Biaya Pemeliharaan Arena Velodrome Sebulan Setara 2 Sedan Camry

Kompas.com - 09/01/2019, 13:02 WIB
Jakarta International Velodrome yang diklaim sebagai arena balap sepeda terbaik di Asia. Foto diambil setelah peresmian Velodrome, Rabu (15/8/2018). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELAJakarta International Velodrome yang diklaim sebagai arena balap sepeda terbaik di Asia. Foto diambil setelah peresmian Velodrome, Rabu (15/8/2018).
Penulis Alsadad Rudi
|
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta International Velodrome (JIV) merupakan salah satu arena olahraga berkelas internasional yang dimiliki Indonesia pascaperhelatan Asian Games 2018.
 
Namun, berkelasnya venue tersebut juga berdampak terhadap relatif tingginya biaya pemeliharaan. Dalam sebulan, biayanya bahkan mencapai sekitar Rp 1,2 miliar.
 
Biaya tersebut hampir setara dengan harga baru dua sedan Toyota All New Camry. Sebagai informasi, harga terbaru All New Camry varian termurah adalah sekitar Rp 613 juta.
 
 
"Sebulannya Rp 1,2 miliar. Kalau per hari dibagi 30 hari, sekitar Rp 40 juta," kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto seusai pembukaan Asia Track Championship 2019 di JIV, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).
 
Menurut Dwi, biaya pemeliharaan paling mahal dari JIV adalah listrik untuk mempertahankan suhu di dalam ruangan. Pasalnya suhu yang tidak pas bisa menyebabkan kerusakan track yang terbuat dari kayu. 
 
Persiapan jelang Asian Track Championships (ATC) 2019 di Jakarta International Velodrome (JIV), Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).Kompas.com/Alsadad Rudi Persiapan jelang Asian Track Championships (ATC) 2019 di Jakarta International Velodrome (JIV), Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).
 
Untuk sumber dana pemeliharaan JIV, Jakpro bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
Kemenpora sendiri sudah mengimbau agar pengurus-pengurus cabang olahraga bisa rutin memanfaatkan venue eks Asian Games 2018 untuk event olahraga internasional. Kemenpora memuji langkah ISSI yang menggelar ATC pada awal tahun ini.
 
Selaku salah pihak yang terlibat dalam penyelengaraan ATC 2019, Dwi menyatakan Jakpro turut bangga. Dwi menyatakan pihaknya juga mendukung upaya Kemenpora agar venue-venue eks Asian Games 2018 tak cuma menjadi "cost center", tapi juga "profit center".
 
 
"Kami mendapat tugas dari Pemprov DKI dalam hal ini dan Pemerintah Indonesia untuk menjaga Velodrome ini menjadi legacy. Jangan sampai 1-2 tahun terus dilupakan," ucap Dwi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X