Ini Cara Melatih Atlet Muda Berprestasi Cabang Tenis Meja

Kompas.com - 15/08/2019, 20:50 WIB
lustrasi maskot Asian Para Games 2018, Momo, untuk cabang olahraga tenis meja. Dok. Inapgoclustrasi maskot Asian Para Games 2018, Momo, untuk cabang olahraga tenis meja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Terbuka (UT) memilih melatih atlet muda berprestasi melalui turnamen tenis meja pelajar nasional.

Laman antaranews.com menulis, hari ini, turnamen itu adalah penyelenggaraan kali ketujuh.

Perhelatan dilaksanakan mulai Kamis (15/8/2019) sampai dengan Sabtu (17/8/2019).

"Kami tak hanya pelopor pendidikan jarak jauh tapi juga melatih atlet muda berprestasi," kata Rektor UT Prof. Ojat Darojat dalam pembukaan turnamen.

Kali ini, turnamen diikuti oleh 784 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ada 11 kategori pertandingan," ujarnya.

"Seleksi dimulai dari tingkat daerah hingga nasional," imbuhnya.

Konferensi Pers Tumamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Universitas Terbuka ke-7 di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan (15/8/2019).DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGAR Konferensi Pers Tumamen Tenis Meja Pelajar Nasional Piala Universitas Terbuka ke-7 di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan (15/8/2019).

Sementara itu, ikhwal pembinaan olahraga di kampus, tercatat tak hanya IT yang dikenal membina bidang tenis meja.

Universitas Negeri Surakarta (UNS) dikenal karena pembinaan olahraga karate.

Atlet tenis meja disabilitas andalan Indonesia, David Jacobs, melakukan selebrasi seusai meraih medali emas Asian Para Games 2018, pada Selasa (9/10/2018). INAPGOC/AGOES RUDIANTODOK. INAPGOC/AGOES RUDIANTO Atlet tenis meja disabilitas andalan Indonesia, David Jacobs, melakukan selebrasi seusai meraih medali emas Asian Para Games 2018, pada Selasa (9/10/2018). INAPGOC/AGOES RUDIANTO

Sementara itu, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membuka beasiswa bagi atlet berprestasi untuk berkuliah di sejumlah perguruan tinggi yang mempunyai fakultas keolahragaan.

Pasangan ganda putra tenis meja disabilitas Indonesia, Komet Akbar dan David Jacobs (kiri), berfoto dengan pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) pada acara Indonesian Sport Awards 2018 di Studio 1 Trans TV, Jakarta, Jumat (23/11/2018).KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Pasangan ganda putra tenis meja disabilitas Indonesia, Komet Akbar dan David Jacobs (kiri), berfoto dengan pasangan ganda putra bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) pada acara Indonesian Sport Awards 2018 di Studio 1 Trans TV, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Tahun ini, kuotanya mencapai 400 beasiswa.

Terkini, yang baru mendaftar sekitar 200 mahasiswa.

Atlet tenis meja disabilitas putri Indonesia, Suwarti, berbicara kepada awak media di Ecovention Ancol, Jakarta, Rabu (10/10/2018)asianparagames2018.id Atlet tenis meja disabilitas putri Indonesia, Suwarti, berbicara kepada awak media di Ecovention Ancol, Jakarta, Rabu (10/10/2018)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X