Rombongan Kemenpora Turut Jadi Korban Tsunami Banten

Kompas.com - 23/12/2018, 12:07 WIB
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).

KOMPAS.com - Rombongan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) turut menjadi korban dalam musibah tsunami yang terjadi di wilayah Banten pada Jumat (22/12/2018).

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com dari Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Sabtu (23/12/2018), rombongan Kemenpora itu dilaporkan tengah mengadakan kegiatan pelatihan SDM, yaitu dari Unit Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Keolahragaan Nasional (PP ITKON) yang berlangsung pada tanggal 21-23 Desember 2018.

Disebutkan bahwa rombongan itu berjumlah 50 orang yang terdiri dari Kapus, 1 orang Kabid, 6 orang Kasubid, 37 pegawai termasuk dokter, staf, para medis, security, petugas massage, pengawas cleaning service, dan beberapa mahasiswa magang dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Dilaporkan pula bahwa dari rombongan itu, satu korban meninggal dunia, beberapa luka berat, termasuk Kepala Pusat PP ITKON, 4 orang belum ditemukan, dan sisanya luka ringan.

Baca juga: Gatot Sesalkan Sejumlah Pejabat Kemenpora Kena OTT KPK

Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, saat dihubungi oleh Kompas.com membenarkan bahwa ada dari pihak Kemenpora yang menjadi korban tsunami Banten.

"(Rombongan Kemenpora) ada kegiatan gathering PP ITKON yang berlangsung tanggal 21 sampai dengan 23 Desember. Tercatat, ada 37 orang pejabat, staf, dan honorer PP ITKON yang ikut, plus sejumlah anggota keluarganya, sehingga total menjadi 50 orang," tutur Gatot saat dihubungi, Sabtu.

"Tentu saja kami merasa sedih atas terjadinya musibah ini. Itu sebabnya kami langsung koordinasi dengan pengiriman tim langsung dari Jakarta," kata Gatot.

Dilaporkan pula, saat ini, para korban dirawat di Poliklinik Cikadu, RS Cikadu, Rumah Camat Cikadu, dan tempat lainnya.

Baca juga: Pejabat Kemenpora Kena OTT KPK, Persiapan SEA Games Tetap Berjalan

Sebelumnya, rombongan tersebut berangkat dari kantor Kemenpora pada Jumat (21/12/2018) dengan menggunakan dua bus dan beberapa mobil operasional.

Saat ini, tim tanggap Kemenpora tengah menuju lokasi untuk membantu evakuasi yang terdiri dari dokter, paramedis, tim humas, dan perangkat lainnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X