Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Batubara, Bijih Besi, dan Nikel Bikin Jengkel

Kompas.com - 22/02/2012, 03:50 WIB

Jarak sawah dan kolam warga dengan areal tambang di Sungai Merdeka hanya 1-3 km. ”Lahan hijau berganti jadi tambang. Kawasan resapan air terampas. Sungai tak lagi sanggup menampung air sehingga akhirnya meluber ke permukiman,” ujar Farida Hanum, Ketua Gabungan Kelompok Tani Maju Bersama, Samboja.

Di Kaltim terdapat 1.271 izin pertambangan batubara skala kuasa pertambangan (KP) dan 33 izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B). Total luasannya mencapai 4,4 juta hektar. Sebagai perbandingan, luas negara Swiss 4,1 juta hektar, dan luas Provinsi Kalimantan Selatan 3,7 hektar.

Laut jadi rusak

Bagi warga Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, masa sebelum maraknya pertambangan nikel di wilayah itu sungguh indah. Di laut yang menjadi ”halaman” desa pesisir tersebut kehidupan bersemi. Rumput laut subur, ikan pun melimpah.

Namun, kisah indah itu tinggal kenangan sejak 2008, perairan di desa yang dihuni sekitar 200 keluarga itu tercemar endapan lumpur berwarna coklat. Budidaya rumput laut dan sebagai sumber nafkah pupus.

Saat hujan, material tanah hasil penambangan di wilayah perbukitan hulu Hakatutobu menggelontor ke pesisir. Begitu pun material tanah dari aktivitas pelabuhan nikel di pantai.

Sebagian permukiman di desa itu dibangun di atas laut dengan model rumah panggung. H Udin (54), salah satu tokoh masyarakat Hakatutobu yang ditemui, mengatakan, pencemaran membuat kebanyakan warga beralih menjadi buruh kasar di perusahaan-perusahaan tambang nikel. Upah pekerja kasar pertambangan berkisar Rp 50.000 per hari.

Udin sendiri kehilangan usaha rumput laut seluas 5 hektar miliknya akibat pencemaran itu. ”Padahal dulu sekali panen dalam sebulan bisa dapat penghasilan Rp 10 juta,” ujarnya.

Makmur (36), nelayan Hakatutobu, mengatakan, dulu ia cukup mendayung-dayung di perairan sekitar desa dan bisa membawa pulang 10 tusuk ikan.

Sejak pesisir tercemar, ia harus berlayar setidaknya setengah jam ke laut lepas dengan konsekuensi mengeluarkan biaya bahan bakar setidaknya 5 liter sekali melaut.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Senam 2025

Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Senam 2025

Sports
Daftar Peraih Penghargaan Piala Asia U23 2024: Pembobol Gawang Indonesia Top Skor

Daftar Peraih Penghargaan Piala Asia U23 2024: Pembobol Gawang Indonesia Top Skor

Internasional
Jepang Juara Piala Asia U23 2024, Putus Rekor Uzbekistan, Sejarah Baru

Jepang Juara Piala Asia U23 2024, Putus Rekor Uzbekistan, Sejarah Baru

Internasional
Babak I Jepang Vs Uzbekistan 0-0: Tembok Serigala Masih Tak Tertembus

Babak I Jepang Vs Uzbekistan 0-0: Tembok Serigala Masih Tak Tertembus

Internasional
VFF Tunjuk Kawan Lama Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Vietnam

VFF Tunjuk Kawan Lama Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Vietnam

Internasional
Aspek yang Harus Disiapkan Timnas U23 Indonesia Jelang Lawan Guinea

Aspek yang Harus Disiapkan Timnas U23 Indonesia Jelang Lawan Guinea

Timnas Indonesia
Link Live Streaming Jepang Vs Uzbekistan Final Piala Asia U23, Kickoff 22.30 WIB

Link Live Streaming Jepang Vs Uzbekistan Final Piala Asia U23, Kickoff 22.30 WIB

Internasional
Hasil Thomas Cup 2024: Semifinal Ke-6 Beruntun Indonesia, Denmark Tersingkir

Hasil Thomas Cup 2024: Semifinal Ke-6 Beruntun Indonesia, Denmark Tersingkir

Badminton
Piala Thomas 2024: Cara Ginting Menang Usai Permainannya Terbaca Lawan

Piala Thomas 2024: Cara Ginting Menang Usai Permainannya Terbaca Lawan

Badminton
Piala Uber 2024: Semangat Apriyani/Fadia, Ingin Buktikan Indonesia Bisa

Piala Uber 2024: Semangat Apriyani/Fadia, Ingin Buktikan Indonesia Bisa

Badminton
Hasil Thomas Cup 2024, Fajar/Daniel Pastikan Kelolosan Indonesia ke Semifinal

Hasil Thomas Cup 2024, Fajar/Daniel Pastikan Kelolosan Indonesia ke Semifinal

Badminton
Asa Indonesia Belum Sirna, Ivar Jenner Bidik Tiket Terakhir ke Olimpiade

Asa Indonesia Belum Sirna, Ivar Jenner Bidik Tiket Terakhir ke Olimpiade

Timnas Indonesia
Daftar Juara Regional Sumatera Mandiri 3X3 Indonesia Usai Tuntas Digelar

Daftar Juara Regional Sumatera Mandiri 3X3 Indonesia Usai Tuntas Digelar

Sports
Hasil Thomas Cup 2024: Lewat Rubber Game, Jojo Bawa Indonesia Unggul 2-1 atas Korsel

Hasil Thomas Cup 2024: Lewat Rubber Game, Jojo Bawa Indonesia Unggul 2-1 atas Korsel

Badminton
'Jika Tak Mampu Dukung Saat Kalah, Jangan Sorak Saat Timnas Menang'

"Jika Tak Mampu Dukung Saat Kalah, Jangan Sorak Saat Timnas Menang"

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com