Kompas.com - 10/03/2019, 17:45 WIB

BIRMINGHAM, KOMPAS.com - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengaku terkejut dengan keberhasilan salah satu anak asuhnya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang berhasil menembus babak final All England 2019.

Ahsan/Hendra sendiri dikenal sebagai pasangan ganda putra senior Indonesia. Mereka lolos ke final setelah menang 21-19, 21-16 atas unggulan ketiga asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, pada babak semifinal yang berlangsung Sabtu (9/3/2019).

Baca juga: All England 2019, Viktor Axelsen 10 Kali Kalah dari Kento Momota

Perjuangan Ahsan/Hendra lolos ke final pun tergolong heroik karena Hendra mengalami cedera betis pada pertengahan laga. Ia kemudian tetap memaksa untuk bertanding meski dibekap rasa nyeri.

"Jujur, ini (Ahsan/Hendra lolos ke final) merupakan surprise buat saya. Apalagi kemarin (Hendra) dengan kondisi cedera," ujar Herry saat dihubungi Kompas.com pada Minggu (10/3/2019) sore.

Pada laga final nanti, Ahsan/Hendra yang kini telah berstatus non-pelatnas, akan menghadapi duet asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Chia/Soh lolos ke final setelah menaklukkan pasangan unggulan kedelapan asal Indonesia yang lebih muda, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dengan skor 12-21, 22-20, 21-19.

Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan merayakan kemenangan mereka pada semifinal All England 2019, 9 Maret 2019. PBSI/Nafielah Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan merayakan kemenangan mereka pada semifinal All England 2019, 9 Maret 2019.

Hendra sendiri menyatakan kesiapannya untuk bertanding pada laga final meskipun belum pulih sepenuhnya dari cedera betis.

"Perkembangan terakhir, kondisi Hendra sudah lebih baik walaupun belum 100 persen," ucap Herry.

Kendati kini berstatus non-pelatnas, Ahsan/Hendra masih berlatih di bawah asuhan Herry di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Baca juga: Tanpa Deshaun Wiggins, NSH Jakarta Tetap Yakin Lolos ke Final IBL

Mereka masih mendapatkan fasilitas yang sama seperti pemain pelatnas lain. Namun, keberangkatan untuk ikut turnamen kini memakai biaya sendiri.

Ahsan/Hendra sendiri sudah pernah menjuarai turnamen All England, tepatnya saat tahun 2014. Kala itu, pada laga final, mereka mengalahkan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, dengan skor 21-19, 21-19.

"Ahsan/Hendra itu sudah dari dulu menjadi role model-nya ganda putra Indonesia, selain Minions (Marcus/Kevin) tentunya," ujar Herry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.