Atlet Lari Amerika Meninggal Setelah 10 Tahun Lawan Kanker

Kompas.com - 12/06/2019, 19:51 WIB
Pelari Amerika, Gabriele Grunewald, saat menyentuh garis finis di lomba lari wanita 1500 meter di Track and Field Outdoor Championship, Hornet Stadium, Sacramento, California, 22 Juni 2017. Grunewald meninggal dunia pada Kamis 12 Juni 2019 setelah 10 tahun berjuang melawan kanker. Patrick Smith/Getty Images/AFP Pelari Amerika, Gabriele Grunewald, saat menyentuh garis finis di lomba lari wanita 1500 meter di Track and Field Outdoor Championship, Hornet Stadium, Sacramento, California, 22 Juni 2017. Grunewald meninggal dunia pada Kamis 12 Juni 2019 setelah 10 tahun berjuang melawan kanker.

KOMPAS.com - Pelari jarak menengah asal Amerika Serikat, Gabriele “Gabe” Grunewald, meninggal dunia pada usia 32 tahun akibat kanker.

Kabar kepergian atlet lari asal Minnesota ini diunggah oleh suami Gabe, Justin Grunewald, melalui akun Instagram-nya.

“Pada pukul 7:52 saya berkata, 'saya tidak bisa menunggu sampai saya bisa melihat Anda lagi' kepada pahlawan saya, sahabat saya, inspirasi saya, istri saya,” tulis Justin.

Baca juga: 10 Atlet Indonesia Ikuti Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha

“Aku selalu merasa seperti Robin bagi Batmanmu dan aku tahu tidak akan pernah bisa mengisi lubang menganga ini di hatiku atau mengisi sepatu yang kau tinggalkan. Keluargamu sangat menyayangimu, begitu juga teman-temanmu,” Justin melanjutkan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

At 7:52 I said “I can’t wait until I get to see you again” to my hero, my best friend, my inspiration, my wife. @gigrunewald I always felt like the Robin to your Batman and I know I will never be able to fill this gaping hole in my heart or fill the shoes you have left behind. Your family loves you dearly as do your friends. When @chipgaines made the final push in his #chipinchallenge I could feel your happiness building and could also see that this made you ready to head up to heaven. Chip thanks for helping her to go up so peacefully with no suffering. To everyone else from all ends of the earth, Gabriele heard your messages and was so deeply moved. She wants you to stay brave and keep all the hope in the world. Thanks for helping keep her brave in her time of need ???????????? #keeprunningonhope #bravelikegabe ???? @pixelcrave ???? @kohjiro_kinno

A post shared by Justin Grunewald (@justingrunewald1) on Jun 11, 2019 at 6:35pm PDT

Kepergian Gabe mengundang simpati Komite Olimpiade Amerika Serikat. Dalam Twitter-nya, mereka menyatakan bahwa Gabe telah banyak menginspirasi banyak orang, terutama tim atletik Amerika.

Baca juga: Kenya, Tuan Rumah Kejuaraan Atletik Tunarungu Afrika

"Terima kasih telah mengajari kami apa artinya berani dan berani. Kisah dan ingatan Anda akan menginspirasi keluarga Tim USA untuk seumur hidup,” tulis Komite Olimpiade Amerika Serikat dalam Twitter-nya.

Gabe berjuang melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya selama 10 tahun. Dokter memvonis Gabe terkena karsinoma kistik adenoid pada 2009. Penyakit ini merupakan kanker jenis langka yang biasanya menyerang bagian kelenjar ludah.

Baca juga: IAAF Akan Cabut Skorsing Atlet Atletik Rusia

Ia harus menjalani serangkaian perawatan untuk menyembuhkan kankernya. Bahkan, Gabe harus kehilangan separuh organ hatinya pada 2016 karena terserang tumor.

Selama hampir satu dekade, Gabe berkompetisi di level tertinggi di seluruh dunia. Pada tahun 2014, ia membawa pulang emas dalam kejuaraan lari 3.000 meter di Track & Field Indoor Amerika Serikat.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X