Hal Unik dari Indonesia Open 2019, Wasit Pakai Batik hingga Spot Instagrammable

Kompas.com - 22/07/2019, 18:22 WIB
Wasit Indonesia Open 2019 tampak memakai baju kemeja batik saat babak semifinal yang berlangsung Sabtu (20/7/2019). KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANAWasit Indonesia Open 2019 tampak memakai baju kemeja batik saat babak semifinal yang berlangsung Sabtu (20/7/2019).

KOMPAS.com - Indonesia Open 2019 yang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta, telah rampung pada Minggu (21/7/2019). 

Tuan rumah Indonesia berhasil mendapatkan satu gelar dari nomor ganda putra lewat pasangan Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo. 

Pada laga final, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengalahkan senior mereka, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan lewat straight game. 

Baca juga: Dalam 28 Menit, Marcus/Kevin Pastikan Gelar Juara Indonesia Open 2019

Derbi Indonesia pada laga final merupakan satu dari tiga pertemuan wakil senegara yang terjadi di Istora pada Minggu kemarin. 

Uniknya, derbi itu seluruhnya terjadi pada sektor ganda. 

Derbi Jepang yang membuka partai final terjadi pada nomor ganda putri. 

Setelah itu, pada partai ketiga ada Derbi China pada nomor ganda campuran dan ditutup Derbi Indonesia antara Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra. 

Selain adantya derbi pada laga final, ada sejumlah hal unik lain yang terjadi pada Indonesia Open 2019

 

Spot-spot Instagrammable

Pada edisi tahun ini, panitia Indonesia Open mencoba menggabungkan tema olahraga dengan unsur hiburan dan seni.

Ketua Panitia Penyelenggaraan Indonesia Open 2019, Achmad Budiharto, lebih suka menyebut konsep penggabungan itu dengan sport-art-tainment.

"Biasanya kami pakai konsep sportainment, tetapi sudah diikuti oleh negara lain. Jadi, kami pun tertantang. Tahun ini, kami akan pakai konsep sport-art-tainment," ujar Budiharto pada 26 Juni 2019 lalu.

Baca juga: 8 Spot Foto Unik dan Instagrammable pada Indonesia Open 2019

Salah satu spot foto di lokasi pertandingan Indonesia Open 2019.KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Salah satu spot foto di lokasi pertandingan Indonesia Open 2019.

 

Musisi semarakkan suasana 

Pada hari terakhir Indonesia Open 2019, sejumlah musisi hadir untuk memeriahkan turnamen sekaligus memanjakan pengunjung dan penonton yang hadir. 

Salah satu pengisi acara yang menyemarakkan suasana adalah grup musik Kahitna. 

Grup musik asal Bandung itu mengaku senang dipercaya oleh penyelenggara turnamen untuk ambil bagian dalam penyelenggaraan Indonesia Open tahun ini. 

"Kami senang sekali dipercaya mengisi acara di sini," kata Yovie Widiyanto, personel Kahitna. 

Baca juga: Akhir Pekan, Antrean Penonton Indonesia Open 2019 Meluber ke Jalan

"Ada tantangan berbeda, terutama soal sound, tetapi kami tetap menyikapi dengan gembira karena ini sebuah kehormatan," tuturnya lagi. 

Selain Kahitna, penyanyi lain yang juga turut serta di antaranya Sheryl Sheinafia, Nidji, serta sejumlah band manggung di bagian luar Istora. 

Aneka jajanan dan tempat nongkrong

Area bazaar yang berlokasi di luar Istora Senayan ini menjadi lokasi yang menarik bagi pengunjung karena pengunjung bisa memanjakan diri dengan jajanan dari berbagai macam tenant yang ada.

Bukan hanya tenant, tempat untuk beristirahatnya pun biisa dibilang unik.

Ada berbagai macam tempat untuk pengunjung bisa menikmati makanan mereka.

Baca juga: Selain Nonton, Ada Alasan Lain untuk Datang ke Indonesia Open 2019

Ada kursi dan meja berpayung untuk menghindari diri dari sengatan matahari, ada juga puluhan bean bag untuk pengunjung merebahkan diri yang ditempat kan di bawah pepohonan.

Tidak hanya itu, jika pengunjung ingin beristirahat dengan sedikit privasi, ada bilik-bilik yang dilengkapi dengan meja dan stop kontak untuk bersantai setelah menikmati pertandingan sembari mengisi daya ponsel.

Salah satu spot foto di lokasi pertandingan Indonesia Open 2019.KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Salah satu spot foto di lokasi pertandingan Indonesia Open 2019.

 

Wasit pakai baju adat 

 Para wasit (umpire) dan hakim garis (line judgeman) yang bertugas pada babak semifinal Indonesia Open 2019 tampak mengenakan pakaian yang berbeda dari biasanya.

Biasanya, wasit dan hakim garis yang bertugas hanya mengenakan kemeja lengan pendek.

Namun, khusus untuk babak semifinal dan final, mereka diminta memakai batik dan lurik.

Pada semifinal hari ini, Sabtu (20/7/2019), wasit tampak mengenakan kemeja batik merah lengan panjang. Sementara itu, hakim garis memakai lurik dan blangkon berwarna biru.

Baca juga: Wasit dan Hakim Garis Indonesia Open 2019 Pakai Baju Tradisional Jawa

Menurut Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI, Bambang Rudyanto, kebiasaan ini sebetulnya sudah dilakukan oleh panitia Indonesia Open sejak 4 tahun lalu.

"Batik tidak jadi masalah dan dapat diterima. Tetapi, wasit tidak boleh memakai topi atau penutup kepala seperti hakim garis karena takut mengganggu pandangan," tutur dia.

Wasit dan hakim garis Indonesia Open 2019 tampak mengenakan pakaian tradisional Jawa.KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Wasit dan hakim garis Indonesia Open 2019 tampak mengenakan pakaian tradisional Jawa.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X