Surabaya Samator Raih Kemenangan Perdana di Seri Kedua - Kompas.com

Surabaya Samator Raih Kemenangan Perdana di Seri Kedua

Kompas.com - 16/12/2018, 02:50 WIB
Pertandingan Surabaya Bhayangkara Samator menghadapi Jakarta Garuda di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, 15 Desember 2018. KOMPAS.com / HAMZAH Pertandingan Surabaya Bhayangkara Samator menghadapi Jakarta Garuda di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, 15 Desember 2018.

GRESIK, KOMPAS.com - Surabaya Bhayangkara Samator yang berstatus sebagai juara bertahan, berhasil mengoleksi kemenangan perdana pada seri kedua putaran pertama Proliga 2019

Sang juara bertahan menaklukkan Jakarta Garuda 3-1 (25-19, 25-19, 18-25, dan 25-22) dalam pertandingan digelar di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, Sabtu (15/12/2018).

Kemenangan ini disambut gembira oleh pelatih Surabaya Bhayangkara Samator, Ibarsjah Djanu Tjahjono.

Ibarsjah mengakui, Jakarta Garuda meski berstatus sebagai tim debutan dalam gelaran Proliga kali ini, namun kekuatannya tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam laga sebelumnya, Jakarta Garuda sempat merepotkan Jakarta Pertamina Energi.

"Pertandingan di Gresik sesuai dengan progres, kami ambil poin penuh. Namun, harus digarisbawahi, tim Garuda tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka solid. Kalau kami sedikit lengah, akan langsung dimakan oleh Garuda,” ujar Ibarsjah, selepas pertandingan.

Baca juga: Jadwal Proliga 2018, Pekan Ke-2 Putaran Pertama

Meski berhasil meraih kemenangan atas Jakarta Garuda, menurut Ibarsjah, dirinya masih melihat kekurangan anak didiknya dan membutuhkan evaluasi. Salah satunya adalah penerimaan pada bola pertama serta servis yang dilakukan oleh para pemainnya.

Pelatih Jakarta Garuda, Eko Waluyo, mengakui bahwa memang menginstruksikan anak didiknya untuk bermain lepas dalam setiap pertandingan yang dilakoni. Hanya, kesempatan untuk bisa kembali mendulang kemenangan seperti laga sebelumnya gagal diwujudkan.

"Inginnya seperti kemarin (menang atas Jakarta Pertamina Energi), bisa bermain lepas. Saya juga pengin mereka main senang saja, terus tetap fokus dan poin satu-satu. Kami tak ingin membebani mereka,” kata Eko.

Menurut Eko, dia menyadari bila anak didiknya merupakan tim pendatang baru dalam turnamen bola voli papan atas di Indonesia sehingga masih memerlukan banyak adaptasi serta pengalaman untuk bisa bersaing.



Close Ads X