Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Linda Pensiun dan Ingin Berbisnis

Kompas.com - 23/12/2016, 08:13 WIB
Tjahjo Sasongko

Penulis

JAKARTA, Kompas.com - Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Linda  Wenifanetri secara resmi telah mengajukan surat pengunduran diri dari pelatnas per 21 Desember 2016. Ia telah memutuskan akan pensiun dari bulutangkis mulai awal tahun 2017 usai berkarir selama kurang lebih 15 tahun dimana delapan tahunnya dihabiskan di Pelatnas Cipayung.

Linda mengaku sudah mencapai titik maksimal di karirnya sehingga memutuskan untuk pensiun.

“Saya merasa sudah maksimal dan ini sudah saya rembukan dengan keluarga dan orang terdekat saya untuk mengambil suatu keputusan yang besar, saya retired bukan keluar. Sudah matang dan Insya Allah yang terbaik. Keluarga juga alhamdulillah ngerti dan ternyata mereka lebih ngerti saya," kata Linda saat ditemui badmintonindonesia.org kemarin (21/12/2016).

Usai pensiun nanti, dara kelahiran 18 Januari 1990 ini mengaku ingin fokus kuliah dan berencana berbisnis. Linda saat ini memang tercatat sebagai mahasiswi S1 Akuntansi di Universitas Trisakti.

“Setelah ini saya fokus dengan kuliah ekstensi saya dan rencananya sambil terusin bisnis keluarga tapi tetap akan olahraga karena keluarga saya pecinta olahraga juga,"  ucap Linda lagi.

Sebagai pebulutangkis, Linda sempat beberapa kali menyumbangkan prestasi bagi Indonesia diantaranya saat menjuarai India Open Grand Prix Gold 2012 dan merebut medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta. Dan momen di Kejuaraan Dunia 2015 itu menjadi kesan paling mendalam yang ia rasakan.

“Momen terbaik pasti di Kejuaraan Dunia 2015, saya masih suka nangis kalau inget itu. Saat itu saya dapat wild card dan sempat jadi masalah karena saya geser senior saya padahal saya udah pasrah, saya tahu saya nggak lolos dan nggak mau maksain juga tapi saya mendapat kesempatan untuk main. Saya merasa merasa itu kesempatan dan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik. Alhamdulillah bisa perunggu. Mungkin orang lihat cuma perunggu tetapi itu emas buat saya. Karena untuk mendapatkan itu nggak bisa dibayar dengan uang tetapi dengan kerja ekstra keras, team work, dan usaha yg maksimal," kenang Linda.

Disinggung mengenai nomor tunggal putri, Linda mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tapi dia optimis kepada adik-adik juniornya untuk menyumbang prestasi ke depannya.

“Kita masih banyak PR ke depannya tapi saya harap mereka bisa jauh lebih baik prestasinya dari saya dan tetap saling support satu sama lain karena kita di sini keluarga bukan hanya teman. Kita di sini satu, bawa nama merah-putih.” ujar Linda

“Saya lihat Fitri, Hanna, Gregoria prestasinya sudah mulai terlihat dan mereka termasuk yang lain selagi terus kerja keras dan mau belajar tanpa perduli dengan kalah dan keadaan maka saya yakin bakal ada hasilnya.” Tambahnya.

Lindaweni dengan mata yang berkaca-kaca menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran karirnya selama ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PBSI yang sudah memberikan kesempatan selama delapan tahun kepada saya, terima kasih ketua umum PBSI, terima kasih kak Rexy, terima kasih pelatih tunggal putri, mas Bambang, kak Sarwendah, kak Marlev, para pemain tungggal putri yang sudah seperti keluarga, pelatih sektor lain terutama kak Richard, sosok yang sangat berarti buat saya, terima kasih juga buat koh Chris, sahabat saya kak Nitya, tim pendukung juga, medis, terapis, massage, pelatih fisik dan semua pengurus yang sudah saling membantu dan menciptakan kerjasama yang baik. Saya pun meminta maaf apabila ada kata-kata atau perilaku yang kurang berkenan," ungkap Linda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Borneo FC Siap Balas Dendam demi Kawinkan Gelar Liga 1 2023-2024

Borneo FC Siap Balas Dendam demi Kawinkan Gelar Liga 1 2023-2024

Liga Indonesia
Jelang Dortmund vs Real Madrid, Perut Niklas Sule Membuncit

Jelang Dortmund vs Real Madrid, Perut Niklas Sule Membuncit

Liga Champions
Penambahan Skuad Copa America 2024, Alejandro Garnacho Diuntungkan

Penambahan Skuad Copa America 2024, Alejandro Garnacho Diuntungkan

Internasional
Man City Vs West Ham: Guardiola Terbayang Drama 2022

Man City Vs West Ham: Guardiola Terbayang Drama 2022

Liga Inggris
Liverpool Vs Wolves: Tugas Terakhir Klopp, Selamat Tinggal yang Berat...

Liverpool Vs Wolves: Tugas Terakhir Klopp, Selamat Tinggal yang Berat...

Liga Inggris
Arsenal Vs Everton: Saat Arteta Berharap Bantuan Moyes dan West Ham...

Arsenal Vs Everton: Saat Arteta Berharap Bantuan Moyes dan West Ham...

Liga Inggris
Man City Vs West Ham: Pasukan Guardiola Tiap Detik Harus Sempurna

Man City Vs West Ham: Pasukan Guardiola Tiap Detik Harus Sempurna

Liga Inggris
Persib Vs Bali United: Teco Nyaman, Tak Lagi Main di Lapangan Latihan

Persib Vs Bali United: Teco Nyaman, Tak Lagi Main di Lapangan Latihan

Liga Indonesia
Como 1907 Proyek “1 Miliar Dollar”, Bos Hartono Tak Kejar Gengsi

Como 1907 Proyek “1 Miliar Dollar”, Bos Hartono Tak Kejar Gengsi

Liga Italia
Kevin Sanjaya Pensiun, Kesedihan Besar Oma Gill, Minions Akan Dirindukan

Kevin Sanjaya Pensiun, Kesedihan Besar Oma Gill, Minions Akan Dirindukan

Badminton
Timnas Indonesia Vs Irak: Kick Off Berubah, Permintaan dari Shin Tae-yong

Timnas Indonesia Vs Irak: Kick Off Berubah, Permintaan dari Shin Tae-yong

Timnas Indonesia
Kronologi Hari Terakhir Allegri di Juventus: Pimpin Latihan Pagi, Sore Dipecat

Kronologi Hari Terakhir Allegri di Juventus: Pimpin Latihan Pagi, Sore Dipecat

Liga Italia
Ketum PSSI soal Elkan Baggott: Tak Mau Menghakimi, Yakin Nasionalisme Masih Ada

Ketum PSSI soal Elkan Baggott: Tak Mau Menghakimi, Yakin Nasionalisme Masih Ada

Timnas Indonesia
Como Promosi ke Serie A, Fabregas Tepati Janji Bawa Skuad Liburan

Como Promosi ke Serie A, Fabregas Tepati Janji Bawa Skuad Liburan

Liga Italia
Jadwal Thailand Open 2024, Dua Wakil Indonesia Berburu Tiket Final

Jadwal Thailand Open 2024, Dua Wakil Indonesia Berburu Tiket Final

Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com