Ini Salah Satu Apresiasi untuk Manusia Tercepat Asia Tenggara

Kompas.com - 02/05/2019, 17:05 WIB
Ruang 4 ujian nasional SMA 2 Negeri Mataram tanpa Lalu Muhammad Zohri. Atlet juara dunia, Zohri dititipkan di SMA Negeri Ragunan untuk mengikuti UN karena padatnya latihan menjelang olimpiade 2020.KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATI Ruang 4 ujian nasional SMA 2 Negeri Mataram tanpa Lalu Muhammad Zohri. Atlet juara dunia, Zohri dititipkan di SMA Negeri Ragunan untuk mengikuti UN karena padatnya latihan menjelang olimpiade 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lalu Muhammad Zohri mencatatkan dirinya sebagai manusia tercepat Asia Tenggara, saat ini.

Pada Kejuaraan Atletik Asia di Doha, Qatar pada 21-24 April 2019, Kelahran Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1 Juli 2000 itu meraih catatan waktu 10,13 detik di final nomor lomba lari 100 meter putra.

Capaian Zohri melampaui rekor Asia Tenggara sebelumnya yakni 10,17 detik.

Adalah pelari cepat, juga asal Indonesia, Suryo Agung yang menorehkan catatan 10,17 detik itu.

Rekor berumur 10 tahun itu akhirnya tumbang oleh prestasi Zohri.

(Baca: Ini Fokus Juara Dunia Lari Asal Indonesia)

Saat ini, Zohri tengah menanti kelulusannya dari sekolah menengah atas.

Bungsu dari empat bersaudara itu adalah siswa SMA Negeri 2 Mataram, NTB.

(Baca: Ini Pesan dari Teman Sekolah untuk Zohri yang Ikut UNBK di Jakarta)

Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (no.400) beradu kecepatan dengan pelari lainnya saat babak semifinal Lari 100 meter Putra Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (no.400) beradu kecepatan dengan pelari lainnya saat babak semifinal Lari 100 meter Putra Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018).

Apresiasi
Berdiri di kiri dari arah pembaca, Ketua Pengawas Yayasan Baitulmaal Muamalat (BMM) Riksa Prakoso dan Direktur Eksekutif BMM Teten Kustiawan (kanan) saat peluncuran Program Beasiswa Sarjana Muamalat di Jakarta, Kamis (2/5/2019).Kompas.com/Josephus Primus Berdiri di kiri dari arah pembaca, Ketua Pengawas Yayasan Baitulmaal Muamalat (BMM) Riksa Prakoso dan Direktur Eksekutif BMM Teten Kustiawan (kanan) saat peluncuran Program Beasiswa Sarjana Muamalat di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Ikhwal apresiasi untuk Zohri, menjawab pertanyaan Kompas.com, Direktur Utama Baitulmaal Muamalat (BMM) Teten Kustiawan mengatakan bahwa atlet berprestasi memang pantas mendapatkan penghargaan.

Teten mengatakan pada program BMM yakni Program Beasiswa Sarjana Muamalat, pihaknya memang masih mengutamakan mahasiswa dengan prestasi akademik yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan pendidikannya.

"Prestasi akademiknya di IPK 3.0," tutur pria berkacamata itu.

Lebih lanjut, Teten mengatakan, peluang bagi atlet berprestasi, termasuk untuk Zohri, terbuka juga melalui program BMM ini.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X