Mengenal Formula E, Balapan yang Bakal Ada di Jakarta Tahun 2020

Kompas.com - 14/07/2019, 21:58 WIB
Pebalap Tim Virgin Racing yang dibayangi Robin Frijns berkompetisi di New York E-Prix Formula E Musim 5 pada 13 Juli 2019 di New York, AS. Raksasa cybersecurity Kaspersky menjadi sponsor resmi tim Envision Virgin Racing untuk tahun kedua berturut-turut. AFP/Getty Images for Kaspersky/Mike StobePebalap Tim Virgin Racing yang dibayangi Robin Frijns berkompetisi di New York E-Prix Formula E Musim 5 pada 13 Juli 2019 di New York, AS. Raksasa cybersecurity Kaspersky menjadi sponsor resmi tim Envision Virgin Racing untuk tahun kedua berturut-turut.

KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, baru saja mengumumkan melalui media sosial bahwa ibu kota bakal menjadi salah satu penyelenggara balapan Formula E.

Kabar gembira itu disampaikan setelah Anies Baswedan menyempatkan datang ke New York, Amerika Serikat, untuk bernegosiasi dengan lembaga pengelola Formula E.

Dalam unggahannya di Instagram, Anies menyatakan bahwa Jakarta akan menjadi penyelenggara balap mobil tersebut pada pertengahan 2020 mendatang.

Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E, Musim 2019-2020 atau 2020-2021?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Alhamdulillah, berhasil! Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020. Selepas World Cities Summit di Medellin, langsung terbang ke New York untuk tuntaskan negosiasi dengan lembaga pengelola Formula E. Formula E adalah turnamen balapan terpopuler kedua sesudah Formula 1. Bedanya dengan F1, Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik, dan diadakan di sirkuit jalan raya. Sejak tiga bulan lalu persiapan pertemuan ini telah dilakukan. Tim dari Formula E juga sudah datang khusus melakukan uji lapangan di Jakarta pada 8-9 Juli lalu. Karena Jakarta berkompetisi dengan kota dunia lainnya, maka semua dikerjakan dengan tertib dan tak banyak bicara. Puncak pertemuan dibuat tanggal 13 Juli 2019, bersamaan dengan putaran final Sesi 6 Formula-E. Bernegosiasi dengan Alexandro Agag dan Alberto Longo, para pemimpin tertinggi Formula-E yang juga legenda dunia balap mobil. Walau baru bertatap muka kali ini, tapi kami langsung akrab seakan sudah kenal lama. Suasana negosiasi berlangsung serius, dengan bahan lengkap sudah disiapkan, namun tetap santai dan bersahabat. Di ujungnya kita bersepakat, Jakarta lebih dari layak dipilih menjadi tuan rumah. Ini artinya, mata dan kamera seluruh dunia akan datang dan menyorot Jakarta, ribuan penonton dari seluruh dunia akan hadir langsung. Tak terkira banyaknya juga adalah penonton dari dalam negeri. Yang tak kalah penting adalah manfaat pergerakan ekonomi pun akan dirasakan. Menurut preliminary study, satu event balapan di Jakarta ini akan menggerakkan perekonomian hingga lebih dari 78 juta Euro, atau Rp 1,2 T. Ini adalah kesempatan bagi kesejahteraan, lapangan kerja dan usaha bagi warga Jakarta. InsyaAllah! Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, perjuangan panjang dari seluruh jajaran DKI dan tim telah membuahkan hasil. Bersyukur bahwa ada banyak kota besar dunia berusaha, tapi Jakarta yang berkesempatan. Pada dunia kita kirimkan pesan: Jakarta bukan cuma pemain domestik, Jakarta siap menyongsong, siap sejajar dan makin bersinar di antara megapolitan dunia, dan insya Allah akan makin kokoh hadir di orbit global. Mari Jakarta, kita bersiap jadi tuan rumah laga kelas dunia!

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on Jul 14, 2019 at 2:42am PDT

Lantas, seperti apakah Formula E? Apa bedanya dengan balap mobil Formula 1 (F1) yang selama ini lebih dikenal banyak orang?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Formula E merupakan kepanjangan dari Formula Electric. Dengan kata lain, kendaraan yang dipakai untuk balapan pun adalah mobil bertenaga listrik.

Ajang balapan yang masih bernaung di bawah Federasi Otomotif Internasional (FIA) ini diyakini sebagai balap mobil masa depan karena tergolong ramah lingkungan.

