Pertama Jajal Sepeda Track, Pebalap BMX Indonesia Masuk Final ATC 2019

Kompas.com - 10/01/2019, 13:10 WIB
Pebalap sepeda putri Indonesia, Wiji Lestari diwawancarai awak media usai gagal menyumbangkan medali bersama rekannya, Chrismonita Dwi Putri pada nomor tim sprint putri Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019). Tribunnews/Abdul MajidPebalap sepeda putri Indonesia, Wiji Lestari diwawancarai awak media usai gagal menyumbangkan medali bersama rekannya, Chrismonita Dwi Putri pada nomor tim sprint putri Asian Track Championship 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Duet pebalap putri Indonesia, Wiji Lestari dan Chrismonita Dwi Putri, menembus empat besar nomor Team Sprint Putri pada kejuaraan Asian Track Championship (ATC) 2019 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019).

Keduanya pun sempat bertarung di final perebutan perunggu, tetapi gagal meraih medali setelah dikalahkan duet pebalap Hongkong. Walau demikian, pencapaian ini tetap layak diapresiasi.

Pasalnya, Wiji sebetulnya bukan pebalap spesialis track. Dia sebenarnya adalah pebalap sepeda BMX.

Ditemui seusai balapan, Wiji menyatakan senang bisa sampai ke final. Namun, dia mengakui masih banyak yang perlu diperbaiki.

"Baik latihannya, terus tekniknya, saya kan sebenarnya (pebalap) BMX. Baru pertama turun di sepeda track, jadi harus cepat menyesuaikan," ujar Wiji.

Baca juga: ATC 2019, Atlet Balap Sepeda Uzbekistan Menangi Final Point Race Putri

Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar terasa istimewa karena di tengah ribuan peserta ada atlet peraih perunggu BMX Asian Games III/2018, Wiji Lestari yang ikut ambil bagian, Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Blitar terasa istimewa karena di tengah ribuan peserta ada atlet peraih perunggu BMX Asian Games III/2018, Wiji Lestari yang ikut ambil bagian,

Saat bertanding, Wiji mengaku sempat grogi. Akibatnya, dia gagal mengimbangi kecepatan rekannya, Chrismonita.

Keduanya mencatatkan waktu 35,648 detik, kalah cepat dibanding duet Hongkong yang mencatatkan waktu 34,505 detik.

Hongkong meraih medali perunggu, sedangkan emas diraih China, disusul Korsel dengan medali perak.

Wiji mengaku belum tahu rencananya ke depan. Namun, dia siap apabila dibutuhkan kembali berlaga di nomor track.

"Saya sebetulnya suka ke BMX. Jadi, masih menunggu pelatih. Kalau dipanggil lagi latihan di track saya siap," ujar Wiji.

Baca juga: ATC 2019, Sebuah Rekor Asia Dipecahkan di VIJ Rawamangun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X