Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Balas Kekalahan, Jepang Patahkan Kemenangan Beruntun Tiongkok di Piala Thomas

Kompas.com - 23/05/2014, 18:58 WIB
NEW DELHI, KOMPAS.com - Setelah selalu menjadi semifinalis pada dua penyelenggaraan sebelumnya (2010 dan 2012), Jepang akhirnya berhasil menembus babak final Piala Thomas untuk kali pertama sepanjang sejarah turnamen ini. Kepastian ini didapat setelah Kenichi Tago dkk menumbangkan Tiongkok pada semifinal, Jumat (23/5/2014), di Siri Fort Indoor Stadium, New Delhi.

Jepang sebenarnya bukan calon kuat juara pada Piala Thomas tahun ini. Kekuatan terbaik mereka adalah Kenichi Tago yang berada di peringkat empat dunia dan ganda Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa yang menempati peringkat tiga dunia. Indonesia dan Tiongkok dinilai memiliki pasukan yang lebih komplet.

Dalam tiga pertandingan di babak penyisihan dan perempat final, mereka hanya sekali menang telak 5-0 ketika bertemu Hongkong.  Pada tiga pertandingan lainnnya, salah satu pemain mereka pasti ada yang kalah. Bahkan ketika melawan Denmark dalam persaingan menjadi juara grup, mereka hanya bisa menang tipis 3-2.

Bertemu Tiongkok di semifinal, Jumat (23/5/2014), seperti mengulang Piala Thomas dua tahun lalu di Wuhan. Ketika itu Tiongkok menang telak 3-0. Bisa jadi, tak ada yang menjagokan Jepang untuk memenangi pertemuan kali ini.

Kekuatan kedua tim memang tak lagi sama. Pada 2012, Tiongkok masih punya Lin Dan sebagai tunggal pertama dan Cai Yun/Fu Haifeng sebagai ganda pertama. Chen Long ketika itu turun sebagai tunggal kedua.

Ketiga pemain tersebut terlalu tangguh bagi Jepang. Sho sasaki yang jadi tunggal pertama Jepang, tak mampu meredam Lin Dan. Shoji Sato/Naoki Kawamae dan Kenichi Tago yang turun pada dua partai berikutnya juga tak bisa berbuat banyak.

Tahun ini, Lin Dan yang lebih banyak beristirahat, hanya bisa jadi tunggal ketiga yang akan turun pada partai terakhir. Sadar bahwa Lin Dan akan jadi lawan yang sulit ditaklukkan, Jepang mengatur strategi. Jika ingin menang, mereka harus mati-matian dan meraih kemenangan pada empat pertandingan pertama demi menghindari kedudukan 2-2 dan harus memainkan partai kelima, antara Lin Dan dan Sho Sasaki.

Tago dkk bermain luar biasa. Mereka bahkan tak perlu memainkan empat pertandingan. Dimulai dengan Tago yang mengalahkan Chen Long pada partai pertama, Kenichi Hayakawa/Hiroyuki Endo dan Kento Momota melanjutkan dengan meraih kemenangan pada partai kedua dan tiga. Jepang menang 3-0 dan lolos ke final untuk kali pertama sepanjang 28 kali gelaran Piala Thomas.

Jepang pun berhasil menggagalkan Tiongkok meraih gelar ke-10 atau keenam secara beruntun di turnamen beregu putra ini. Dari 27 penyelenggaraan Piala Thomas, Indonesia paling sering juara yakni 13 kali. Tiongkok menyusul dengan sembilan kali, dan Malaysia lima kali.

Di final, Jepang akan menghadapi pemenang laga antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung malam ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Borneo FC Siap Balas Dendam demi Kawinkan Gelar Liga 1 2023-2024

Borneo FC Siap Balas Dendam demi Kawinkan Gelar Liga 1 2023-2024

Liga Indonesia
Jelang Dortmund vs Real Madrid, Perut Niklas Sule Membuncit

Jelang Dortmund vs Real Madrid, Perut Niklas Sule Membuncit

Liga Champions
Penambahan Skuad Copa America 2024, Alejandro Garnacho Diuntungkan

Penambahan Skuad Copa America 2024, Alejandro Garnacho Diuntungkan

Internasional
Man City Vs West Ham: Guardiola Terbayang Drama 2022

Man City Vs West Ham: Guardiola Terbayang Drama 2022

Liga Inggris
Liverpool Vs Wolves: Tugas Terakhir Klopp, Selamat Tinggal yang Berat...

Liverpool Vs Wolves: Tugas Terakhir Klopp, Selamat Tinggal yang Berat...

Liga Inggris
Arsenal Vs Everton: Saat Arteta Berharap Bantuan Moyes dan West Ham...

Arsenal Vs Everton: Saat Arteta Berharap Bantuan Moyes dan West Ham...

Liga Inggris
Man City Vs West Ham: Pasukan Guardiola Tiap Detik Harus Sempurna

Man City Vs West Ham: Pasukan Guardiola Tiap Detik Harus Sempurna

Liga Inggris
Persib Vs Bali United: Teco Nyaman, Tak Lagi Main di Lapangan Latihan

Persib Vs Bali United: Teco Nyaman, Tak Lagi Main di Lapangan Latihan

Liga Indonesia
Como 1907 Proyek “1 Miliar Dollar”, Bos Hartono Tak Kejar Gengsi

Como 1907 Proyek “1 Miliar Dollar”, Bos Hartono Tak Kejar Gengsi

Liga Italia
Kevin Sanjaya Pensiun, Kesedihan Besar Oma Gill, Minions Akan Dirindukan

Kevin Sanjaya Pensiun, Kesedihan Besar Oma Gill, Minions Akan Dirindukan

Badminton
Timnas Indonesia Vs Irak: Kick Off Berubah, Permintaan dari Shin Tae-yong

Timnas Indonesia Vs Irak: Kick Off Berubah, Permintaan dari Shin Tae-yong

Timnas Indonesia
Kronologi Hari Terakhir Allegri di Juventus: Pimpin Latihan Pagi, Sore Dipecat

Kronologi Hari Terakhir Allegri di Juventus: Pimpin Latihan Pagi, Sore Dipecat

Liga Italia
Ketum PSSI soal Elkan Baggott: Tak Mau Menghakimi, Yakin Nasionalisme Masih Ada

Ketum PSSI soal Elkan Baggott: Tak Mau Menghakimi, Yakin Nasionalisme Masih Ada

Timnas Indonesia
Como Promosi ke Serie A, Fabregas Tepati Janji Bawa Skuad Liburan

Como Promosi ke Serie A, Fabregas Tepati Janji Bawa Skuad Liburan

Liga Italia
Jadwal Thailand Open 2024, Dua Wakil Indonesia Berburu Tiket Final

Jadwal Thailand Open 2024, Dua Wakil Indonesia Berburu Tiket Final

Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com