Perpisahan Emosional Andy Murray pada Australian Open 2019

Kompas.com - 14/01/2019, 22:42 WIB
Petenis Inggris Raya, Andy Murray, merayakan kemenangan atas petenis Ceko, Tomas Berdyh, pada babak semifinal turnamen Wimbledon di The All England Lawn Tennis Club, London, Jumat (8/7/2016).
JUSTIN TALLIS/AFP PHOTO Petenis Inggris Raya, Andy Murray, merayakan kemenangan atas petenis Ceko, Tomas Berdyh, pada babak semifinal turnamen Wimbledon di The All England Lawn Tennis Club, London, Jumat (8/7/2016).

KOMPAS.com - Petenis tunggal putra asal Skotlandia, Andy Murray, dengan nada haru mengucapkan kalimat perpisahan yang ditujukan kepada para penggemarnya di dunia tenis.

Hal itu dilakukan Andy Murray seusai kalah secara dramatis dari Roberto Bautista Agut (Spanyol) pada laga babak pertama Australia Open 2019, Senin (14/01/2019).

Andy Murray kalah lima set dalam laga berdurasi empat jam 13 menit dengan skor 4-6, 4-6, 7-6(5), 7-6(4), dan 2-6.

Seusai laga, Andy Murray mengaku bangga bisa menampilkan permainan pantang menyerah dalam laga terakhirnya.

"Jika ini adalah laga terakhir saya, itu adalah cara yang luar biasa untuk mengakhiri karier. Saya telah memberikan seluruh yang saya punya, tapi ternyata itu belum cukup," kata Andy Murray dikutip dari situs web BBC Sports.

Baca juga: Rafael Nadal Nilai Keputusan Pensiun Andy Murray Sudah Tepat

Sebelum turnamen, Andy Murray menyatakan akan gantung raket alias pensiun di Australian Open 2019. Andy Murray pensiun karena merasa tubuhnya sudah tidak bisa menahan rasa sakit akibat cedera pinggul yang kronis.

"Mungkin saya akan bertemu dengan kalian lagi. Saya akan melakukan apapun untuk mencoba kembali," kata Andy Murray.

"Saya harus operasi lagi jika ingin kembali bermain. Namun tidak ada jaminan dengan itu. Saya akan berusaha sebaik mungkin," ujar Andy Murray menambahkan.

Di tengah wawancara, dipertontonkan video para petenis dunia lain yang mengucapkan salam perpisahan. Andy Murray mengaku trenyuh setelah menonton video tersebut.

"Saya sangat beruntung berkesempatan bersaing dengan petenis sekelas Rafael Nadal, Roger Federer dan Novak Djokovic. Kami pernah bersaing dengan hebat. Para penggemar akan mengingatnya ketika kami berhenti bermain," kata Andy Murray.

"Saya sangat menghormati mereka (para petenis). Sangat menyenangkan mereka meluangkan waktu untuk memberi saya ucapan itu," tutur Andy Murray.

Baca juga: Australian Open 2019 - Maria Sharapova Sukses Memulai Petualangan dengan Kemenangan Meyakinkan

Sepanjang kariernya, Andy Murray sukses mengoleksi tiga gelar Grand Slam, satu ATP World Tour Finals, 14 ATP Masters 1000, dan dua medali emas Olimpiade.

Petenis yang dijuluki The Lazy English itu pernah menjadi petenis nomor satu dunia sejak November 2016 hingga Agustus 2017.



Close Ads X