Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Miguel Cotto Belum Ingin Mundur

Kompas.com - 02/12/2012, 21:52 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Petinju Miguel Cotto mengatakan belum ingin mengundurkan diri seusai mengalami kekalahan saat menghadapi petinju AS, Austin Trout, Sabtu (1/12/2012) atau Minggu WIB.

"Saya belum habis," kata Cotto. "Saya masih memikirkan tinju. Saya hanya ingin bersama keluarga saya hingga akhir tahun. Saya tidak ingin mencari-cari alasan dan menerima kekalahan ini."

Austin Trout mempertahankan gelar dunia tinju kelas menengah versi World Boxing Association (WBA) pada Sabtu (1/12/2012) atau Minggu WIB, dengan tetap tidak terkalahkan saat menaklukkan Miguel Cotto melalui kemenangan angka.

Pada pertarungan yang berlangsung ketat, Trout memberikan kekalahan perdana bagi Cotto di Madison Square Garden, gedung penting di New York, di mana Cotto sebelumnya meraih tujuh kemenangan di sini.
    
Hakim Steve Weisfeld dan John Poturaj memberi kemenangan angka 117-111 bagi Trout, sedangkan Adelaide Byrd memberi kemenangan 119-109 untuk Trout, yang kini memiliki catatan menang-kalah 26-0 dengan 14 KO.
   
"Saya tahu beberapa ronde berlangsung ketat," kata Trout. "Saya merasa seperti diriku berupaya keras di ronde-ronde, tetapi Anda tidak pernah tahu saat berada dalam ronde yang ketat."

Cotto, juara dunia tiga divisi, kini memiliki catatan 37-4 dengan 30 kemenangan KO.
    
Trout membingungkan Cotto dengan pukulan tangan kirinya di ronde pertama. Saat pertandingan berlangsung semakin sengit di ronde keempat, hal itu cocok dengan gaya bertinju Cotto.
    
Di paruh kedua pertandingan, pertarungan berlangsung semakin sengit. Trout sangat impresif di ronde kesepuluh, dan kembali mengulangi penampilan baiknya di ronde ke-11, ketika ia terus mengincar wajah Cotto, dan pada ronde terakhir kedua petinju saling bertukar pukulan.
    
Cotto merupakan favorit bagi mayoritas lebih dari 13.000 penonton yang menyaksikan pertandingan ini secara langsung, tetapi ia terlihat lesu saat bel terakhir berbunyi.
    
Wajahnya babak belur, Cotto berlutut di sudut ring ketika sudut Trout mengangkat petinju mereka tinggi-tinggi saat kedua petinju sedang menunggu keputusan wasit dan juri.
    
"Saya telah menunggu momen ini sepanjang karierku," kata Trout, yang meski memiliki status tidak terkalahkan, tetapi belum mengukuhkan posisinya jajaran elite divisinya. "Anda tidak gugup ketika Anda bertarung dengan orang seperti dia, tetapi itu memotivasi Anda."
    
"Saya harus memperlihatkan pada dia bahwa saya adalah pria yang lebih besar dan beberapa kali mendorongnya. Saya tetap mendesak dia untuk memperlihatkan padanya bahwa ia tidak memiliki keuntungan."
    
Ini merupakan kekalahan kedua kalinya berturut-turut bagi Cotto, yang kalah angka saat bertarung dengan Floyd Mayweather pada Mei. Cotto menegaskan bahwa pertarungan ini, meski dia menelan kekalahan, telah "memperbarui" dirinya.
    
Namun, dengan kekalahan ini, rencana Cotto untuk menantang juara versi World Boxing Council Saul "Canelo" Alvarez menjadi terganggu.
    
Alvarez berada di tepi ring, dan Trout menegaskan bahwa dirinya ingin menghadapi bintang Meksiko itu. "Hey, Canelo, saya menginginkanmu Canelo," kata Trout. "Inilah saatnya untuk menyatukan (gelar) divisi ini. Saya perlu mencabut (sabuk itu) dari pinggangnya."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jadwal Final dan Perebutan Peringkat Ketiga Piala Asia U23 2024

Jadwal Final dan Perebutan Peringkat Ketiga Piala Asia U23 2024

Timnas Indonesia
Indonesia Kalah dari Uzbekistan, VAR Tak Bisa Disalahkan

Indonesia Kalah dari Uzbekistan, VAR Tak Bisa Disalahkan

Timnas Indonesia
Perjuangan PSS Lolos Degradasi Bekuk Persib, Sang Penentu Emosional

Perjuangan PSS Lolos Degradasi Bekuk Persib, Sang Penentu Emosional

Liga Indonesia
Erick Thohir Sebut Calvin Verdonk-Jens Raven dalam Proses Naturalisasi

Erick Thohir Sebut Calvin Verdonk-Jens Raven dalam Proses Naturalisasi

Timnas Indonesia
PSS Vs Persib, Saat Pelapis Maung Kandas 10 Pemain Elang Jawa

PSS Vs Persib, Saat Pelapis Maung Kandas 10 Pemain Elang Jawa

Liga Indonesia
Indonesia Vs Uzbekistan: Jangan Kecilkan Perjuangan Garuda, Tetap Dukung

Indonesia Vs Uzbekistan: Jangan Kecilkan Perjuangan Garuda, Tetap Dukung

Timnas Indonesia
Tim Piala Uber Indonesia Siap Hadapi Jepang dengan Kekuatan Penuh

Tim Piala Uber Indonesia Siap Hadapi Jepang dengan Kekuatan Penuh

Badminton
Hasil Lengkap Liga 1: RANS Nusantara Jadi Tim Terakhir yang Degradasi

Hasil Lengkap Liga 1: RANS Nusantara Jadi Tim Terakhir yang Degradasi

Liga Indonesia
Hasil Persija Vs PSIS 2-1, Macan Kemayoran Sukses Menang di Kandang

Hasil Persija Vs PSIS 2-1, Macan Kemayoran Sukses Menang di Kandang

Liga Indonesia
Hasil PSS Vs Persib, Maung Bandung Kalah, Super Elja Selamat

Hasil PSS Vs Persib, Maung Bandung Kalah, Super Elja Selamat

Liga Indonesia
Kiper Keturunan Belanda Maarten Paes Resmi Jadi WNI

Kiper Keturunan Belanda Maarten Paes Resmi Jadi WNI

Liga Indonesia
Irak Yakin Bisa Kalahkan Timnas Indonesia demi Olimpiade Paris

Irak Yakin Bisa Kalahkan Timnas Indonesia demi Olimpiade Paris

Timnas Indonesia
Bayern Vs Madrid, Satu Paket yang Diperlukan untuk Singkirkan El Real

Bayern Vs Madrid, Satu Paket yang Diperlukan untuk Singkirkan El Real

Liga Champions
Rizky Ridho Melakukan Pelanggaran Serius

Rizky Ridho Melakukan Pelanggaran Serius

Timnas Indonesia
Eks Wasit FIFA Jelaskan Alasan Gol Timnas U23 Indonesia Dianulir

Eks Wasit FIFA Jelaskan Alasan Gol Timnas U23 Indonesia Dianulir

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com