Tenang dan Tak Bertele-tele Jadi Keunggulan Pelatih CLS Knights

Kompas.com - 22/05/2019, 17:40 WIB
Ada asa yang bakal diwujudkan BTN CLS Knights Indonesia saat laga melawan Taiwan Formosa Dreamers mendatang dalam lanjutan Liga Bola Basket ASEAN (ABL) musim 2018-2019.
BTN CLS Knights IndonesiaAda asa yang bakal diwujudkan BTN CLS Knights Indonesia saat laga melawan Taiwan Formosa Dreamers mendatang dalam lanjutan Liga Bola Basket ASEAN (ABL) musim 2018-2019.

KOMPAS.com - Pelatih BTN CLS Knights, Brian Maurice Rowsom, disebut-sebut bakal menyandang jabatan sebagai pelatih tim nasional bola basket Indonesia pada masa mendatang.

Pria asal New Jersey, Amerika Serikat, itu mulai dilirik Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) berkat keberhasilannya membawa CLS Knights juara Asean Basketball League (ABL) 2018-2019.

Baca juga: Hendra Setiawan Soal Perubahan Ganda Putra Denmark

Rowsom diyakini bisa memberikan dampak positif terhadap timnas basket Indonesia terkait target lolos ke FIBA World Cup 2023.

Para pemain lokal CLS Knights, seperti Sandy Febiansyakh Kurniawan, Arief Hidayat, dan Febri Utomo, mensyukuri kehadiran Rowsom sebagai pelatih mereka.

"Dia (Rowsom) itu tenang. Saat pertandingan, meski tim dalam keadaan tertekan atau tertinggal, dia tetap tenang sehingga saat dia memberikan arahan kepada pemain pun enak," kata Febri kepada Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

"Kita bisa lihat saat situasi tertinggal, Coach Brian itu tidak menunjukkan ekspresi, sehingga pemain pun juga tetap tenang dan fokus. Kalau tenang, pelatih juga tidak bingung saat memimpin tim," tutur dia.

Pelatih klub basket BTN CLS Knights Indonesia Brian Rowsom. Klub asal Surabaya itu mengikuti Liga Bola Basket ASEAN musim 2018-2019. BTN CLS Knights Indonesia Pelatih klub basket BTN CLS Knights Indonesia Brian Rowsom. Klub asal Surabaya itu mengikuti Liga Bola Basket ASEAN musim 2018-2019.

Lain halnya dengan pendapat Sandy. Menurut dia, Rowsom adalah pelatih yang tergolong teliti, tetapi enggan bertele-tele.

"Kedatangan dia di CLS sangat membantu. Dia juga tahu bagaimana caranya agar pemain tetap fresh. Dia selalu beri dorongan yang solid," tutur Sandy.

Satu hal lain yang membuat Sandy terkejut adalah kebiasaan Rowsom saat di luar rutinitas latihan dan pertandingan.

Berdasarkan pengamatan Sandy, Rowsom adalah orang yang benar-benar menghabiskan mayoritas hidupnya untuk olahraga bola basket.

"Baru kali ini saya lihat orang yang hidupnya basket terus. Di bus, dia buka laptop untuk cari tahu tentang basket. Saya berpikir, 'Gila, ya, kita belum masuk kamar saja, dia sudah siapkan semua'. Unik memang," kata Sandy.

Baca juga: Arsenal Diminta Tiru Prestasi Liverpool

Managing Partner CLS Knights, Christopher Tanuwidjaja, menjadi penghubung antara Brian Rowsom dan Perbasi.

Kedua belah pihak sudah dipertemukan Itop, sapaan akrab Christopher, pada Selasa kemarin untuk membahas filosofi Rowsom dalam melatih.

Selain itu, Perbasi juga punya rencana untuk menaturalisasi pemain asing CLS Knights asal Amerika Serikat, Maxie Esho.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X