Berlari Maraton Butuh Pelatih? Ya Iyalah!

Kompas.com - 06/02/2019, 19:09 WIB
Artis Alya Rohali, salah satu selebritas peserta Pocari Sweat Born To Sweat Runners 2019 selain Zee Zee Shahab, Soraya Larasati, dan Sahila Hisyam. Alya yang punya pengalaman mengikuti Tokyo Marathon 2016 dan Chicago Marathon 2018 akan mengikuti Tokyo Marathon pada 3 Maret 2019. Kompas.com/Josephus Primus Artis Alya Rohali, salah satu selebritas peserta Pocari Sweat Born To Sweat Runners 2019 selain Zee Zee Shahab, Soraya Larasati, dan Sahila Hisyam. Alya yang punya pengalaman mengikuti Tokyo Marathon 2016 dan Chicago Marathon 2018 akan mengikuti Tokyo Marathon pada 3 Maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wajah artis peran Alya Rohali terlihat sumringah saat menceritakan pengalamannya menekuni olahraga lari maraton.

Pada Rabu (6/2/2019), Alya, menjadi salah satu peserta Born To Sweat Runners 2019 bersama artis Soraya Larasati, Sahila Hisyam, dan Zee Zee Shahab.

Para artis itu, masing-masing dua orang, bakal mengikuti Tokyo Marathon pada 3 Maret 2019 dan Seoul Marathon pada 17 Maret 2019.  

Bagi Alya, lomba lari tingkat internasional tahun ini adalah keikutsertaannya untuk kali keempat.

Mulai menekuni maraton sejak 2002, Alya yang kini juga aktif bekerja sebagai notaris itu, pertama kali mengikuti ajang internasional pada Singapura Marathon 2014.

Berikutnya, perempuan kelahiran Jakarta, 1 Desember 1976 itu, mengikuti Tokyo Marathon 2016.

Terkini, pada Chicago International Marathon 2018, Alya Rohali mendapatkan medali.

Pelatih

Artis peran Soraya Larasati ikut serta dalam Born To Sweat Runners 2019 bersama artis Alya Rohali, Sahila Hisyam, dan Zee Zee Shahab. Kompas.com/Josephus Primus Artis peran Soraya Larasati ikut serta dalam Born To Sweat Runners 2019 bersama artis Alya Rohali, Sahila Hisyam, dan Zee Zee Shahab.

"Pada maraton-maraton sebelumnya, saya enggak pakai pelatih. Makanya, ya lari ya lari aja," ujar mantan Puteri Indonesia 1996 itu.

Sebaliknya, pada program Born To Sweat Runners 2019, Alya mendapatkan pendampingan tim pelatih yang tergabung dalam Pocari Sweat Sport Science.

Seperti dijelaskan dalam kesempatan tersebut oleh Direktur Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka produsen minuman Pocari Sweat, Ricky Suhendar, Pocari Sweat Sport Science merupakan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu yang mendukung pengembangan performa seseorang di bidang olahraga menjadi lebih baik.

Empat pilar di dalam Pocari Sweat Sport Science adalah Sport Nutrition, Sport Physiology, Sport Psychology, dan Sport Medicine.

"Pocari Sweat Sport Science bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di Indonesia," kata Ricky.

(Baca: Takdir Maraton Alya Rohali)

Nutrisi

Artis peran Zee Zee Shahab ikut serta dalam Born To Sweat Runners 2019 bersama artis Alya Rohali, Sahila Hisyam, dan Soraya Larasati. Kompas.com/Josephus Primus Artis peran Zee Zee Shahab ikut serta dalam Born To Sweat Runners 2019 bersama artis Alya Rohali, Sahila Hisyam, dan Soraya Larasati.

"Ternyata, banyak sekali yang harus diperhatikan untuk bisa berlari maraton dengan tepat," tutur Alya Rohali.

Salah satu yang menjadi perhatian mantan None Jakarta Barat 1994 itu adalah nutrisi.

"Saya enggak cuma latihan fisik tapi juga fisioterapi. Yang paling penting adalah nutrisinya. Ini tidak pernah saya lakukan sebelumnya," katanya menambahkan.

Ada pengalaman Alya sejak ditangani tim pelatih tersebut sejak empat bulan silam.

"Makanan yang akan saya makan harus dipotret lalu dikirim ke expert-nya ((pelatih khusus yang membidangi nutrisi dari Pocari Sweat Sport Science-red)," ujarnya.

Nantinya, makanan itu dihitung apakah nutrisinya sudah cukup apa belum untuk dikonsumsi Alya Rohali.

"Ini benar-benar pengalaman berbeda," tutupnya.

Sementara itu, pelatih kepala Pocari Sweat Sport Science Agung Mulyawan mengatakan keberadaan pelatih bagi orang yang menekuni maraton baik sebagai olahraga prestasi maupun sekadar olahraga rekreasi adalah hal yang penting.

Menurut Agung, keberadaan pelatih bisa membuat pelaku olahraga maraton bisa mendapatkan evaluasi kemajuan yang telah dicapai.

"Kita enggak bisa menilai diri sendiri. Kita butuh mata orang lain untuk bisa mengetahui program lari yang sudah dilaksanakan tepat atau tidak," pungkas pelatih pelatnas PB PASI ini.

Jadi, berlari maraton butuh pelatih? Ya iyalah!

(Baca: Ingin Serius di Maraton, Silakan Ikuti Porsi Latihan Ini!)

Tim Star Runners dari Pocari Sweat Sport ScienceKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Tim Star Runners dari Pocari Sweat Sport Science



Close Ads X