M Fadli: Persiapan ATC 2019 Lebih Berat daripada Asian Para Games 2018

Kompas.com - 07/01/2019, 18:53 WIB
Atlet balap sepeda disabilitas Indonesia, Muhammad Fadli Immammuddin (kanan), saat menghadiri konferensi pers Asian Track Championships 2019, di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Senin (7/1/2019). KOMPAS.com/NUGYASA LAKSAMANA Atlet balap sepeda disabilitas Indonesia, Muhammad Fadli Immammuddin (kanan), saat menghadiri konferensi pers Asian Track Championships 2019, di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Senin (7/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Atlet balap sepeda disabilitas Indonesia, Muhammad Fadli Immammuddin, menjadi salah satu peserta paracycling pada ajang Asian Track Championships (ATC) 2019.

Dalam kejuaraan yang digelar di Jakarta International Velodrome (JIV), Rawamangun, Jakarta Timur itu, pada 8-13 Januari, Fadli bakal turun di 2 nomor yakni sprint beregu 750 meter dan individual pursuit 4.000 mmeter

Fadli mengaku bahwa persiapannya untuk ATC 2019 terbilang lebih berat ketimbang Asian Para Games 2018 lalu.

Pasalnya, waktu persiapan Fadli dan kawan-kawan jelang ATC 2019 tergolong minim. Namun, situasi itu tak menyurutkan semangatnya.

Baca Juga: Solskjaer Tak Tertarik Pecahkan Rekor Pelatih Legendaris Man United

"Pemusatan latihan ATC ini lebih berat dari Asian Para Games karena waktu persiapannya cuma 2 bulan, sedangkan ketika Asian Para Games kan sampai 10 bulan," ujar Fadli saat konferensi pers di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (7/1/2019).

"Jadi benar-benar digenjot sama pelatih. Tetapi, sekarang yang kami rasakan adalah peningkatan dari segi kecepatan dan kekuatan, karena untuk ATC ini kami sudah latihan di velodrome (saat Asian Para Games latihan di Sirkuit Sentul)," tutur dia.

Fadli menyadari bahwa ATC 2019 termasuk salah satu ajang besar yang menyajikan poin besar.

Kesempatan ini bakal dimaksimalkan oleh Fadli demi mencapai ajang Paralimpiade Tokyo 2020 mendatang.

Sebagai atlet balap sepeda disabilitas Indonesia, Fadli memang layak diperhitungkan karena sukses meraih medali emas Asian Para Games 2018 lalu.

Sebelum menjadi atlet disabilitas, pria 34 tahun itu merupakan pebalap motor nasional yang memperkuat Astra Honda Racing Team.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X