Cara Kemenpora Berantas Narkoba

Kompas.com - 20/07/2019, 10:58 WIB
Kemenpora memfasilitasi pelatihan untuk pembentukan karakter generasi bangsa  bebas narkoba yang dilaksanakan mulai Selasa (16/7/2019) hingga Jumat (19/7/2019) dan diikuti oleh para pemuda berjumlah 200 orang dari berbagai kota dan kabupaten se Kepulauan Riau. DOK.KEMENPORAKemenpora memfasilitasi pelatihan untuk pembentukan karakter generasi bangsa bebas narkoba yang dilaksanakan mulai Selasa (16/7/2019) hingga Jumat (19/7/2019) dan diikuti oleh para pemuda berjumlah 200 orang dari berbagai kota dan kabupaten se Kepulauan Riau.
|

KOMPAS.com - Kemenpora memfasilitasi pelatihan untuk pembentukan karakter generasi bangsa yang bebas narkoba.

Program ini menyasar kota-kota rawan dengan pengedaran narkoba dan sudah berjalan sejak 2016.

Untuk tahun 2019 ini, program ini mampir di Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya di Kota Batam, setelah sukses digelar di Sulawesi Utara dan Maluku.

Baca juga: Kemenpora Lanjutkan Program Kipan di Kepri

"Target pelatihan adalah di kota-kota yang rawan dengan peredaran narkoba. Kepri salah satu karena berada di wilayah perbatasan," ujar Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Arifin Majid.

Program ini dilaksanakan mulai Selasa (16/7/2019) hingga Jumat (19/7/2019) dan diikuti oleh para pemuda yang berjumlah 200 orang dari berbagai kota dan kabupaten se-Kepri.

Pelatihan tersebut bertempat di Hotel Sahid Batam.

Seusai pelatihan, mereka langsung dikukuhkan sebagai Kader Inti Narkoba oleh oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah dan Pelaksana Tugas Gubernur Kepri, Isdianto, pada hari terakhir pelatihan.

Baca juga: Kemenpora Sambut Timnas Pelajar U-15 dari Portugal

Faisal Abdullah berharap pelatihan-pelatihan yang telah didapat hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk menjaga generasi penerus bangsa yang bebas narkoba.

"Fokusnya sudah jelas. Tujuan kami adalah memerangi narkoba. Manfaatkan materi yang sudah didapat agar tujuan mulia ini tercapai dengan baik," kata Faisal.

"Narkoba harus diperangi. Kalau semua sepakat menolak narkoba, tentu akan hilang sendiri. Bandar-bandar nakal akan bangkrut sendiri karena tak ada yang beli," tutur Faisal.

Senada dengan Faisal, Isdianto juga berharap agar segenap peserta kader inti antinarkoba mampu menularkan nilai-nilai positif kepada masyarakat sekitar sehingga lingkungan tempat tinggal di seluruh pelosok negeri ini bebas dari peredaran narkoba.

Baca juga: Kemenpora Ikut Gagas Deklarasi Lombok

"Kami akan support sesuai dengan kewenangan yang ada. Upaya pihak Kemenpora ini sangat bagus sebab narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa di Kepri," tutur Isdianto.

Bukan tanpa alasan Kemenpora mengadakan pelatihan di Kepri.

Pasalnya, menurut data dari Badan Narkotika Nasional ( BNN), 18 ribu pemuda di Kepri meninggal dunia tiap tahunnya akibat narkoba.



Sumber Kemenpora
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X