Kompas.com - 04/02/2015, 16:19 WIB
Peresmian MILO Football Championship, Rabu (4/2/2015). Dari kiri ke kanan, Prawitya Soemadijo dan Rashid Qureshi (Nestle), Djoko Pekik Irianto (Kemenpora) dan Ahmad Bustomi (timnas) Tjahjo Sasongko/Kompas.comPeresmian MILO Football Championship, Rabu (4/2/2015). Dari kiri ke kanan, Prawitya Soemadijo dan Rashid Qureshi (Nestle), Djoko Pekik Irianto (Kemenpora) dan Ahmad Bustomi (timnas)
|
EditorTjahjo Sasongko

JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto berharap para sponsor juga tertarik untuk mendukung cabang olahraga yang berpotensi mendulang prestasi hingga tingkat olimpiade.

Menurut Djoko Pekik, ada beberapa cabang yang menjadi prioritas menuai medali di tingkat olimpiade maupun tingkat regional, seperti Asian Games dan SEA Games. "Untuk yang tingkat olimpiade, kita masih mengandalkan bulu tangkis, angkat besi, dan panahan," kata Djoko Pekik saat mewakili Menpora memberi sambutan pada peresmian MILO Football Championship, Rabu (4/2/2015).

Ketiga cabang ini juga masih menjadi andalan di tingkat Asian Games ditambah cabang lain, seperti renang dan tenis untuk tingkat Asia Tenggara.

Turnamen MILO Football Championship merupakan turnamen yang akan diikuti kesebelasan untuk para pemain tingkat sekolah dasar di bawah usia 14 tahun.

Turnamen ini akan dilaksanakan di tiga kota di Indonesia, yaitu Jakarta (7-8 Februari), Medan (21-22 Februari), dan Makassar (28-29 Maret). Sebanyak 1.300 peserta yang berasal dari 32 sekolah di masing-masing kota akan bersaingan dengan sistem setengah kompetisi.

Menurut Presiden Director PT Nestle Rashid Qureshi, ajang ini merupakan sumbangsih Nestle melalui MILO untuk pengembangan olahraga Indonesia. "Melalui programnya, Nestle MILO akan mengunjungi 25 kota di 16 provinsi dan akan melibatkan lebih dari 28.500 siswa sekolah. Kami telah menjalankannya melalui bulu tangkis. Kini melalui MILO Football Championship, kami berharap dapat melahirkan bibit sepak bola melalui sekolah," kata Qureshi yang baru memulai tugasnya di Indonesia.

Prawitya Soemadijo mengakui pihaknya ingin memperluas peminat sepak bola dengan melibatkan siswa sekolah dasar. "Selama ini kompetisi hanya untuk sekolah sepak bola (SSB) atau antarklub. Kami ingin memberi kesempatan bagi anak usia sekolah ikut berkompetisi. Inilah usia yang baik buat anak-anak mengenal olahraga sehingga mereka dapat belajar nilai-nilai penting dalam kehidupan, seperti semangat pantang menyerah, sportivitas, percaya diri, dan kerja sama tim."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

MILO School Championship diikuti lebih dari 1.300 peserta yang berasal dari 32 sekolah di masing-masing kota. Sesuai regulasi FIFA, 32 sekolah akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi untuk menentukan siapa yang lolos ke babak berikutnya.

Acara konferensi pers dihadiri juga oleh pemain sepak bola nasional, Ahmad Bustomi, serta pelatih usia sekolah dasar, Imran Nahumarury.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.