Klub Israel Meminta Pemainnya Menggunakan Nama Alias

Kompas.com - 11/06/2019, 23:58 WIB
Pafra pendukung klub Israel, Beitar Jerusalem Pafra pendukung klub Israel, Beitar Jerusalem

 

JERUSALEM, Kompas.com - Pendukung klub sepakbola Israel Beitar Jerusalem meminta  pemain baru klub tersebut, Ali Mohammed menggunakan nama panggilan atau nama alias.

"Seperti para pemain di masa lalu, Ali Mohamed harus  memilih nama panggilan alias jika ia ingin bermain di Teddy," ungkap pendukung klub melalui akun Facebook mereka yang memiliki 36 ribu follower.

Beitar Jerusalem memang bermarkas di Stadium Teddy di kota tersebut. KLub ini memang memiliki sejarah buruk dan anti Muslim dan Arab.

Namun Ali Mohamed  bukanlah seorang muslim dan Arab. Pemain asal Niger ini merupakan penganut Kristen.  Ia ditransfer dari klub Maccabi  Netanya dengan nilai 2.5 juta dolar AS.

Klub divisi satu Israel ini tidak pernah merekrut pemain etnis Arab, meski etnis ini  berjumlah 17.5 persen dari keseluruhan populasi Israel.

Pada 2013 klub merekrut dua pemain muslim asal Chechnya. Keputusan ini menuai kritik dan kecaman dari para pendukung,. Akibatnya klub terpaksa  menyewa jasa pengawalan untuk mengawal para pemain.

Pada 2017, pelatih Eli Cohen  mengundurkan diri akibat tekanan setelah mengatakan tidak akan merekfrut pemain muslim.

Manajemen klub sendiri  medukung masuknya Ali Mohamed.  "Kami bangga bisa mengontrak Ali Mohamed, pemain asing terbaik di liga," demikian pernyataan tertulis klub.
"Kami mengetahui reaksi dan ancaman  menyusul transfer Ali Mohamed dan kami tak akan membiarkan  minoritas merusak reputasi klub."

Beitar Jerusalem tengah  melakukan kampanye perubahan citra mereka dan pada 2017 lalu, menerima penghargaan atas perjuangan mereka menentang praktik rasialisme.



Terkini Lainnya


Close Ads X