Kompas.com - 21/12/2018, 16:44 WIB
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018). KOMPAS.com/Devina HalimSekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto menjelaskan prosedur dalam pemberian dana hibah ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Dari penjelasan Gatot, memang ada peran posisi Menpora dalam prosedur tersebut. Sebab, posisi Menpora adalah pejabat pertama yang menerima proposal saat dana pertama kali diajukan.

"Dana hibah itu pertama dari pihak pengusul dikirimkan kepada Pak Menteri (Imam Nahrawi). Pak Menteri kemudian menelaaah, mengkaji, dan kemudian saran. Baru ditujukan kepada deputi terkait," kata Gatot di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Untuk dana hibah ke KONI, Gatot menyebut deputi yang menangani adalah Deputi IV Bidang Prestasi Olahraga. Setelah dilimpahkan oleh Menpora, pengajuan dana kemudian dianalisis tingkat kelayakannya.

Baca juga: Sesmenpora Sempat Kaget Saat Dipanggil Satgas Pengaturan Skor

Pada pengajuan dana hibah dari Deputi IV ke KONI, Gatot menyebut dana bisa dikucurkan melalui dua pihak. Untuk urusan terkait operasional organisasi, hal itu akan ditangani oleh Asisten Deputi IV bidang Tenaga dan Organisasi Keolahragaan.

Sementara itu, Asisten Deputi Prestasi akan menangani segala hal terkait event dan pendampingan karena menyangkut pembinaan prestasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Gatot menyebut sebelum dana hibah dikucurkan, Biro Hukum dan Inspektorat akan mengecek kembali prosedur yang telah dilakukan. Hal terakhir inilah yang disebut Gatot sedang ditelusuri.

"Kami sedang menelusuri apakah prosedur melalui Biro Hukum dan Inspektorat sudah dilalui apa belum," ucap Gatot.

Baca juga: Menpora Imam Nahrawi Siap jika Dipanggil KPK

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini mengungkap adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian dana hibah Kemenpora ke KONI.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka, antara lain diduga sebagai pemberi, yaitu Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy (EFH) dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy (JEA).

Sementara itu, diduga sebagai penerima, yakni Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana (MUL), Adhi Purnomo (AP) yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora dan kawan-kawan, serta Eko Triyanto (ET) yang merupakan staf Kementerian Pemuda dan Olahraga dan kawan-kawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.