Pebalap MotoGP: Thinking on You, Nicky... - Kompas.com

Pebalap MotoGP: Thinking on You, Nicky...

Kompas.com - 18/05/2017, 23:08 WIB
SAEED KHAN/AFP PHOTO Pebalap Repsol Honda asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, mendengarkan krunya ketika menjalani sesi latihan bebas keempat GP Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (22/10/2016).

CESENA, KOMPAS.com - Tidak ada sesi pertanyaan lewat media sosial untuk para pebalap MotoGP yang menghadiri konferensi pers jelang GP Perancis di Sirkuit Le Mans, Kamis (18/5/2017).

Pertanyaan penggemar lewat media sosial tidak dibacakan untuk menghormati mantan pebalap MotoGP, Nicky Hayden, yang masih dirawat di rumah sakit menyusul kecelakaan di Rimini, Italia, Rabu (17/5/2017).

Baca juga: Dokter Masih Tunggu Kondisi Hayden Stabil untuk Melakukan Operasi

Konferensi pers dihadiri enam pebalap. Valentino Rossi (Movistar Yamaha MotoGP), yang saat ini berada di urutan teratas klasemen sementara, hadir pada sesi ini.

Tiga pebalap yang naik podium pada seri keempat di Sirkuit Jerez, Spanyol, dua pekan lalu, juga hadir. Mereka adalah Dani Pedrosa, Marc Marquez (Repsol Honda Team), dan Jorge Lorenzo (Ducati Team).

Dua pebalap lainnya adalah bintang tuan rumah yaitu Johann Zarco (Monster Yamaha Tech3) dan Loris Baz (Avintia Ducati).

Sebelum konferensi pers, mereka berfoto bersama sambil memegang papan bertuliskan "Thinking on you, Nicky".


"Berita yang sangat, sangat, sangat buruk. Sejujurnya, awalnya sulit untuk memahami kabar tersebut. Saya langsung berbicara dengan teman saya yang dokter dan dia mengatakan situasinya sulit untuk Nicky," kata Rossi.

"Ini sangat disayangkan karena Nicky adalah pebalap yang sangat bagus, berbakat, dia adalah juara dunia. Dan yang paling spesial, dia orang yang sangat baik," ujar Rossi menambahkan.

"Dia datang dari keluarga pebalap yang bagus, ayah dan dua saudara laki-lakinya. Dia orang yang sangat baik dan selalu tersenyum. Situasai ini sangat sulit. Semua orang mendoakan yang terbaik untuk dia," kata Rossi lagi.

 

Nicky è uno dei migliori amici che ho avuto nel paddock.siamo stati compagni di squadra con la Honda nel suo anno da rookie,il 2003,quando era un giovane debuttante alla prima esperienza europea.quella stagione si chiuse con il mondiale per me e con il suo primo podio a Phillip Island.dopo qualche anno abbiamo lottato uno contro l'altro per il mondiale 2006 fino all'ultima gara e alla fine,purtroppo per me,mi ha battuto ed è diventato il campione del mondo della MotoGP.dopo la gara ci siamo dati la mano e ci siamo abbracciati.in seguito siamo stati ancora compagni di squadra nei difficili anni della Ducati,quando parecchie volte abbiamo lottato all'ultimo sangue,magari per conquistare l'ultimo posto nella top five.Nicky veniva spesso al Ranch,dove era sempre uno spettacolo vederlo e cercare di carpire qualche segreto battagliandoci insieme,perché lui è uno dei più veloci flattisti del mondo e prima di passare all'asfalto ha vinto le più importanti gare di Flat Track americano come il Peoria TT. Il più bel ricordo che ho di lui però è quando è venuto a darmi la mano dopo la sfortunata gara di Valencia 2015,durante il giro d'onore.per lui era l'addio alla MotoGP,io avevo appena perso il mondiale.il suo sguardo di supporto dentro il casco è uno dei pochi ricordi positivi che ho di quel giorno.Forza Nicky,siamo tutti con te.

A post shared by valeyellow46 (@valeyellow46) on May 18, 2017 at 2:27am PDT


Hayden tertabrak mobil ketika sedang bersepeda bersama beberapa rekannya di Riccione-Tavoleto, sebelah selatan daerah Rimini.

Pebalap Wolrd Superbike tersebut sempat dirawat di rumah sakit setempat sebelum dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar.

Hayden saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bufalini, Cesena, Italia. Dia mengalami cedera serius di bagian kepala dan dada.

Anggota timnya saat ini, Red Bull Honda World Superbike Team, dan tunangannya, Jackie Marin, ada di rumah sakit untuk menemani.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPipit Puspita Rini
Komentar

Terkini Lainnya

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional
Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Jembatan “Saksi” Agresi Militer Belanda II Itu Akhirnya Runtuh…

Regional
Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Kronologi Emak-emak Gigit Polisi gara-gara Tak Terima Ditilang

Regional
Close Ads X