Karier Tenis Andy Murray Berakhir Tangis di Australian Open 2019

Kompas.com - 14/01/2019, 19:14 WIB
Petenis asal Inggris, Andy Murray, berupaya mengembalikan bola ke arah petenis Kroasia, Borna Coric, pada laga babak ketiga Madrid Terbuka di Caja Magica, Madrid, Kamis (11/5/2017). AFP/JAVIER SORIANOPetenis asal Inggris, Andy Murray, berupaya mengembalikan bola ke arah petenis Kroasia, Borna Coric, pada laga babak ketiga Madrid Terbuka di Caja Magica, Madrid, Kamis (11/5/2017).

MELBOURNE, KOMPAS.com - Petenis tunggal putra Inggris, Andy Murray, harus menerima kenyataan tersingkir di babak pertama Australian Open 2019, Senin (14/1/2019).

Andy Murray dikalahkan oleh petenis Spanyol unggulan ke-22, Roberto Bautista Agut, dalam drama lima set selama empat jam lebih 14 menit.

Andy Murray takluk dengan skor 4-6, 4-6, 7-6(5), 7-6(4), dan 2-6.

Andy Murray tentunya sangat kecewa karena Australian Open 2019 adalah turnamen terakhirnya. Seperti diketahui, Andy Murray sudah menyatakan akan pensiun setelah gelaran Australian Open.

Kondisi kesehatan yang tak kunjung membaik setelah operasi panggul pada tahun 2017 menjadi alasan Andy Murray gantung raket di usia 31 tahun.

Baca juga: Australian Open 2019 - Rafael Nadal Bukukan Kemenangan Pertama

Cedera itu memang tampak terlihat memengaruhi permainan Andy Murray pada laga kali ini. Sempat mengimbangi permainan Bautista di set pertama, Andy Murray mulai terlihat kelelahan di set kedua.

Hal itu tecermin ketika langkah dan gerakan Andy Murray sudah tidak segesit saat set pertama. Andy Murray memperlihatkan mimik kelelahan sembari sesekali memegang pinggangnya.

Kalah di dua set pertama, Andy Murray berhasil bangkit dan memenangi set ketiga. Andy Murray dengan susah payah menang di set ketiga dengan skor 7-6. Aksi Andy Murray di poin terakhir set ketiga langsung mendapat sambutan meriah dari penonton.

Hal serupa terjadi di set keempat ketika Andy Murray memaksa Roberto memainkan set kelima setelah menang 7-6.

Baca juga: Australian Open 2019 - Maria Sharapova Sukses Memulai Petualangan dengan Kemenangan Meyakinkan

Di set penentuan, faktor stamina menjadi penentu hasil pertandingan. Pada saat tertinggal 1-5, Andy Murray mendapatkan tepuk tangan berdiri dari seisi Melbourne Arena, termasuk dari sang ibu, Judy Murray.

Perlawanan Andy Murray akhirnya terhenti setelah kalah di set penentuan dengan skor 2-6.

Sepanjang kariernya, Andy Murray sukses mengoleksi tiga gelar Grand Slam, satu ATP World Tour Finals, 14 ATP Masters 1000, dan dua medali emas Olimpiade.

Gelar Grand Slam diraih di Amerika Serikat Terbuka 2012 serta Wimbledon pada tahun 2013 dan 2016. Adapun medali emas diraih di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X