Kompas.com - 04/12/2013, 18:58 WIB
Tunggal putri Indonesia, Maria Febe Kusumastuti bersiap melakukan servis saat bertanding pada Indonesia Open Grand Prix Gold 2013. BADMINTONINDONESIA.ORGTunggal putri Indonesia, Maria Febe Kusumastuti bersiap melakukan servis saat bertanding pada Indonesia Open Grand Prix Gold 2013.
Penulis Norma Gesita
|
EditorPipit Puspita Rini
HO CHI MINH, KOMPAS.com - Terkenal akan dominasinya, pemain-pemain China biasanya menjadi momok menakutkan bagi sejumlah pebulu tangkis. Namun, Maria Febe Kusumastuti justru merasakan hal yang berbeda. Pebulu tangkis putri Indonesia ini mengaku lebih percaya diri jika menghadapi pemain-pemain dari "Negeri Tirai Bambu" tersebut.
 
Hal ini dibuktikan Febe saat menjalani babak pertama turnamen Vietnam Open Grand Prix 2013 di Ho Chin Minh, Rabu (4/12/2013). Febe menang straight game atas Fan Mengyan, 21-18, 21-16.
 
“Saya bermain dengan sabar dan kalau lawan pemain China saya memang lebih percaya diri. Kebanyakan pemain China punya tipe permainan menyerang, jadi cocok dengan saya yang tipe permainannya bertahan dan balik menyerang yang juga cenderung reli,” ungkap Febe.
 
“Lawan saya masih belum matang permainannya, belum sekuat pemain-pemain top China dan pelapisnya. Jika dibanding Fan, saya masih menang dari segi pengalaman,” jelasnya ketika ditanya soal lawan.
 
Di babak kedua, Febe akan bertemu Cheng Shao Chieh, finalis BWF World Championships 2011. Pada dua kali pertemuan mereka, Febe belum mampu menaklukkan pemain asal Taiwan tersebut.
 
“Sudah pernah bertemu Cheng, tapi belum pernah menang. Tipe permainan dia sama seperti saya, jadi lebih sulit karena sama-sama tahu polanya, jadi saya harus mati-matian di lapangan,” ujar Febe.
 
Mengikuti jejak Febe, Hera Desi Ana Rachmawati juga melaju ke babak kedua dengan mengalahkan wakil Malaysia, Lim Chiew Sien, 21-12, 21-12.
 
Sementara itu, Febby Angguni yang diunggulkan di tempat pertama, harus angkat koper lebih awal. Juara Kharkov dan Belgian International Challenge 2013 ini harus mengakui keunggulan Pai Yu Po dari Taiwan, dan kalah 19-21, 21-19, 6-21.
 
Maziyyah Nadhir dan Ana Rovita juga tak kuasa menahan laju pemain muda China. Mazziyah dikalahkan He Bing Jiao, 8-21, 17-21, sementara Ana dikalahkan Qin Jinjing, 14-21, 19-21.
 
“Saya kehilangan konsentrasi di game ketiga, jadi dengan mudahnya melakukan kesalahan-kesalahan sendiri. Serangan-serangan lawan juga menyulitkan saya, dia juga bisa mengembangkan permainan,” kata Febby.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber PBSI
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.