Kawhi Leonard Lupakan Trauma Kematian Tragis Ayahnya

Kompas.com - 13/06/2019, 10:54 WIB
Kawhi Leonard (putih) dari Toronto Raptors dijaga oleh Andre Iguodala dan DeMarcus Cousins dari Golden State Warriors pada gim kelima final NBA 2019 di Scotiabank Arena pada 10 Juni, 2019, di Toronto, Kanada. Vaughn Ridley/AFPKawhi Leonard (putih) dari Toronto Raptors dijaga oleh Andre Iguodala dan DeMarcus Cousins dari Golden State Warriors pada gim kelima final NBA 2019 di Scotiabank Arena pada 10 Juni, 2019, di Toronto, Kanada.


TORONTO, Kompas.com - Bintang Toronto Raptors, Kawhi Leonard  harus melewati masa yang panjang untuk bangkit dari trauma kematian tragis ayahnya saat ia masih berusia 16 tahun.

Kamis ini (Jumat WIB), Leonard akan memimpin klubnya menggapai sejarah untuk menbjadi klub franchise Kanada pertama yang meraih gelar juara NBA. Bahkan menjadi klub pertama di luar AS yang melakukan hal tersebut.

Leonard memiliki rekor rata-rata 31.1 poin per gim di babak playoff, saat Raptors unggul 3-2 atas juara bertahan Golden State Warriors.

Ketenangan Leonard di lapangan memang sangat membantu mengatasi tekanan yang dirasakan rekan-rekannya  dan bisa menguasai diri dari eforia saat unggul dan tinggal selangkah lagi menjuarai NBA.

Kemampuan inilah yang di,miliki Leonard sejak ia merasakan tragedi kehidupan saat ayahnya, Mark tewas dalam pembunuhan di bengkel cuci mobil miliknya di kawasan kumuh Los Angeles pada 2008. Hingga kini peristiwa pembunuhan ini belum terungkap.

"Ketika itu terjadi, saya sangat memikirkannya.  Namun ketika semakin tua, saya berusaha untuk meulai berhenti memikirkannya,"kata Leonard, Rabu (12/06/2019). "Saya sampai pada kesimpulan bahwa basket dan hidup kita adalah dua hal yang berbeda.  Saya hanya berusaha menikmatinya. saya memainkan bola basket. Nikmati saja. Ini tahun-tahun terbaik dalam hidup saya dengan memainkan bola basket."

"Selagi muda, kita tak harus merasakan tekanan dalam hidup.  Selama keluarga kita sehat, kita bisa bertemu mereka yang kita cintai, kita mampu berjalan dan berlari.  Lakukan saja yang terbaik di lapangan, berusaha untuk menang."

Leonard memang menghadirkan banyak perubahan di Toronto Raptors sejak pindah dari San Antonio Spurs, Juli lalu. Bersama klub lama, ia pernah meraih MVP FInals 2014 dan NBA Defensive Palyer of the year dua musim berturut-turut.

"Ia mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya musim ini. Di babak playoff bahkan lebih baik lagi," kata rekan setimnya, Kyle Lowry.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X