Megan Rapinoe, Atlet Gay Penentang Trump

Kompas.com - 28/06/2019, 11:53 WIB
Megan Rapinoe (kanan) Megan Rapinoe (kanan)


PARIS, Kompas.com - Kapten timnas sepakbola puteri  Amerika Serikat, Megan Rapinoe meminta rekan setimnya untuk berpikir ulang apabila mereka merupakan pedukung Presiden Donald Trump.

Rapinoe yang berusia 33 tahun, menjadi sorotan keras  setelah mengatakan ,"Saya tak akan datang ke fucking White House," saat ditanya apakah ia akan datang bila timnas Amerika Serikat diundang oleh Donald Trump.

Rapinoe yang secara terbuka mengaku sebagai seorang gay,  menyebut Trump sebagai seornag yang sexist dan misoginistik, memandang rendah perempuan. Ia merupakan satu satu dari sekian atlet yang mendukung aksi pemain sepakbola Amerika, Colin Kaepernick yang melakukan protes terhadap perlakuan rasis terhadap kulit hitam dengan berlutut saat lagu kebangsaan "The Star Spangled Banner" dikumandangkan.

Tapi tindakan Rapinoe juga menuai reaksi negatif netizen. Mereka menyebut ucapan dan tindakan Rpainoe mencerminkan  sikap ticak hormat terhadap simbol-simbol negara.

Rapinoe yang tengah memimpin AS jelang perempatfinal Piala Dunia menghadapi tuan rumah Perancis, tidak peduli dengan kontroversi ini.  "Saya tetap pada pernyataan saya bahwa saya tidak ingin datang ke Gedung Putih. Bahkan ibu saya pasti kecewa dengan sikap ini,"kata Rapinoe.

"Mengingat pengorbanan waktu, usaha dan kebanggaan terhadap apa yang sudah kami lakukan dan berharap hal ini akan mewujudkan dunia yang lebih baik, saya pikir lebih baik tidak pergi," katanya lagi.  "Saya berharap rekan-rekan setim saya akan berpikir bahwa apa yang telah kita capai ini akan  dikooptasi oleh pemerintah yang tidak sejalan  dan tidak berjuang untuk hal yang sama."

Rapinoe menyebut hal ini tidak berpengaruh pada persiapan timnya. "Suasana di ruang ganti tim baik-baik saja.  Pernyataan saya (soal gedung Putih) merupakan pernyataan lama.  Sekarang diangkat kembali.  Kami terbuka satu sama lain," katanya.

Rapinoe juga mendapat dukungan dari pelatih Jill Ellis. Ia malah menyalahkan media yang mengangkat masalah itu lagi. "Kami semua mendukung Megan.  Bagi semua pemain, tujuan kami sama, hanya satu menjadi juara. Jadi kami dengan mudah untuk mengabaikan semua komentar di media."

"Orang-orang terkadang tak mau tahu bahwa tim Amerika Serikat  selalu di bawah tekanan. Kmai hanya mencoba fokus terhadap apa yang menjadi target kami," kata Ellis.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X