Baca juga: Klasemen F1 2019, Lewis Hamilton Kian Tak Terkejar

Bahkan, Formula E juga disebut-sebut berpotensi menyaingi popularitas balapan bergengsi F1 yang sudah puluhan tahun digelar.

Balapan Formula E kali pertama diselenggarakan pada September 2014 di Beijing, China, dan kini sudah berlangsung lima musim.

CEO Formula E saat ini adalah Alejandro Tarik Agag Longo, seorang pebisnis asal Spanyol yang sudah malang melintang di dunia balap Formula.

Regulasi Formula E

Kendati bertenaga listrik, mobil balap Formula E dinilai sebagai salah satu kendaraan yang punya mesin tercepat di dunia.

Seperti halnya F1, Formula E juga merupakan kompetisi terbuka sehingga berbagai pabrikan dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Pebalap bersaing dalam lomba Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.AFP/GETTY IMAGES/David Dee Delgado Pebalap bersaing dalam lomba Formula E Racing Championship di Brooklyn, New York City, 13 Juli 2019.

Akan tetapi, pada musim pertamanya (2014-2015), semua tim dan pebalap Formula E menggunakan baterai mobil elektrik Spark Renault SRT 01E.

Dengan tenaga listrik, mobil balap Spark Renault SRT 01E memiliki kekuatan 200 kw atau setara dengan 270 bhp (break horse power) dalam mode Max Power.

Mode Max Power sendiri hanya boleh digunakan saat sesi latihan bebas (free practice) atau kualifikasi.

Adapun ketika balapan, para pebalap cuma diperbolehkan menggunakan mode Race Power yang hanya bertenaga maksimal 150 kw atau 202,5 bhp.

Perubahan pada musim kelima

Pada musim kelima, terdapat fitur yang dinamakan Attack Mode, di mana pebalap bakal mendapatkan tambahan daya 25 kw di area tertentu yang telah ditetapkan.

Selain itu, mulai musim 2018-2019, Formula E memperkenalkan mobil Gen2 dengan penambahan kekuatan mobil secara signifikan yakni sebesar 250 kW (335 bhp).

Dengan perkembangan teknologi itu, kebutuhan untuk mengganti mobil atau masuk pit stop bisa dihilangkan, kecuali jika ada kerusakan.

Meski demikian, mobil tersebut masih rentan kehabisan daya jika terjadi insiden yang berujung red flag (dikibarkannya bendera merah) dan safety car, karena balapan pun otomatis akan lebih panjang.

Format balapan

Para pebalap akan menjalani dua sesi latihan bebas yang masing-masingnya berlangsung selama 45 menit dan 30 menit.

Tadinya, untuk sesi latihan bebas, pebalap menggunakan dua mobil. Namun, dengan adanya teknologi Gen2, kini hanya perlu menggunakan satu mobil.

Penentuan grid balapan Formula E juga dilakukan melalui sesi kualifikasi yang berlangsung selama satu jam.

Masing-masing pebalap hanya bisa menggunakan satu mobil. Pebalap yang tercepat pada sesi kualifikasi bukan hanya berhak start terdepan saat balapan, tapi juga memperoleh tiga poin.

Saat kualifikasi, dengan daya penuh 250 kW, para pebalap dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari lima atau enam pebalap, dengan masing-masing kelompok memiliki enam menit untuk mencatatkan waktu putaran terbaik mereka.

Sejak musim kedua, enam pembalap tercepat akan lanjut ke sesi kualifikasi berikutnya untuk menentukan enam posisi grid teratas.

Baca juga: Indonesia Open 2019, Saatnya Jonatan dan Ginting Naik Level

Balapannya sendiri berlangsung selama 45 menit plus satu putaran tambahan.

Hingga musim keempat, pebalap masih boleh melakukan pit stop untuk mengganti mobil. Tetapi, pada musim kelima, peraturan itu dihapus.

Di Formula E juga tidak diperbolehkan mengganti ban kecuali ban itu rusak atau tertusuk sesuatu.

Di luar itu, ban tidak boleh diganti karena permukaan bannya sudah dibuat sedemikian rupa untuk dapat digunakan dalam berbagai cuaca.

Saat Race Mode, daya maksimum dibatasi hingga 200 kW (268bhp). Poin diberikan menggunakan sistem standar FIA (25-18-15-12-10-8-6-4-2-1).

