Perpisahan Rival Marcus/Kevin Berujung kepada Cekcok soal Penyakit

Kompas.com - 13/03/2019, 16:20 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berada di podium kedua setelah dikalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) pada final Korea Terbuka yang berlangsung di SK Handball Stadium, Minggu (17/9/2017).
BADMINTON INDONESIA Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berada di podium kedua setelah dikalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) pada final Korea Terbuka yang berlangsung di SK Handball Stadium, Minggu (17/9/2017).

KOMPAS.com - Duet ganda putra senior Denmark, Mathias Boe/ Carsten Mogensen, memutuskan untuk berpisah setelah turnamen bulu tangkis All England 2019.

Salah satu rival terkuat bagi Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) itu berpisah setelah 15 tahun berkarier bersama.

Dalam kurun waktu tersebut, kiprah Boe/Mogensen pun tak bisa dipandang remeh. Mereka pernah menjadi pasangan nomor satu dunia dan sukses meraih berbagai gelar bergengsi seperti All England dan medali perak Olimpiade London 2012.

Baca juga: LeBron Hentikan Deret Kekalahan Lakers

Berdasarkan penuturan Boe kepada media Denmark pada beberapa waktu lalu, keputusan itu diambil karena Mogensen memiliki penyakit cerebral hemorrhage (pendarahan otak) yang dinilai sulit untuk sembuh sepenuhnya.

"Beberapa tahun terakhir begitu sulit. Hal-hal yang dialami Mogensen (pendarahan otak pada 2016) adalah sesuatu yang belum pulih 100 persen," ucap Boe.

"Tentu saja itu membuatnya sulit untuk mempertahankan tingkat pelatihan yang sama dan kembali sepenuhnya. Saya kira jelas bahwa kami berdua membutuhkan motivasi baru. Kami berdua berhak berpisah. Kami tak akan rugi dengan melakukannya," tutur Boe menjelaskan.

Di sisi lain, Mogensen yang divonis sakit pendarahan otak ternyata tidak sependapat dengan Boe. Ia pun mengaku kecewa dengan pernyataan rekannya tersebut.

Mogensen dengan tegas menyatakan bahwa ide berpisah bukanlah kemauannya.

Pasangan ganda putra Denmark, Mathias Boe (kanan)/Carsten Mogensen, berpose setelah menggelar konferensi pers di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2016).PIPIT PUSPITA RINI/JUARA.NET Pasangan ganda putra Denmark, Mathias Boe (kanan)/Carsten Mogensen, berpose setelah menggelar konferensi pers di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2016).

"Saya tidak tahu sejak kapan dia (Boe) menjadi dokter. Sejauh yang saya tahu, saya sudah benar-benar pulih. Para dokter juga telah menyatakan saya sehat dan otak saya baik-baik saja," ujar Mogensen.

"Memang ada saatnya saya merasa pusing. Tetapi, jika misalnya seseorang mengalami patah kaki, dia harus melatih kembali gerakan kakinya. Saya sudah sangat dekat dengan kematian dan tentu saja ada beberapa tantangan. Namun, penyataan dia (Boe) sangat mengecewakan. Saya harus jujur mengakui itu," tutur dia lagi.

Mogensen kemudian menilai situasi akan lebih adil jika Boe dengan jujur mengkritik performanya di lapangan, ketimbang harus memakai alasan soal penyakit yang dideritanya.

Meski begitu, Mogensen merasa bahwa sebenarnya performa dia masih bagus setelah divonis pendarahan otak. Hal itu terbukti dari keberhasilan keduanya memenangi turnamen superseries.

Baca juga: Ahsan/Hendra Naik ke Peringkat Keempat Usai Juara All England 2019

"Ketika Boe berpikir bahwa saya belum pulih 100 persen dari pendarahan otak, dia berutang penjelasan kepada saya tentang bagaimana kami memenangi superseries setahun kemudian, dan kembali mencapai peringkat satu dunia," kata Mogensen.

Mathias Boe nantinya akan berpasangan dengan Mads Conrad-Petersen dan menjalani debut mereka pada Poland Open 2019 pada akhir Maret.

Sementara itu, Carsten Mogensen aka berduet dengan Mads Pieler Kolding pada Singapore Open 2019 yang bergulir bulan April mendatang.



Close Ads X