Tak Dipandang Remeh, Pemerintah Akan Mewadahi dan Membina eSport

Kompas.com - 11/02/2019, 13:01 WIB
dr. Bayu Rahadian Asdep Kemenpora, Ahmad Yusuf Wibowo Kadispora Provinsi Sumsel, Rangga Danu Prasetyo Vice President IESPL/ Head of Organizing Committee PIala Presiden Esports 2019.IESPL dr. Bayu Rahadian Asdep Kemenpora, Ahmad Yusuf Wibowo Kadispora Provinsi Sumsel, Rangga Danu Prasetyo Vice President IESPL/ Head of Organizing Committee PIala Presiden Esports 2019.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kadispora Sumatera Selatan, Ahmad Yusuf Wibowo, mengungkapkan bahwa eSport tidak boleh dipandang remeh dan pemerintah akan mewadahi dan membina olahraga ini mulai dari sekarang.

Hal itu diungkapkan oleh Ahmad Yusuf Wibowo saat berpidato dalam acara pembukaan babak kualifikasi regional turnamen Piala Presiden eSport 2019 di Palembang Sport and Convention Center, Sabtu (9/2/2019), bersama dengan Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Kemenpora, Bayu Rahadian.

Baik Ahmad Yusuf Wibowo dan Bayu Rahadian berpendapat bahwa pemerintah segera mewadahi, mengawasi, dan memberikan support kepada eSport.

Baca juga: 16 Tim Bersaing di Babak Semifinal Piala Presiden Esport 2019

“Esports merupakan olahraga profesional karena eSports membutuhkan kecepatan dalam
merespons dan kerja sama tim. Hal ini menjadikan eSports sebagai profesi, harus dikelola
secara professional dan didukung dengan aturan," kata Ahmad Yusuf Wibowo.

"Terlebih lagi, para pemain eSports didominasi oleh kalangan muda dan usia milenial, sehingga harus diwadahi. Kita sudah melaksanakan eSports ini di Asian Games dan mudah-mudahan SEA Games di Filipina sudah menjadi cabang olahraga. Jadi, eSports tidak boleh dipandang remeh karena merupakan masa depan dari olahraga yang harus mulai disiapkan dari sekarang,” ujarnya menambahkan.

Senada dengan Ahmad Yusuf, Budi Rahadian mengungkapkan bahwa Kemenpora akan terus memantau perkembangan eSport.

Saints Esports saat melawan SAS Media di Game 3 Batch A pada babak kualifikasi regional di Palembang, Palembang Sport and Convention Center, Sabtu (9/2/2019).IESPL Saints Esports saat melawan SAS Media di Game 3 Batch A pada babak kualifikasi regional di Palembang, Palembang Sport and Convention Center, Sabtu (9/2/2019).

“Esports sudah merupakan style anak muda milenial saat ini. Tentu saja Kemenpora selaku pemerintah memberikan support, termasuk juga pengawasan, regulasi dan lain-lainnya. Kemenpora akan terus memantau perkembangannya,” kata Budi Rahadian.

Sebelumnya, Piala Presiden eSport 2019 sudah membuka pendaftaran di delapan kota, yaitu Palembang, Bali, Makassar, Surabaya, Manado, Solo, Pontianak, dan Bekasi.

Namun, baru dua kota saja yang menyelenggarakan kualifikasi regional secara offline, yaitu Palembang dan Bali.

Pada babak kualifikasi di Palembang, sudah ada 16 tim yang melaju ke babak perempat final yang akan digelar pada Minggu (10/2/2019).

Selanjutnya, para pemenang semifinal yang berhak melaju ke final babak kualifikasi regional Piala Presiden Esports 2019 akan mendapatkan hadiah Rp 25 juta untuk juara pertama, Rp 15 juta untuk peringkat kedua, dan Rp 10 juta untuk peringkat ketiga.

Hadiah akan diberikan langsung oleh Kadispora Palembang, VP IESPL selaku penyelenggara acara dan perwakilan sponsor pada Minggu, 10 Februari 2019 jam 20.00 di Palembang Sport dan Convention Center.



Close Ads X