Jakarta Layak Punya Stadion Sendiri

Kompas.com - 15/03/2019, 18:15 WIB
Foto udara di pengujung senja kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (26/12/2017). KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Foto udara di pengujung senja kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (26/12/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com - Dimulainya peletakan batu pertama dan pembangunan Stadion Internasional Jakarta (SIJ) atau yang lazim dikenal dengan nama Stadion Taman BMW pada Kamis (14/3/2019) memunculkan sambutan positif.

Stadion yang terletak di kawasan Sunter, Jakarta Utara itu, menurut rencana bakal rampung pada 2021.

Stadion yang bakal berkapasitas 82.000 tempat duduk itu nantinya akan tersambung dengan akses transportasi massal.

"Iya, Jakarta layak punya stadion sendiri," kata Product Head Property Backed Finance (PBF) BFI Finance Fahmi Ready dalam perbincangan dengan Kompas.com di sela-sela peluncuran kembali program PBF pada ajang Megabuild Indonesia 2019.

(Baca: Wajah Stadion Modern yang Akan Hadir di Jakarta pada 2021)

Lebih lanjut, Fahmy mengatakan jika stadion berskala modern itu sudah jadi, gedung olahraga itu bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga DKI Jakarta, khususnya.

"Stadion Gelora Bung Karno itu kan kebanggaan negara. Sementara, Stadion BMW kebanggaan DKI Jakarta," kata pria yang pernah bertugas di BFI Finance Bandung, Jawa Barat ini.

Pembiayaan

Rancangan Stadion Internasional Jakarta yang dibuat oleh PT Pandega Desain Weharima selaku pemenang sayembara desain stadion tersebut. Stadion ini direncanakan akan dibangun Taman BMW (Bersih-Manusiawi-Berwibawa) Sunter, Jakarta Utara.PT Pandega Desain Weharima Rancangan Stadion Internasional Jakarta yang dibuat oleh PT Pandega Desain Weharima selaku pemenang sayembara desain stadion tersebut. Stadion ini direncanakan akan dibangun Taman BMW (Bersih-Manusiawi-Berwibawa) Sunter, Jakarta Utara.

Ikhwal pembiayaan pembangunan SIJ, Fahmi mengatakan bahwa lazimnya pembangunan infrastruktur, baik milik pemerintah atau swasta, sindikasi perbankan biasanya menjadi pilihan yang lazim.

"Apalagi, biayanya besar. Triliunan kan ya," tutur Fahmi.

Catatan terkumpul Kompas.com menunjukkan, pembangunan SIJ menelan biaya hingga Rp 4,5 triliun.

(Baca: Anggaran Pembangunan Stadion BMW Capai Rp 4,5 Triliun)

Fahmi lebih lanjut mengatakan lembaga pembiayaan seperti juga BFI Finance saat ini memang belum berpartisipasi.

Lembaga pembiayaan hingga kini berkonsentrasi pada pembiayaan untuk konsumen personal maupun korporasi.

Ia mencontohkan, PBF menekuni bidang pembiayaan properti semisal untuk renovasi rumah dan modal usaha.

"Rata-rata pinjamannya sebesar Rp 200 juta hingga Rp 500 juta," tuturnya.  

"Pembiayaan PBF kan agunannya sertifikat aset yang dimiliki konsumen," lanjut Fahmi Ready.

Sampai dengan Desember 2018, kredit yang tersalurkan melalui PBF mencapai angka sekitar Rp 300 miliar.

Angka itu setara dengan 3 persen dari total kredit BFI Finance untuk pembiayaan kendaraan bermotor.

Sementara itu, masih menurut Fahmi, pihaknya mematok target pertumbuhan kredit PBF hingga 50 persen pada 2019.

PBF sendiri sudah dijalankan oleh BFI Finance sejak 2015.

Fahmi Ready menambahkan, pihaknya membidik segmen konsumen berusia 35-40 tahun.

"Konsumen di usia seperti itu kan biasanya sudah punya sertifikat rumah," pungkas Fahmi Ready.

Kondisi lapangan stadion BMW, di Jakarta Utara, Kamis (23/11/2017). Stadion BMW direncanakan akan dibangun dengan standar internasionalKompas.com/Setyo Adi Kondisi lapangan stadion BMW, di Jakarta Utara, Kamis (23/11/2017). Stadion BMW direncanakan akan dibangun dengan standar internasional




Close Ads X