Perjuangan Ahsan/Hendra Benar-benar Cerminkan Seorang Juara

Kompas.com - 11/03/2019, 12:26 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, menjadi juara All England 2019. PBSI_Nafielah Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, menjadi juara All England 2019.

KOMPAS.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memuji perjuangan pasangan ganda putra, Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan, pada laga final All England 2019.

Ahsan/Hendra meraih gelar juara dengan mengalahkan Aaron Chia, Soh Wooi Yik (Malaysia), dengan skor 11-21, 21-14, 21-12.

Gelar ini terasa sangat istimewa bagi keduanya karena Hendra sebetulnya dalam kondisi yang tidak fit setelah di semfinal mengalami cedera betis kanan.

Tahun ini, Indonesia mengirim tiga wakil ke semifinal. Selain Ahsan/Hendra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga lolos.

Baca juga: Rahasia Ahsan/Hendra Juara All England 2019 meski Kondisi Tak Ideal

"Seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak ada yang mustahil sebelum pertandingan berakhir, semua memungkinkan saja. Kita lihat perjuangan dari Hendra/Ahsan luar biasa. Kami semua terharu saya sampai menangis karena (dengan Hendra cedera), peluangnya kecil. Ini jadi panutan buat adik-adik, kesempatan sekecil apa pun kalau kita berusaha, pasti ada jalan," kata Susy seperti dilansir BolaSport.com dari Badminton Indonesia.

"Saya percaya, dan untuk Hendra/Ahsan, mereka betul-betul berjuang. Bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk Indonesia, itu yang kita patut bangga," ucap Susy.

Susy mengomentari pertandingan final. Dia mengatakan bahwa kondisi Ahsan/Hendra pada gim pertama tertekan. Namun, pada gim kedua, penampilan Ahsan/Hendra mulai naik dan lebih percaya diri.

"Pasangan Malaysia mungkin over confidence karena sudah memenangi gim pertama, sudah di atas angin. Dengan pengalaman dan ketenangannya, Ahsan/Hendra itu yang membuat mereka menang," ujar Susy.

"Waktu gim kedua menang, pada awal gim kedua mereka menekan lawan dan saya sudah ada keyakinan. Namun, saya berharap Ahsan/Hendra tidak kendor, satu poin demi satu poin, cukup menegangkan," kata Susy.

Baca juga: Ahsan/Hendra: Dari Pelatih Dadakan, Cedera, hingga Juara All England

Menurut Susy, banyak hal yang membuat Ahsan/Hendra patut dijadikan panutan.

"Saya katakan kepada adik-adik mereka semua, itu panutan, dari disiplinnya, attitude-nya, sikapnya, pada saat di lapangan, di latihan, benar-benar mencerminkan seorang juara," kata Susy.

Muhammad AhsanAllengland Muhammad Ahsan

Sebelum Ahsan/Hendra menjalani partai final, peraih Olimpiade Barcelona 1992 tersebut berkomunikasi lewat aplikasi Whatsapp.

"Lalu, saya bilang good luck untuk pertandingan final. Hendra bilang, 'doain ya Cik,". Saya jawab, 'pasti'. Cuma itu saja karena kan mereka yang lebih tahu mempersiapkan pertandingan. Kami kasih support saja," tutur Susy.

Baca juga: Rahasia Ahsan/Hendra Juara All England 2019 meski Kondisi Tak Ideal

Dukungan suporter selama All England juga menjadi penambah semangat Ahsan/Hendra saat bertanding di Birmingham Arena, Inggris.

"Kami mengucapkan terima kasih sekali atas dukungan suporter dan KBRI di Inggris yang setiap tahun selalu membantu kami, mengerahkan suporter, memberikan semangat terus," ucap Susy. (Delia Mustikasari)



Terkini Lainnya


Close Ads X