PB Djarum Kudus Prioritaskan Jam Terbang Para Pemain Muda

Kompas.com - 17/02/2019, 23:38 WIB
Dua pembina PB Djarum, Yoppy Rosimin dan Fung Permadi bersama tiga atket hasil audisi umum Djarum beasiuswa bulu tangkis tahun lalu. Tjahjo Sasongko/Kompas.comDua pembina PB Djarum, Yoppy Rosimin dan Fung Permadi bersama tiga atket hasil audisi umum Djarum beasiuswa bulu tangkis tahun lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - PB Djarum Kudus tentu berharap bisa menjadi juara pada ajang Djarum Superliga Badminton 2019. Namun, mereka menilai bahwa pengembangan pebulu tangkis muda jauh lebih penting ketimbang gelar tersebut.

Untuk Djarum Superliga tahun ini, PB Djarum memang tak merekrut pemain asing seperti beberapa tim lain. Mereka benar-benar murni mengandalkan atlet binaan sendiri.

Baca juga: Sudah Jadi Pelatih, Markis Kido Tetap Bermain pada Djarum Superliga 2019

Dari total 10 pemain, beberapa di antaranya pun merupakan pebulu tangkis muda yakni Ikhsan Leonardo Rumbay, Akbar Bintang Cahyono, Alberto Alvin Yulianto, dan Bagas Maulana.

"Pastinya kami memasang target setinggi mungkin dalam setiap laga. Target kami selalu juara," ucap Manajer PB Djarum, Fung Permadi, saat konferensi pers di Hotel Intercontinental, Bandung, Minggu (17/2/2019).

"Namun, misi kami adalah memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain muda untuk bisa berlaga di turnamen Piala Thomas atau ajang beregu lainnya," ucap Fung menambahkan.

Pernyataan Fung yang menyebut PB Djarum lebih memprioritaskan pembinaan ketimbang gelar berbanding lurus dengan pencapaian mereka pada Djarum Superliga Badminton.

Sepanjang sejarah Djarum Superliga Badminton, PB Djarum sama sekali belum pernah menjadi juara, baik di sektor putra maupun putri.

Pada edisi sebelumnya, tepatnya 2017, tim putra PB Djarum hanya menjadi runner-up setelah dikalahkan Musica Trinity (dulu bernama Musica Champion) pada laga final.

Kendati demikian, PB Djarum terbukti melahirkan sejumlah pebulu tangkis berprestasi seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, atau Praveen Jordan.

Menurut Fung, PB Djarum sebenarnya berniat merekrut pemain tunggal putra Korea Selatan, Son Wan-ho, seperti yang mereka lakukan pada Superliga 2017. Son dipilih karena pernah berlatih di klub tersebut.

Baca juga: Musica Trinity, Tim Bulu Tangkis Bertabur Bintang pada Djarum Superliga 2019

Namun, rencana itu urung dilakukan. Son yang merupakan eks pemain nomor satu dunia, terpaksa batal gabung ke PB Djarum karena harus fokus untuk turnamen German Open 2019.

"Ya, memang tadinya mau ambil Son Wan-ho. Tetapi tahun ini dia mau persiapan turnamen," ujar Fung.

Dengan demikian, untuk nomor tunggal, PB Djarum akan mengandalkan Ihsan Maulana Mustofa, Shesar Hiren Rhustavito, Ikhsan Leonardo Rumbay, dan Alberto Alvin Yulianto.

Adapun untuk ganda, mereka mengandalkan Kevin, Ahsan, Praveen, Berry Angriawan, Akbar Bintang Cahyono, dan Bagas Maulana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X