Pegolf Thailand Tetap Memimpin di BNI Indonesian Masters - Kompas.com

Pegolf Thailand Tetap Memimpin di BNI Indonesian Masters

Kompas.com - 15/12/2018, 23:50 WIB
P_egolf Thailand, Poom Saksansin P_egolf Thailand, Poom Saksansin

 

JAKARTA, Kompas.com  – Pegolf asal Thailand Poom Saksansin, yang dijuluki “Sang Pembunuh” oleh Henrik Stenson (Swedia), akan memiliki kesempatan lain untuk mengalahkan juara major ketika mereka dipasangkan bersama di grup terakhir BNI Indonesian Masters presented by Bank Tabungan Negara (BTN), PT Lautan Luas Tbk. dan Bank Mandiri pada Minggu besok (16/12).

Poom menjadi salah satu penyebab kekecewaan terbesar pada awal tahun ketika Ia mengalahkan Henrik Stenson di EurAsia Cup Malaysia. "Saya pikir cukup baik bahwa saya bermain dengan dengan Henrik Stenson besok. Saya senang bisa bermain dengannya lagi. Ia memberikan kaus bertanda tangan awal tahun ini ketika kami bertemu di Malaysia dan saya masih menyimpannya di rumah," kata Poom.

Pegolf Thailand berusia 25 tahun ini sedang mencari pengulangan lain setelah Ia tetap memegang kendali leaderboard dengan mencetak dua-di bawah par (70) untuk mengambil keunggulan tiga pukulan atas idolanya, Stenson.

Bermain di Indonesia untuk pertama kalinya, Stenson membukukan skor terendah hari ini dengan 68 untuk menempati posisi kedua dengan skor total tiga hari 13-di bawah-par (203) pada turnamen penutup musim Asian Tour ini.

Pemenang major ini siap bertarung untuk mementahkan upaya Poom menjungkalkannya lagi di  Royale Jakarta Golf Club.

Pegolf asal Thailand Jazz Janewattananond merangsek ke posisi ketiga setelah mencetak skor 69 yang membuka peluang bagi dirinya untuk mengakhiri tahun-nya berada dalam top-10 di klasemen Habitat for Humanity.

Panuphol Pittayarat, yang mengukir karier cemerlang Asian Tour di Indonesia pada tahun lalu, senang dengan upayanya ke posisi keempat setelah membuat skor 70 yang menempatkannya dalam posisi keempat, posisi yang sama dengan juara bertahan Justin Rose dan rekan senegaranya Jakraphan Premsirigorn.  

Dengan tujuh tembakan memisahkan dia dan Poom menuju ke 18 hole terakhir, Panuphol sadar akan tantangan yang akan dihadapinya dan bertekad untuk mengejar ketertinggalannya.



Close Ads X