Tontowi/Liliyana Beberkan Kunci Kemenangan atas Pasangan Malaysia

Kompas.com - 06/11/2018, 15:40 WIB
Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad badmintonindonesiaLiliyana Natsir/Tontowi Ahmad

KOMPAS.com - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menaklukkan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, pada babak pertama Fuzhou China Open 2018, Selasa (6/11/2018). Dalam pertandingan di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, China, Tontowi/Liliyana menang dua gim 21-17, 21-19.

Baca Juga: Zlatan Ibrahimovic dan Lidahnya - 10 Kata-kata Berbahaya dari Sang Singa

Ini menjadi pembalasan Tontowi/Liliyana atas Goh/Shevon. Dalam pertemuan pertama di Singapore Open 2018 pada bulan Juli, Tontowi/Liliyana dikalahkan Goh/Lai dengan skor 19-21, 18-21.

Dalam pertandingan kali ini, Tontowi/Liliyana membuat Goh/Lai tak dapat mengembangkan permainan pada gim pertama. Namun pada gim kedua, Goh/Lai mulai memberikan perlawanan sengit sehingga Tontowi/Liliyana seringkali tertinggal dalam perolehan angka.

Goh/Lai bahkan sudah unggul 14-10 dan 19-18. Namun Tontowi/Liliyana yang tampil lebih tenang, berhasil menutup peluang lawan untuk memainkan gim ketiga.

"Hari ini kami main sudah cukup bagus, dari awal bisa menguasai permainan, kalau lengah bahaya juga. Pada gim kedua pastinya mereka sudah lebih tahu karakter bola dan lapangan, lebih keluar permainannya, pada gim terakhir kami lebih tenang," kata Liliyana setelah permainan.

"Kami bisa beradaptasi dengan suasana lapangan dan kondisi bola. Sedangkan lawan pada gim pertama belum bisa berkembang. Pasangan ini main cukup safe, nggak gampang mati, kalau tidak dimatikan mereka nggak mati. Mudah-mudahan dalam pertandingan selanjutnya, kami lebih tahan lagi," ujar Tontowi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada babak kedua, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong dari Korea Selatan. Kedua pasangan belum pernah bertemu.

"Lawan tidak bisa dianggap enteng dan kami belum pernah bertemu juga. Shuttlecock yang dipakai di sini cukup berat, harus siap capek, nggak akan mudah," kata Liliyana.

Sementara itu, Liliyana memberikan konfirmasi seputar laga penutup kariernya di Indonesia Masters 2019. Sebelumnya pelatih kepala ganda campuran PBSI, Richard Mainaky, mengatakan bahwa ia sudah membuat program bagi Liliyana dan Debby Susanto hingga akhir Februari 2019.

"Rencana pensiun Liliyana dan Debby akan dikonfirmasi lebih jelas setelah kejuaraan Indonesia Masters 2019. Tapi program saya untuk mereka memang sampai Februari 2019," ujar Richard kepada Badmintonindonesia.org.

"Mau ngobrol lebih lanjut tentang ini, memang ada omongan dengan pelatih soal main di Indonesia Masters. Keinginan sih ada, sebagai penutup karier saya di depan publik sendiri. Main dengan partner siapa di Indonesia Masters juga belum tahu, bisa dengan Owi, bisa dengan yang lain. Saya belum bisa konfirmasi, saya mau fokus dulu di Fuzhou," pungkas Liliyana.

Sebelumnya Liliyana menyampaikan bahwa Fuzhou China Open 2018 akan menjadi turnamen terakhirnya. Namun ia masih mempertimbangkan apakah akan berlaga di Istora dalam ajang Indonesia Masters 2019 yang merupakan turnamen level super 500.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X