Kompas.com - 07/10/2018, 16:39 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Atlet para angkat berat Indonesia Ni Nengah Widiasih diketahui turun kelas di Asian Para Games 2018.

Paralifter asal Bali itu turun di kelas wanita sampai dengan 41 kilogram. Kelas itu lebih ringan ketimbang saat ia turun di Kejuaraan Terbuka Asia-Oceania di Kitakyushu, Jepang pada September silam. Saat itu, Nengah turun di kelas kelas wanita sampai dengan 45 kilogram.

Menurut Nengah, alasannya turun kelas disebabkan kesempatan meraih emas yang lebih besar di kelas wanita sampai dengan 41 kilogram.

Sebab, di kelas 45 kilogram bercokol atlet China yang sudah beberapa kali memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri, Guo Lingling.

"Setelah mengikuti kejuaraan di Jepang, saya diet keras supaya bisa main di kelas 41. Karena di kelas 45 ada pemegang world record dari China," kata Nengah saat ditemui seusai berlaga di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2018).

Baca juga: Asian Para Games 2018, Atlet China Pecahkan Rekor Dunia

 

Rekor dunia baru yang dicetak atlet Para Angkat Berat China, Guo Lingling yang turun di kelas wanita sampai dengan 45 kilogram, Asian Para Games 2018 di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Rekor dunia baru yang dicetak atlet Para Angkat Berat China, Guo Lingling yang turun di kelas wanita sampai dengan 45 kilogram, Asian Para Games 2018 di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2018).

Sayangnya, Nengah hanya mampu meraih medali perak meski telah turun ke kelas 41 kilogram. Ia harus mengakui keunggulan paralifter peraih emas asal China, Cui Zhe, yang notabene rekan senegara Guo Lingling.

Nengah mengaku sedih gagal meraih hasil terbaik. Namun, ia mengakui Cui memang tampil lebih baik.

"Saya turun di kelas 41 karena ada harapan dapat emas. Saya sudah mencoba walaupun hasilnya perak. Jadi walaupun dapat perak, saya tidak menyesal turun kelas. Saya akan sangat menyesal kalau saya tidak mencoba sama sekali," ujar Nengah.

Baca juga: Asian Para Games 2018, Ni Nengah Raih Medali Perak untuk Indonesia

Ajang Asian Para Games 2018 merupakan event terakhir yang diikuti Nengah pada 2018. Di tahun depan, Nengah akan bersiap mengikuti kualifikasi Paralimpiade Tokyo 2020 dan Kejuaraan Dunia di Astana, Kazakstan.

Namun untuk keikutsertannya di dua kejuaraan itu, Nengah belum tahu apakah akan turun di kelas wanita sampai dengan 41 kilogram atau 45 kilogram. Nengah menyatakan di dua kelas itu, dirinya masih mengoleksi poin.

Baca juga: Gagal Raih Emas, Ni Nengah Minta Maaf

"Baik di 41 ataupun 45 tidak ada yang nyaman karena ada China dua-duanya. Sampai saat ini saya belum tahu. Kita lihat saja nanti," pugkas Nengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Saddil soal Jordi Amat Gabung JDT: Mungkin Itu yang Terbaik Buat Dia...

Kata Saddil soal Jordi Amat Gabung JDT: Mungkin Itu yang Terbaik Buat Dia...

Liga Indonesia
Hasil Malaysia Open 2022: Febby/Ribka Susul Apriyani/Fadia ke 16 Besar

Hasil Malaysia Open 2022: Febby/Ribka Susul Apriyani/Fadia ke 16 Besar

Badminton
Evaluasi Menyeluruh Thomas Doll untuk Tentukan Sebelas Pertama Persija Jakarta

Evaluasi Menyeluruh Thomas Doll untuk Tentukan Sebelas Pertama Persija Jakarta

Liga Indonesia
Komentar Ahsan/Hendra soal Wasit yang Merugikan The Daddies

Komentar Ahsan/Hendra soal Wasit yang Merugikan The Daddies

Sports
Profil Raphinha, Masa Lalu Kelam di Balik Sinar Sang Bintang

Profil Raphinha, Masa Lalu Kelam di Balik Sinar Sang Bintang

Sports
Siti Fadia: Suporter Malaysia Juga Dukung Pemain Indonesia

Siti Fadia: Suporter Malaysia Juga Dukung Pemain Indonesia

Sports
Ricardinho Sebut Atmosfer di Indonesia yang Terbaik, Spanyol Lewat

Ricardinho Sebut Atmosfer di Indonesia yang Terbaik, Spanyol Lewat

Liga Indonesia
Respons PSSI soal Kabar Jordi Amat Gabung Klub Malaysia JDT: Lebih Bagus Main di Eropa

Respons PSSI soal Kabar Jordi Amat Gabung Klub Malaysia JDT: Lebih Bagus Main di Eropa

Sports
Hasil Malaysia Open 2022: Diwarnai Protes ke Umpire, Ahsan/Hendra Menang Comeback

Hasil Malaysia Open 2022: Diwarnai Protes ke Umpire, Ahsan/Hendra Menang Comeback

Sports
Head to Head Persib Vs PSS, Sulitnya Mengalahkan Maung Bandung

Head to Head Persib Vs PSS, Sulitnya Mengalahkan Maung Bandung

Liga Indonesia
Milomir Seslija Akan Reuni dengan PSM Makassar di Babak 8 Besar Piala Presiden 2022

Milomir Seslija Akan Reuni dengan PSM Makassar di Babak 8 Besar Piala Presiden 2022

Liga Indonesia
Jadwal Lengkap Piala AFF U19 2022, Indonesia Vs Vietnam dan Thailand

Jadwal Lengkap Piala AFF U19 2022, Indonesia Vs Vietnam dan Thailand

Liga Indonesia
Piala AFF U19 2022, Vietnam Pasang Target Tinggi Lawan Indonesia

Piala AFF U19 2022, Vietnam Pasang Target Tinggi Lawan Indonesia

Liga Indonesia
Cara Menerima Passing agar Bola Mudah untuk Dikontrol

Cara Menerima Passing agar Bola Mudah untuk Dikontrol

Sports
Demi Jadi Juara Umum ASEAN Para Games 2022, Indonesia Incar 105 Medali Emas

Demi Jadi Juara Umum ASEAN Para Games 2022, Indonesia Incar 105 Medali Emas

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.