Libas Filipina 5-0, Indonesia Waspadai India - Kompas.com

Libas Filipina 5-0, Indonesia Waspadai India

Kompas.com - 07/02/2018, 21:13 WIB
Anthony Sinisuka Gintingbadmintonindonesia Anthony Sinisuka Ginting

JAKARTA, Kompas.com - Tim putra Indonesia akhirnya memastikan kemenangan 5-0 atas Filipina dalam pertandingan penyisihan Grup D Badminton Asia Team Championships 2018, Rabu (7/2/2018).

Keberhasilan melakukan sapu bersih ini dipastikan tunggal ketiga, Ihsan Maulana Mustofa, di partai kelima. Menghadapi pemain Filipina, Lanz Ralf Zafra, Ihsan tampil maksimal untuk menang dua gim 21-8, 21-12.

Sebelumnya, Indonesia sudah unggul 4-0 lewat kemenangan tunggal pertama, Jonatan Christie atas Ros Leonard Pedrosa, 21-15, 21-13. Kemudian, diikuti ganda pertama Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro yang mengalahkan ganda Filipina, Carlos Antonie Cayanan/Philip Joper Escueta dalam dua gim 21-16, 21-11. Ahsan/Rian menang dalam 26 menit.

Indonesia unggul 3-0 setelah tunggal kedua Anthony Sionisuka Ginting menang dua gim atas Arthur Samuel Salvado. Ginting menang 21-14, 21-19.

Di partai keempat, ganda putra kedua, Hendra Setiawan/Angga Pratama juga masih terlalu kuat buat ganda Filipina, Peter Gabriel Magnaye/Alvin Morada. Hendra/Angga menang 21-17, 21-16.

Dengan hasil ini, Indonesia dan India meraih poin yang sama dari hasil kemenangan 5-0 atas Filipina dan Maladewa. Namun, India unggul dalam perolehan poin pertandingan, yaitu 420-183, sementara Indonesia mengumpulkan poin pertandingan 420-197.

"Penampilan tim putra cukup bagus, meskipun secara adaptasi masih ada yang kurang. Pindah lapangan, beda lagi kondisi angin dan sebagainya. Tetapi secara keseluruhan, hasil yang didapat sesuai dengan prediksi dan harapan kami," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti ketika ditanya soal penampilan tim putra melawan Filipina.

Partai penyisihan terakhir di fase Grup D melawan India diperkirakan menjadi laga seru, terutama di nomor tunggal putra. Adapun di ganda putra, Indonesia berpeluang besar untuk mengamankan poin.

"India kuat di tunggal, kami kuat di ganda. Baik di tim putra maupun putri, sektor ganda mau tak mau harus mencuri dua poin. Tetapi kepada atlet sih kami tekankan kalau semua punya tanggung jawab yang sama. Kalau bisa ambil poin ya ambil," kata Susy.

"Buat saya yang penting menang dulu, berapa pun skornya. Tim putra sudah dipastikan lolos ke putaran final, jadi seandainya kalah, tidak ada pengaruh ke putaran final. Tapi namanya tanding, pasti kan maunya menang. Selain itu, turnamen adalah uji coba ke Piala Thomas, para atlet juga bisa menambah pengalaman di pertandingan beregu," ujarnya.

Laga tim putra Indonesia melawan India akan menjadi penentu jawara di Grup D. Status juara grup tentunya ingin diamankan tim Indonesia agar bisa terhindar dari para juara grup di babak perempat final.

Lawan di perempat final akan diundi lagi setelah semua pertandingan penyisihan selesai dimainkan.


Komentar
Close Ads X