perjalanan Marcus/Kevin ke Final BWF World Tour Finals, Dua Kali Libas Juara Olimpiade!

Perjalanan Marcus/Kevin ke Final BWF World Tour Finals, Dua Kali Libas Juara Olimpiade!

Badminton
Piala AFF 2020: Shin Tae-yong Mengaku Grup B Sulit bagi Timnas Indonesia, tetapi...

Piala AFF 2020: Shin Tae-yong Mengaku Grup B Sulit bagi Timnas Indonesia, tetapi...

Liga Indonesia
Arema FC Vs Bali United, Fakta Menarik Singo Edan Vs Serdadu Tridatu

Arema FC Vs Bali United, Fakta Menarik Singo Edan Vs Serdadu Tridatu

Liga Indonesia
Jadwal Piala AFF 2020: Thailand Main Hari Ini, Kapan Timnas Indonesia?

Jadwal Piala AFF 2020: Thailand Main Hari Ini, Kapan Timnas Indonesia?

Liga Indonesia
Bali United Siap Cegah Arema FC Cetak Rekor Baru di Liga 1 2021-2022

Bali United Siap Cegah Arema FC Cetak Rekor Baru di Liga 1 2021-2022

Liga Indonesia
Takefusa Kubo: Si Pemuda Pemberani, Siap Bantu Real Madrid dengan Senang Hati

Takefusa Kubo: Si Pemuda Pemberani, Siap Bantu Real Madrid dengan Senang Hati

Sports
Atletico Madrid Vs Mallorca: Gol Takefusa Kubo Benamkan ATM, Bantu Real Madrid Kokoh di Puncak

Atletico Madrid Vs Mallorca: Gol Takefusa Kubo Benamkan ATM, Bantu Real Madrid Kokoh di Puncak

Liga Spanyol
Link Live Streaming BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Selangkah Lagi Juara!

Link Live Streaming BWF World Tour Finals, Marcus/Kevin Selangkah Lagi Juara!

Badminton
Hal yang Membuat Peserta Lari Estafet Didiskualifikasi

Hal yang Membuat Peserta Lari Estafet Didiskualifikasi

Sports
BWF World Tour Finals: Head-to-Head Marcus/Kevin Vs Hoki/Kobayashi, Minions Dominan

BWF World Tour Finals: Head-to-Head Marcus/Kevin Vs Hoki/Kobayashi, Minions Dominan

Badminton
Jadwal Liga 1 Hari Ini, Big Match Arema FC Vs Bali United

Jadwal Liga 1 Hari Ini, Big Match Arema FC Vs Bali United

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.