Djarum Sirnas Kembali Digelar

Kompas.com - 01/04/2019, 17:05 WIB
Perhelatan akbar Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) akan kembali bergulir di delapan kota sepanjang tahun 2019 ini. Seri pertama Djarum Sirnas yang berlangsung di GOR Satria, yang terletak di Jalan Prof Suharso No 50, Purwokerto, Jawa Tengah, sudah memasuki hari  pertama, Senin (1/4). Perhelatan akbar Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) akan kembali bergulir di delapan kota sepanjang tahun 2019 ini. Seri pertama Djarum Sirnas yang berlangsung di GOR Satria, yang terletak di Jalan Prof Suharso No 50, Purwokerto, Jawa Tengah, sudah memasuki hari pertama, Senin (1/4).



PURWOKERTO, Kompas.com - Perhelatan akbar Djarum Sirkuit Nasional ( Djarum Sirnas) akan kembali bergulir di delapan kota sepanjang tahun 2019 ini. Seri pertama Djarum Sirnas yang berlangsung di GOR Satria, yang terletak di Jalan Prof Suharso No 50, Purwokerto, Jawa Tengah, sudah memasuki hari  pertama, Senin (1/4).

Bertajuk Djarum Sirkuit Nasional Premier Li Ning Jawa Tengah Open 2019, turnamen ini diikuti oleh 959 pemain dan akan memperebutkan sebanyak 19 gelar dari berbagai sektor. Yaitu sektor tunggal pemula putra & putri, tunggal remaja putra & putri, tunggal taruna putra & putri, tunggal dewasa putra & putri, ganda pemula putra & putri, ganda remaja putra & putri, ganda taruna putra & putri, ganda dewasa putra & putri, ganda campuran remaja, ganda campuran taruna, dan ganda campuran dewasa.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan bahwa turnamen Djarum Sirnas ini sudah menjadi satu hal penting bagi klub bulu tangkis tanah air. Pasalnya, turnamen ini bisa menjadi tolak ukur bagi klub-klub tersebut, dan juga memberikan kesempatan bagi mereka yang berada di pulau jawa untuk bisa tetap turut bersaing.

“Djarum Sirnas menjadi suatu hal yang penting dan baik. Ini menjadi ajang untuk kompetisi yang di-set-up oleh kami (PP PBSI) sebagai tolak ukur masing-masing klub yang ada di seluruh Indonesia, sejauh mana kemampuan para atlet-atletnya bisa bersaing. Selain itu pun dari delapan kota yang bakal menjadi tuan rumah, empat di antaranya bakal berlangsung di luar pulau jawa. Hal itu menjadi salah satu upaya kami agar para klub-klub yang ada di luar pulau jawa bisa tetap ambil bagian dan ikut bersaing,“ tuturnya.

“Tak hanya itu, Djarum Sirnas pun menjadi salah satu jalur untuk para pemain junior yang ingin masuk ke Pelatnas. Karena semakin banyak gelar-gelar juara yang didapatkan di delapan seri Djarum Sirnas tahun ini, semakin berpeluang besar pula bagi mereka untuk bisa masuk ke Pelatnas nantinya, karena ranking nasional mereka pun bakal terus meningkat,” tambahnya.

Total hadiah sebesar Rp 370 juta di Djarum Sirnas seri pembuka ini siap digelontorkan. Hadiah itu terbagi Rp 220 juta untuk kategori dewasa, Rp 70 juta untuk kategori taruna, 50 juta untuk kategori remaja, dan 30 juta untuk kategori taruna. Diharapkan dengan reward tersebut bisa menambah semangat para pemain.

Menariknya lagi, pada Djarum Sirnas seri pembuka tahun ini pun tak hanya diikuti oleh para pemain dari berbagai klub tanah air saja.  Sebanyak enam wakil Pelatnas PBSI Cipayung, serta beberapa pemain mancanegara seperti dari India, Srilanka, dan Malaysia juga dipastikan bakal ambil bagian untuk berburu gelar di Djarum Sirnas Premier Jawa Tengah Open 2019.

“Tentunya ini menjadi salah satu bukti betapa pentingnya Djarum Sirnas. Karena selain pemain-pemain dari klub, di seri pertama ini pun bakal diikuti oleh para pemain pelatnas dan mancanegara. Semoga saja mereka semua bisa tampil all out dan menyuguhkan permainan menarik. Khusunya untuk para pemain pelatnas, ini bisa jadi ajang pembuktian bagi mereka untuk bisa menerapkan apa yang sudah didaptkan selama latihan di pelatnas,” jelas Budiharto.

Para pemain pelatnas pratama yang ikut serta itu di antaranya satu pasangan ganda putra Bernadus Bagas Kusuma Wardana/Dwiki Rafian Restu, tiga ganda putri Metya Inayah Cindiani/ Amalia Cahaya Pratiwi, Melani Mamahit/Tryola Nadia, dan Rayhan Vania Salsabila/Febby Valencia Dwijayanti Gani, serta dua pasangan ganda campuran Dwiki/Melani dan Bernadus/Tryola.

Budiharto berharap perhelatan Djarum Sirnas di Purwokerto bisa dimanfaatkan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya untuk bisa menyaksikan turnamen bulu tangkis secara langsung.

“Purwokerto adalah kota yang antusias terhadap olahraga bulu tangkis yang cukup baik. Ini satu kesempatan yang baik untuk Purwokerto dengan bisa melihat kiprah pemain bulu tangkis Nasional kita berlaga,” pungkas Budiharto.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X