Piala Sudirman, Kalah pada 2 Nomor Tunggal Jadi Alasan Jepang Gagal Juara

Kompas.com - 26/05/2019, 23:03 WIB
Pebulu tangkis Jepang Kento Momota saat berhadapan dengan pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). Ahsan/Hendra harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, 17-21. AFP / THEODORE LIMPebulu tangkis Jepang Kento Momota saat berhadapan dengan pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting di partai final Singapore Open 2019 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/4/2019). Ahsan/Hendra harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dengan skor 13-21, 21-19, 17-21.

KOMPAS.com - Jepang gagal mewujudkan asa meraih geelar pertama Piala Sudirman. Ambisi mereka dijegal China yang menang 3-0 dalam partai final, Minggu (26/5/2019).

Hasil ini tentu saja sangat mengecewakan karena Jepang datang dengan menyandang status sebagai unggulan teratas turnamen beregu campuran tersebut.

Diprediksi bakal berlangsung alot, laga yang digelar di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, itu justru berakhir dengan lebih cepat.

Baca Juga: China Juara Piala Sudirman 2019 Setelah Kalahkan Jepang

Meski tetap menyuguhkan laga ketat yang menarik, tetapi final Piala Sudirman 2019 itu harus tuntas hanya dalam tiga partai.

China sukses melakukan aksi sapu bersih berkat kemenangan pada nomor ganda putra, tunggal putri dan tunggal putra. Dua partai lainnya, ganda putri dan ganda campuran, tak perlu dimainkan lagi.

Dengan hasil itu, Shi Yuqi dkk berhak menjadi juara Piala Sudirman 2019 yang juga merupakan gelar ke-11 China pada turnamen dua tahunan tersebut.

Mengenai hasil yang seolah antiklimaks, Park Joo-bong memiliki komentar tersendiri. Pria asal Korea Selatan yang merupakan pelatih kepala timnas Jepan ini mengatakan, kegagalan mengamankan dua nomor tunggal menjadi faktor utama.

Pebulu tangkis Jepang, Akane Yamaguchi, mengembalikan kok pemain India, Saina Nehwal, pada laga final Tiongkok Terbuka (China Open) di Fuzhou, Minggu (16/11/2014).AFP PHOTO/CHINA OUT Pebulu tangkis Jepang, Akane Yamaguchi, mengembalikan kok pemain India, Saina Nehwal, pada laga final Tiongkok Terbuka (China Open) di Fuzhou, Minggu (16/11/2014).

Park Joo-bong berpendapat bahwa seharusnya Akane Yamaguchi (tunggal putri) dan Kento Momota (tunggal putra) bisa tampil lebih baik.

"Yamaguchi sudah unggul 11-6 (pada gim ketiga) tetapi dia tak mampu melanjutkan keunggulannya. Itu sebuah kesalahan besar," kata Park Joo-bong dikutip BolaSport dari laman BWF.

Sedangkan untuk Momota, dia menyebut stamina tunggal putra nomor satu dunia itu sudah terkuras karena hampir selalu dimainkan selama ajang ini (kecuali laga perdana).

Terlebih, Kento Momota yang mendapat perlawanan alot dari Anthony Sinisuka Ginting dalam laga semifinal, Sabtu (25/5/2019) malam. Ini membuat Momota tak mendapat waktu istirahat yang cukup.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BolaSport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bhayangkara FC Vs Persib Berakhir Imbang Tanpa Gol

Bhayangkara FC Vs Persib Berakhir Imbang Tanpa Gol

Liga Indonesia
Menpora Baru Bicara soal Target SEA Games 2019 di Filipina

Menpora Baru Bicara soal Target SEA Games 2019 di Filipina

Olahraga
Jelang Pengumuman Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Tisha Minta Doa Masyarakat

Jelang Pengumuman Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Tisha Minta Doa Masyarakat

Liga Indonesia
Mantan CEO PSS Sleman dan Calon Exco PSSI Berbagi Cerita Tentang Timnas Indonesia

Mantan CEO PSS Sleman dan Calon Exco PSSI Berbagi Cerita Tentang Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Tira Persikabo Vs Arema, Ancaman Kebangkitan Tuan Rumah

Tira Persikabo Vs Arema, Ancaman Kebangkitan Tuan Rumah

Liga Indonesia
Catat, Ini Jadwal Baru El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

Catat, Ini Jadwal Baru El Clasico Barcelona Vs Real Madrid

Liga Spanyol
Daftar Calon Tetap Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023

Daftar Calon Tetap Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023

Liga Indonesia
Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Bak Kucing dengan 9 Nyawa

Legenda MotoGP Sebut Marc Marquez Bak Kucing dengan 9 Nyawa

Olahraga
Kalahkan Australia 8-3, Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal 2019

Kalahkan Australia 8-3, Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal 2019

Liga Indonesia
Mantan Kepala Kru Sarankan Valentino Rossi Segera Pensiun

Mantan Kepala Kru Sarankan Valentino Rossi Segera Pensiun

Olahraga
Menpora: Masa 260 Juta Orang Tak Bisa Menghasilkan Timnas yang Bagus

Menpora: Masa 260 Juta Orang Tak Bisa Menghasilkan Timnas yang Bagus

Liga Indonesia
Slavia Praha Vs Barcelona, Lionel Messi Bagai Sebuah Buku Rekor

Slavia Praha Vs Barcelona, Lionel Messi Bagai Sebuah Buku Rekor

Liga Champions
Persela Vs Persebaya, Laskar Joko Tingkir Keluar dari Zona Degradasi

Persela Vs Persebaya, Laskar Joko Tingkir Keluar dari Zona Degradasi

Liga Indonesia
Ditanya Cara Cegah Korupsi di Kemenpora, Zainudin Amali Minta Didoakan

Ditanya Cara Cegah Korupsi di Kemenpora, Zainudin Amali Minta Didoakan

Liga Indonesia
Celebrity Fight dan Title Fight Kelas Bulu Meriahkan One Pride Fight Night 33 “Battle of The Pride”

Celebrity Fight dan Title Fight Kelas Bulu Meriahkan One Pride Fight Night 33 “Battle of The Pride”

Olahraga
komentar di artikel lainnya
Close Ads X