Karena Pemain Pelarian, Turki Tolak Siaran Langsung NBA

Kompas.com - 14/05/2019, 23:24 WIB
Enes Kanter Enes Kanter

ANKARA, Kompas.com  - Untuk pertamakali Turki tidak akan menyiakan secara langsung pertandingan final wilayah barat NBA karena  melibatkan klub Portland Trail Balzers yang diperkuat Enes Kanter, pemain pelarian politik negeri itu.

Televisi Turki, S Sport yang biasa menyiarkan pertandingan kompetisi NBA di Turki  memutuskan tidak akan menyiarkan pertandingan Portland Trail Blazers agar Kanter tidak terekspos ke negara tersebut.

Televisi dan media massa Turki lainnya memang tidak pernah menyiarkan kiprah Kanter di NBA.  Bahkan ketika Kanter tampil cemerlang dengan mencetak 12 poin dan 13 rebound saat Trail Blazers menyingkirkan Denver Nuggets dan lolos ke final wilayah barat NBA.

Kemenangan atas Denver ini membuat Trail Blazerrs lolos ke  final wilayah, satu langkah menjelang final NBA. Bila tim Kanter lolos ke final, tampaknya akan mengalami nasib serupa untuk tidak disiarkan. Padahal  final kompetisi NBA selalu disiarkan secara langsung ke Turki sejak 1990-an.

"Saya pastikan bahwa kami tidak akan menyiarkan pertandingan  Warriors menghadapi Blazers," kata komentator olahraga S Sport, Omer Sarac. "Lebih jauh, bila Trail Blazers lolos ke final, juga tidak akan disiarkan.  Ini hukan tentang kami, tetapi harus dilakukan."

Pihak S Sport menyebut mereka hanya akan menayangkan final wilayah timur yang mempertemukan Toronto Raptors dan Milwaukee Bucks.

Kanter merupakan penentang Presiden Turki saat ini Tayyip Erdogan dan menyebut dirinya merupakan pendukung ulama karismatik Fathullah Gulen yang kini bermukim di AS. Pemerintah Erdogan menuduh Gullen berada di belakang gerakan kudeta yang gagal pada 2016 lalu, namun dibantah oleh ulama tersebut.

Oleh pemerintah Turki, Kanter digolongkan sebagai teroris yang dibantah pemain ini. Pihak pemerintah Turki juga meminta ekstradisi dari pemerintah AS.

Meski begitu, penggemar NBA di Turki masih bisa menyaksikan pertandingan NBA melalui TV NBA atau pun streaming.

Kanter yang masih meninggalkan keluarganya di Turki sempat menayangkan pesan buat ibunya melalui Twitter dan meminta para penggemarnya di Turki untuk menyampaikan pesannya kepada ibunya.  Pemerintah Turki memang telah memblokir semua akun media sosial milik Kanter.

"Kami  akan menghadapi pertandingan penting hari ini. Saya tahu anda semua tidak dapat menyaksikan saya. Tetapi tolong doakan  saya dan  semua anggota tim saya," kata Kanter. Ia juga menyampaikan pesan kepada ibunya,"Banggalah dengan anakmu karena anakmu mengorbankan segalanya untuk mempertahankan pendirian  tentang hak asasi manusia,  demokrasi dan kebebasan."



Terkini Lainnya


Close Ads X