Saat ini, balapan Formula E diikuti oleh 11 tim yang masing-masingnya diperkuat dua pebalap.

Sudah pernah dijajal Rio Haryanto

Rio Haryanto usai jalani tes Formula E di Valencia Rio Haryanto usai jalani tes Formula E di Valencia

Mantan pebalap F1 asal Indonesia, Rio Haryanto, merupakan salah satu yang sudah menjajal mobil Formula E.

Rio Haryanto mendapatkan kesempatan itu setelah adanya ajakan dari CEO Formula E, Alejandro Agag, pada tahun 2017.

Kala itu, Agag berpendapat bahwa Rio memiliki dukungan yang besar dari masyarakat Tanah Air, sehingga bisa sekaligus mempromosikan Formula E di Indonesia.

Rio Haryanto pun kemudian menjajal mobil Spark SRT 01E di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babak Pertama Juventus Vs Genoa, Gol Sepak Pojok Cuadrado Jadi Pembeda

Babak Pertama Juventus Vs Genoa, Gol Sepak Pojok Cuadrado Jadi Pembeda

Liga Italia
Hasil F1 GP Arab Saudi: Hamilton Asapi Verstappen, Perebutan Titel Juara Dunia Sengit!

Hasil F1 GP Arab Saudi: Hamilton Asapi Verstappen, Perebutan Titel Juara Dunia Sengit!

Sports
2 Cara Melakukan Lompat Kangkang

2 Cara Melakukan Lompat Kangkang

Sports
Link Live Streaming Juventus Vs Genoa, Kickoff 02.45 WIB

Link Live Streaming Juventus Vs Genoa, Kickoff 02.45 WIB

Liga Italia
Ralf Rangnick Debut Latih Man United, Fred 'Raja Pressing' Pahlawan, Ronaldo...

Ralf Rangnick Debut Latih Man United, Fred "Raja Pressing" Pahlawan, Ronaldo...

Liga Inggris
Hasil Man United Vs Crystal Palace: Gol Fred Hiasi Debut Ralf Rangnick, Setan Merah Menang 1-0

Hasil Man United Vs Crystal Palace: Gol Fred Hiasi Debut Ralf Rangnick, Setan Merah Menang 1-0

Liga Inggris
Hasil Tottenham Vs Norwich: Son Heung-min Samai Catatan Pires, Spurs Menang

Hasil Tottenham Vs Norwich: Son Heung-min Samai Catatan Pires, Spurs Menang

Sports
Hasil Piala AFF: Hari Pertama Lahirkan 5 Gol, Kemenangan untuk Thailand dan Singapura

Hasil Piala AFF: Hari Pertama Lahirkan 5 Gol, Kemenangan untuk Thailand dan Singapura

Internasional
Hasil Arema FC Vs Bali United: Singo Edan Catat Rekor, tapi Gagal Gusur Persib

Hasil Arema FC Vs Bali United: Singo Edan Catat Rekor, tapi Gagal Gusur Persib

Liga Indonesia
Babak I Man United Vs Crystal Palace: 'Pressing' ala Rangnick, 12 Tembakan, Skor 0-0

Babak I Man United Vs Crystal Palace: "Pressing" ala Rangnick, 12 Tembakan, Skor 0-0

Liga Inggris
Juventus Vs Genoa - Pujian Shevchenko untuk Bianconeri Asuhan Allegri

Juventus Vs Genoa - Pujian Shevchenko untuk Bianconeri Asuhan Allegri

Liga Italia
Qatar Janjikan Stadion Penuh saat Piala Dunia 2022

Qatar Janjikan Stadion Penuh saat Piala Dunia 2022

Sports
Babak I Arema FC Vs Bali United: Carlos Fortes Dijambak dan Diredam, Skor 0-0

Babak I Arema FC Vs Bali United: Carlos Fortes Dijambak dan Diredam, Skor 0-0

Liga Indonesia
“Ronaldo Seharusnya seperti Messi dan Jadi Lebih Santai”

“Ronaldo Seharusnya seperti Messi dan Jadi Lebih Santai”

Liga Inggris
Hasil Piala AFF Timor Leste Vs Thailand: Tripoin Perdana untuk Tim Gajah Perang

Hasil Piala AFF Timor Leste Vs Thailand: Tripoin Perdana untuk Tim Gajah Perang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.