Kompas.com - 09/07/2018, 10:54 WIB
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir melambaikan tangan ke arah penonton usai memenangkan pertandingan melawan malaysia dalam partai final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menang dengan skor 21-17 dan 21-8. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir melambaikan tangan ke arah penonton usai memenangkan pertandingan melawan malaysia dalam partai final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menang dengan skor 21-17 dan 21-8.

JAKARTA, Kompas.com - Banyak pemain yang  besar, cemerlang dan kemudian pamit mundur setelah Indonesia Open, tetapi buat Liliyana Natsir kesempatan pamit itu belum diberikan.

Hal ini dirasakan Liliyana  setelah memenuhi keinginan yang belum terwujud untuk menjadi juara Blibli Indonesia Open 2018 yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation di hadapan para pendukung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (08/07/2018).

Di final, Tontowi/Liliyana tampil perkasa untuk mengalahkan pasangan campuran Malaysia, Goh Liu Ying/Chan Peng Soon dalam dua gim 21-17, 21-8 sekaligus mempertahankan gelar juara.

Tahun lalu, Liliyana bersama Tontowi memang telah merasakan sensasi juara di ajang Indonesia Open, namun saat itu perhelatan berlangsung bukan di Istora GBK Senayan. Saat itu banyak yang beranggapan di luar teknis permainan, perlu faktor keberuntungan tinggi untuk menjadi juara di Istora. Ada mitos yang menaungi bangunan yang telah berusia 57 tahun ini.

Namun Liliyana mengaku merasa  menyesal karena tak sempat menyampaikan rasa terimakasih kepada para penggemar bulu tangkis Indonesia sekaligus pamit untuk mengakhiri karirnya pada akhir 2018. Atau setidaknya karirnya di Indonesia Open.

"Saya tidak sempat ngomong  untuk ucapkan perpisahan kepada para pemain. Waktunya pendek sekali, jadi langsung dipotong," kata Liliyana dalam konferenis pers usai pertandingan.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir mengembalikan bola ke arah lawan asal Malaysia dalam partai final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menang dengan skor 21-17 dan 21-8.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir mengembalikan bola ke arah lawan asal Malaysia dalam partai final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/7/2018). Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menang dengan skor 21-17 dan 21-8.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika diminta mengucapkan salam perpisahan kepada para jurnalis, Liliyana mengelak. "Janganlah, saya nanti bisa nangis. Saya akan selalu merindukan suasana seperti ini, suara teriakan penonton, pertanyaan dari media.    Ajang Blibli Indonesia Open 2018 yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini membekas sekali buat saya. Ini adalah pertadingan terakahir saya di ajang ini, dan saya telah mengakhirinya dengan baik sebagai juara."

Liliyana Natsir memang telah berkali-kali mengutarakan keinginananya untuk mengakhrii karir sebagai pemain dan mencoba bidang lainnya. Berjanji akan memberi hasil maksimal di Asian Games 2018 di Jakarta, Agustus mendatang, Liliyana menyebut Desember sebagai batas akhir karirnya. "Saya merasa telah mencapai semuanya di bulu tangkis, juara Olimpiade, juara dunia, All England, Indonesia Open. Saya ingin mencoba hal lain di luar bulu tangkis dulu. Saya ingin mencoba bisnis dan kalau ada panggilan hati, saya akan kembali lagi ke dunia ini."

Sebenarnya pilihan Butet sudah mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya. Tontowi Ahmad yang telah berpasangan selama 9 tahun memang sempat meminta Liliyana menunda niat untruk mundur. Namun usai juara di Blibli Indonesia Open 2018 yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation ini, Owi mengaku  menyadari penuh keinginan seniornya tersebut. "Saya sih terserah kepada pilihan yang terbaik dari Cik Butet. Dia yang tahu kebutuhan dan impiannya. Lagipula, cepat atau lambat, masa itu kan akan tiba. Mungkin masanya itu memang akhir tahun ini, usai Asian Games."

Ucapan Tontowi ini langusng berbuah tepukan di punggungnya dari Liliyana. "Owi ini sudah berubah. Sekarang dia lebih kebapakan. Mungkin ini yang akan  ia perlukan untuk membimbing pasangan barunya. Susah lho, mengubah kebiasaan setelah 9 tahun dengan orang yang itu-itu saja."

Ibunda Liliyana, Olly Maramis yang juga datang ke Jakarta dari Manado juga sempat berkaca-kaca saat puteri bungsunya  berbicara tentang rencana pasca karir sebagai pemain. "Saya tahu pada akhrinya ini akan dirasakan oleh Liliyana. Bagaimana pun usia dan fisik merupakan batas yang diberikan Tuhan kepada kita. Liliyana memang beberapakali bilang kepada papa mamanya untuk berhenti sebagai pemain, tetapi kami membebaskan di memilih yang terbaik."

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir (tengah), berpose dengan sang ibu (kiri) dan saudaranya pada sesi konferensi pers Indonesia Open 2018, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir (tengah), berpose dengan sang ibu (kiri) dan saudaranya pada sesi konferensi pers Indonesia Open 2018, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

"Kalau pun dia sudah memastikan akan pensiun pada akhir tahun ini, Tante hanya inginkan dia mendapatkan semua yang terbaik yang dia inginkan. Doa kami di Manado selalu untuk dia bisa tampil baik dan diijinkan juara di Asian Games, Agustus nanti," kata Olly Maramis lagi.

Kepergian Liliyana tentunya akan menimbulkan lubang  pada Indonesia di ajang persaingan dunia.  Sementara calon pengganti di sektor ganda campuran masih jauh di bawah kualitas Owi/Butet. Belum lagi keinginan  Debby Susanto yang juga ingin mengakhiri karir untuk berkeluarga.  Pasangan lainnya, seperti Praveen Jordan/Melati Daeva, Hafiz Faizal/Gloria Emmanuelle Widjaja juga belum stabil.

Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto menyebut pihaknya belum mau mengeluarkan pernyataan resmi soal niat Liliyana Natsir untuk pensiun. "Ya itu kan baru pada penyampaian niat Liliyana. Dua tahun lalu sesudah Olimpiade pun dia juga menyatakan hal serupa. Tetapi apa yakin sekarang ini akan terjadi hal serupa?"



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.