Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E, Musim 2019-2020 atau 2020-2021?

Kompas.com - 14/07/2019, 19:51 WIB
Balap Formula E, balap mobil listrik Balap Formula E, balap mobil listrik

KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan kabar bahwa balapan mobil Formula E akan menyambangi ibu kota.

Anies yang menghadiri World Cities Summit di Medellin, Kolombia, menyempatkan terbang ke New York untuk menuntaskan negosiasi dengan lembaga pengelola Formula E.

Menurut Anies, Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah seri balapan mobil bertenaga listrik itu pada pertengahan 2020 mendatang.

"Alhamdulillah, berhasil! Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020," tulis Anies dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (14/7/2019).

Anies menjelaskan bahwa negosiasi dengan penyelenggara Formula E dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta telah berlangsung lama.

Tim Formula E, kata Anies, juga telah datang ke Jakarta untuk uji lapangan pada 8-9 Juli lalu.

"Puncak pertemuan dibuat tanggal 13 Juli 2019, bersamaan dengan putaran final Sesi 6 Formula-E. Bernegosiasi dengan Alexandro Agag dan Alberto Longo, para pemimpin tertinggi Formula-E yang juga legenda dunia balap mobil," kata Anies menjelaskan.

Baca juga: Jadwal Formula E 2019-2020 Diumumkan, Seoul dan London Jadi Venue Baru

"Di ujungnya, kami bersepakat, Jakarta lebih dari layak dipilih menjadi tuan rumah. Ini artinya, mata dan kamera seluruh dunia akan datang dan menyorot Jakarta, ribuan penonton dari seluruh dunia akan hadir langsung," ungkap Anies.

Anies berharap kehadiran Formula E di Jakarta akan mendongkrak perekonomian masyarakat ibu kota.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Alhamdulillah, berhasil! Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020. Selepas World Cities Summit di Medellin, langsung terbang ke New York untuk tuntaskan negosiasi dengan lembaga pengelola Formula E. Formula E adalah turnamen balapan terpopuler kedua sesudah Formula 1. Bedanya dengan F1, Formula E menggunakan mesin bertenaga listrik, dan diadakan di sirkuit jalan raya. Sejak tiga bulan lalu persiapan pertemuan ini telah dilakukan. Tim dari Formula E juga sudah datang khusus melakukan uji lapangan di Jakarta pada 8-9 Juli lalu. Karena Jakarta berkompetisi dengan kota dunia lainnya, maka semua dikerjakan dengan tertib dan tak banyak bicara. Puncak pertemuan dibuat tanggal 13 Juli 2019, bersamaan dengan putaran final Sesi 6 Formula-E. Bernegosiasi dengan Alexandro Agag dan Alberto Longo, para pemimpin tertinggi Formula-E yang juga legenda dunia balap mobil. Walau baru bertatap muka kali ini, tapi kami langsung akrab seakan sudah kenal lama. Suasana negosiasi berlangsung serius, dengan bahan lengkap sudah disiapkan, namun tetap santai dan bersahabat. Di ujungnya kita bersepakat, Jakarta lebih dari layak dipilih menjadi tuan rumah. Ini artinya, mata dan kamera seluruh dunia akan datang dan menyorot Jakarta, ribuan penonton dari seluruh dunia akan hadir langsung. Tak terkira banyaknya juga adalah penonton dari dalam negeri. Yang tak kalah penting adalah manfaat pergerakan ekonomi pun akan dirasakan. Menurut preliminary study, satu event balapan di Jakarta ini akan menggerakkan perekonomian hingga lebih dari 78 juta Euro, atau Rp 1,2 T. Ini adalah kesempatan bagi kesejahteraan, lapangan kerja dan usaha bagi warga Jakarta. InsyaAllah! Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, perjuangan panjang dari seluruh jajaran DKI dan tim telah membuahkan hasil. Bersyukur bahwa ada banyak kota besar dunia berusaha, tapi Jakarta yang berkesempatan. Pada dunia kita kirimkan pesan: Jakarta bukan cuma pemain domestik, Jakarta siap menyongsong, siap sejajar dan makin bersinar di antara megapolitan dunia, dan insya Allah akan makin kokoh hadir di orbit global. Mari Jakarta, kita bersiap jadi tuan rumah laga kelas dunia!

Sebuah kiriman dibagikan oleh Anies Baswedan (@aniesbaswedan) pada 14 Jul 2019 jam 2:42 PDT

"Menurut preliminary study, satu event balapan di Jakarta ini akan menggerakkan perekonomian hingga lebih dari 78 juta Euro, atau Rp 1,2 triliun," ujar Anies.

Balapan Formula E digagas oleh Alejandro Agag sejak 2012 dengan seri balapan pertama digelar di Beijing, China, pada 13 September 2014.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X