Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Rugby, Jepang Andalkan Bir Merek Lokal

Kompas.com - 07/05/2019, 18:41 WIB
Pangeran Harry merupakan die hard fans olah raga rugby. Pangeran Harry merupakan die hard fans olah raga rugby.

TOKYO, KOMPAS.com - Ada hubungan erat antara olahraga rugby dan minuman bir.

Sebagai olahraga dengan popularitas tinggi di Australia dan Irlandia, misalnya, rugby memang karib dengan bir.

Para penonton, utamanya, sebagaimana warta laman bangkokpost.com, sebelum, saat, dan usai pertandingan, meminum bir.

Dengan kata lain, ketersediaan bir yang melimpah-ruah begitu identik dengan penyelenggaraan pertandingan olahraga rugby.

Pada Piala Dunia Rugby 2015, tuan rumah Inggris bahkan menggelontorkan hingga 2 juta liter bir selama penyelenggaraan berlangsung.

Pertama

Teknik menuang bir Heineken dengan posisi kemiringan gelas 45 derajat. Jangan sampai selang penuang bersentuhan dengan bibir botol. Nanti birnya tidak higienis, kata Global Draught Master Heineken Erik Tackenkamp.Kompas.com/Josephus Primus Teknik menuang bir Heineken dengan posisi kemiringan gelas 45 derajat. Jangan sampai selang penuang bersentuhan dengan bibir botol. Nanti birnya tidak higienis, kata Global Draught Master Heineken Erik Tackenkamp.

Tantangan yang kemudian mengemuka adalah tatkala Jepang menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby, tahun ini.

Pertandingan dimulai pada 20 September 2019. Pada waktu itu, Jepang bakal berlaga melawan Rusia di Tokyo di gelaran pembuka.

Jepang terkait rugby itu adalah negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah.

Jepang, oleh sementara kalangan olahraga rugby di luar Asia, dianggap tidak punya "kultur" atau kebiasaan atau budaya minum bir.

Maka, masuk akal jika informasi-informasi bahwa minuman bir bakal tak tersedia memadai selama Piala Dunia mengemuka ke mana-mana.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X